Ekspansi Senyap Al-Qaidah di Pakistan dan Afghanistan

Tulisan ini sambungan dari halaman sebelumnya.

Di satu sisi Departemen Luar Negeri AS terlalu fokus menyoroti serangan-serangan level tinggi yang dilancarkan oleh AQIS, namun di sisi lain mereka terlihat mengabaikan 2 potensi ancaman yang begitu kasat mata lainnya berupa pembukaan kembali kamp-kamp pelatihan “muaskar” di Afghfghanianistan dan upaya pengkaderan anggota-anggota baru pejuang yang loyal kepada al-Qaidah.

Ketika Departemen Luar Negeri mengklaim dengan menggambarkan bahwa jaringan al-Qaidah di Pakistan dan Afghanistan telah jauh menyusut, terdapat fakta yang bertolak belakang di mana al-Qaidah secara mengejutkan diketahui mengoperasikan tiga muaskar utama selama beberapa tahun terakhir.  Salah satunya terdapat di Shorabak, propinsi Kandahar, yang memiliki berbagai fasilitas sangat lengkap di sebuah wilayah seluas lebih dari 30 mil persegi. Pada bulan Oktober 2015, serangan besar-besaran militer AS terpaksa memakan waktu 4 hari untuk bisa meng-kliring dua muaskar milik al-Qaidah di Shorabak dengan menewaskan seratusan pejuang. Setelah itu, militer AS dibuat terkaget-kaget dengan fenomena kamp tersebut yang sedemikian besar. Jadi klaim “kemenangan” Amerika atas al-Qaidah selama ini memang meragukan.

Sebagai dampak dari serangan Amerika di Shorabak akhirnya memaksa pemerintah dan militer AS mengakui bahwa klaim mereka selama ini tentang kekuatan al-Qaidah telah jauh menurun adalah keliru.  Sejak tahun 2010, pejabat-pejabat Washington  terlalu percaya diri dengan mengatakan bahwa al-Qaidah telah hancur di Afghanistan, sehingga mereka hanya menyisakan 50 hingga 100 pejuang di sana. Pada bulan April lalu, Brigadir Jenderal Charles Cleveland juru bicara utama pasukan AS di Afghanistan menyampaikan kepada The Washington Post bahwa al-Qaidah memiliki hubungan dekat dengan Taliban dan mereka (al-Qaidah) terkait dengan gerakan insurjensi di Afghanistan.

Kepada CNN pejabat Amerika lainnya, Buchanan menyampaikan bahwa al-Qaidah barangkali menempatkan anggota mereka sekitar 300 orang di Afghanistan, belum termasuk para fasilitator dan simpatisan lainnya dalam jaringan mereka.

Sementara tentang keberadaan al-Qaidah di Pakistan, para pejabat di Washington selama bertahun-tahun terlalu percaya dengan asumsi yang menyesatkan bahwa kelompok jihadis itu sudah berhasil dilemahkan di Pakistan akibat serangan drone, dan hanya menyisakan tidak lebih dari 400 orang saja di negara itu. Namun kemudian, harian The Washington Post meruntuhkan asumsi tersebut ketika melaporkan kehadiran al-Qaidah yang terus meningkat di Karachi. Ratusan hingga ribuan agen-agen al-Qaidah termasuk rekrutan baru mereka dilaporkan beroperasi di satu kota saja, yaitu Karachi.

“Para pejabat kontra-terorisme di Karachi punya daftar sekian ratus nama-nama anggota al-Qaidah yang aktif sehingga mereka berasumsi sedikitnya terdapat beberapa ribu orang-orang al-Qaidah yang menyebar di berbagai tempat kota Karachi,” lansir The Post.  Lebih lanjut, koran itu menyebutkan, “Di Karachi, cara kerja AQIS terbagi dalam tiga divisi operasional, yaitu Rekrutmen, Finansial, dan Taktik dalam bentuk sel-sel kecil yang terdiri dari empat hingga enam orang setiap selnya. Para pejabat kontra-terorisme mensinyalir sel-sel jihadis itu melakukan perekrutan melalui sekolah-sekolah dan berbagai madrasah di negara itu.

Laporan investigatif The Washington Post ini belum termasuk atau menyinggung kehadiran al-Qaidah di daerah-daerah yang sudah menjadi kantong/basis tradisional mereka di Pakistan, seperti di wilayah kesukuan, Peshawar, Lahore, dan kota-kota lainnya di Pakistan.

Fenomena ekspansi secara masif al-Qaidah di Pakistan dan Afghanistan ini bisa dikaitkan secara langsung dengan dua figur kunci di sana, yaitu pemimpin AQIS Asim Umar dan pemimpin tertinggi Dr. Aiman adz-Dzawahiri yang telah membuta rencana secara cermat jejak mereka di anak benua India.

Reporter : Yasin Muslim

Ingin Langganan Artikel?
Daftarkan emailmu di sini untuk mendapatkan update artikel terbaru.
Anda dapat berhenti langganan kapan saja.
Anda mungkin juga berminat