... Waktu Shalat
...
Shubuh
...
Dzuhur
...
Ashar
...
Maghrib
...
Isya
...

In Depth

Razia Warteg Saenih dan Rekayasa Untuk Batalkan Perda Syariah

Foto: Warung Ibu Saenih di area Pasar Rau, Kota Serang.(Fajar Abu Asma/jurnis.com)

KIBLATNET, Serang — Buntut razia warteg yang dilakukan oleh satpol PP Kota Serang, sempat mengganggu kekhusyukan ibadah Ramadhan. Razia tersebut dianggap sesuatu yang keterlaluan oleh sejumlah orang di sosial media. Bahkan sampai-sampai Presiden Jokowi mengulurkan bantuan Rp. 10 juta kepada Saenih, pedagang warteg yang diposisikan sebagai “korban.”

Sementara itu, akun twitter @dwikaputra berhasil mengumpulkan uang lebih dari Rp. 200 juta untuk donasi bagi Saenih.  Dari jumlah itu, 172 juta sudah diserahkan ke Saenih pada hari Rabu,15/06/16 melalui Bank  BRI, Kota Serang.

Dunia internat terus bergemuruh oleh isu Saenih. Seorang netizen bernama Yoyon Rausyanfikr membuat petisi pencabutan “Pelarangan Berjualan di Bulan Ramadhan” di Change.org. Petisi itu ditujukan kepada Menteri Dalam Negeri, Tjahjo Kumolo. Hasilnya, Presiden langsung menghapus 3.143 Perda yang dianggap bertentangan dengan kebijakan pusat. Sayangnya, hingga berita ini diturunkan, Pemerintah tak kunjung menjelaskan secara detil perda mana yang dihapus.

Respon Aneh

Padahal selama enam tahun Perda ini berjalan, tidak mengalami kendala dalam pelaksanaannya. Salah satu sebabnya, Perda tersebut murni inisiatif masyarakat setempat. “Perda Pekat Ramadhan merupakan aspirasi dari masyarakat Banten, kalau sampai dihapuskan masyarakat kota Serang dan tokoh-tokoh umat Islam tidak akan setuju,” ujar Ketua MUI Kota Serang, K.H Mahmudi kepada kiblat.net, Rabu,16/06/16.

Razia yang dilakukan oleh Satpol PP terhadap Saenih merupakan razia resmi yang dilakukan sebagai aparat setempat. Dasar hukumnya adalah Perda No.2 Tahun 2010 yang disebut Pekat (penyakit masyarakat). Warteg Saenih sebenarnya target razia terakhir setelah sebelumnya mereka juga menyisir mal-mal di kota Serang. Demikian keterangan Kabid Dal Ops Satpol PP Kota Serang, Masri.

Lika-Liku Razia

Saat berada di Mal Ramayana Serang sekitar pukul 13.00 WIB, kiblat.net mendapati sebagian besar restoran belum buka dengan posisi kursi duduk tertata di atas meja. Menurut pegawai di salah satu konter makanan cepat saji, toko baru dibuka pukul 16.00 WIB baru bisa buka..

Hal itu juga dibenarkan oleh Melly, Selaku Manager Operasional KFC, Serang,  Banten. “Iya mas, lihat saja, kami tidak buka sekarang. Kami ikuti aturan dari pemerintah, kalau melanggar urusannya nanti panjang dan malah merugikan kami,” ucapnya.

BACA JUGA  DPR Tanyakan Pengusutan Dana Teman Ahok, Kapolri Berkelit

Masih menurutnya Melly, hampir semua brand store KFC di Banten, seperti Cikupa, Cipondoh, Serang dan Cilegon tidak buka di siang hari, karena kita menghormati bulan Ramadhan. Melly juga bersyukur karena pegawainya yang mayoritas Muslim mendapatkan dispensasi jadwal masuk sehingga juga bisa menikmati bulan Ramadhan.

Namun pemandangan lain kiblat.net temukan. Sebuah foodcourt sudah buka, dengan beberapa pasangan muda di dalamnya.  “Di sini pelanggannya campur, Mas. Ada yang etnis Cina ada namun yang Islam juga ada. Kalau yang Cina (karena) gak puasa dan yang perempuan mungkin lagi haid. Tapi yang laki-laki dan Islam juga sering datang ke sini,” tutur Yanto (bukan nama sebenarnya), pramusaji di foodcourt tersebut.

Yanto tersebut mengaku baru buka dua minggu. Karena masih butuh modal yang harus diputar dan tuntutan pemilik warung mengharuskan untuk buka dari jam 11 siang. “Jika saya melawan tentu saya tidak digaji mas, nanti mau makan apa,” ucapnya lirih. “Kalau ini punya saya, satu bulan full untuk libur berjualan dan memfokuskan diri pada ibadah. Tapi karena ini bukan punya saya dan saya pegawai, saya ngikut aja,” imbuhnya.

Perjalanan berlanjut hingga tiba di Terminal Pakupatan, Serang. Tak seperti di lokasi lain, warung-warung makan di area terminal sebagian besar masih beroperasi, dan tampak tak terjamah oleh razia Satpol PP. Namun, pihak Satpol PP mempunyai alasan tersendiri. “Terminal itu kan area terbatas. Kebanyakan yang makan di warteg di area terminal ya orang-orang yang melakukan perjalanan. Jarang warga biasa beli makanan di terminal,” ujar Masri.

Cabut Perda; Tidak Mudah, Tidak Gratis

Tekanan eksternal terhadap pelaksanaan Perda Pekat di Serang—dan juga perda-perda bernuansa syariah di daerah lain—justru menimbulkan ancaman baru. Bagi KH. Mahmudi, dampak perlawanan terhadap peraturan lokal, tidaklah gratis.  “Mereka (ormas dan masyarakat—Red) akan menanganinya dengan cara sendiri-sendiri. Aparat sendiri akan kewalahan menanganinya,” ucapnya di acara diskusi publik MUI Serang.

Apalagi bila perda tersebut sudah mentradisi sejak lama dan masyarakat lokal mendulang manfaat darinya.  “Di Banten sendiri sudah menjadi hal biasa dengan adanya Perda Ramadhan untuk menutup warung makan di siang hari. Tanpa peraturan tertulis, sebelum ada perda juga hal ini sudah berjalan sejak lama,” ujar Muhammad Rois Rinaldi sastrawan kelahiran Banten. “Berdaganglah saat menjelang buka, bukan tidak boleh berdagang. Emang yang beli jam 12.00 berapa orang?” tegas penyair yang mempunyai nasab bersambung ke Sultan Banten itu.

BACA JUGA  Staf Kepresidenan: Aksi 411 dan 212 Salah Satu Bentuk Gerakan Radikal

Tentang alasan kemanusiaan bagi pedagang warung yang sering dikemukakan, Rois menegaskan “Kalau mau bicara tentang kemanusian, coba perhatikan dan hargai kaum Muslimin secara keseluruhan di Serang.” “Kesannya sangat (Saenih—Red) terzalimi. Meskipun kalau kita melihat Satpol PP yang seharusnya menutup, bukan merazia, dalam tanda kutip, itu suatu pelanggaran. Tetapi mengapa hal ini sampai dibesar-besarkan melebihi besarnya dari kasus melonjaknya harga sapi, guru-guru yang dipenjarakan, kemakmuran dan hal pokok lainnya. Ini aneh,” lanjutnya.

Anggota Dewan Provinsi Banten, dari Fraksi PAN, Tubagus Luay, juga angkat bicara. Dalam kasus ini ia tidak melihat mana yang benar dan salah. Yang penting, bagaimana Pemda dapat menyadarkan masyarakat dengan adanya Perda tersebut. “Sebenarnya Perdanya tidak bermasalah. Yang masalah adalah penerapannya. Perda kan sebelum disahkan pasti sudah dievaluasi oleh provinsi dan disahkan oleh Kemendagri, sehingga tidak bermasalah,” ungkapnya via telepon Rabu, 15/06/16.

Lain Jakarta Lain Banten

Menurut A.Yani, anggota MUI kasus Saenih adalah settingan media. Sosok Saenih juga hanya ditampilkan satu sisi saja oleh media. “Dia punya empat warung makan dan suaminya bandar togel di Serang,” tegas Yani dalam acara Diskusi Publik MUI Kota Serang.

Bahkan, Rois mengingatkan kepada Presiden RI, “Jokowi ini kerjanya sebagai presiden atau apa? Saya tidak ingin tendensius secara personal. Namun yang namanya presiden itu punya wilayah kerja di mana presiden tidak bisa mengambil semua wilayah kerja itu,” tandasnya.

“Akhirnya pekerjaan sendiri saja tidak selesai, kita. Ini setahunan terakhir hanya dikasih makanan isu-isu agama. Tidak ada yang menggembirakan selain isu agama yang membuat kita sibuk untuk menghitung apa yang sedang terjadi, hingga lupa soal harga sapi dan kerugian yang dialami kaum petani,” pungkasnya.

Reporter: Kemal

... shares
Share on Facebook Share on Twitter

Apa Reaksi Anda Tentang Artikel Ini?

Ikuti Topik:

Berikan komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *

 

Berita Lainnya

Irak

Pasca Fallujah Diambil Alih Pasukan Iraq, Begini Kondisi Warganya

KIBLAT.NET, Fallujah – Pertempuran di kota Fallujah, Iraq membuat setidaknya 30.000 warga telantar. Demikian menurut...

Senin, 20/06/2016 19:00 0

Rohah

Wanita Ini Jatuh Sakit Jika Nabi Tidak Hadir Dalam Mimpinya

KIBLAT.NET – Ini adalah bagian dari khotbah Syekh Muhammad Hasan: Demi Allah, Nabi tidak datang...

Senin, 20/06/2016 18:30 0

Opini

Warteg Bu Saeni dan Kewajiban Amar Makruf Nahi Mungkar di Bulan Ramadhan

KIBLAT.NET – Seperti biasa, menjelang datangnya bulan Ramadan kita sering melihat spanduk atau baliho yang...

Senin, 20/06/2016 18:00 0

Rohah

Ya Allah, Tunjukkan Siapa Pendampingku di Surga

KIBLAT.NET – Fudail bin Iyad meriwayatkan dari Abdul Wahid bin Zaid, “Aku meminta kepada Allah Yang...

Senin, 20/06/2016 17:00 0

Artikel

Bagaimana Mendidik Anak Berpuasa Secara Sehat Sejak Dini?

KIBLAT.NET, Jakarta – Bagi umat Islam, bulan Ramadhan ini menandai momen yang membanggakan ketika anak-anak mereka memasuki...

Senin, 20/06/2016 16:35 0

Suriah

JN Rebut 3 Desa di Aleppo, 25 Milisi Hizbullah Tewas

KIBLAT.NET, Aleppo – Kelompok pejuang Suriah, Jabhah Nushrah terus diserang oleh Rezim dan sekutunya Rusia....

Senin, 20/06/2016 16:00 0

Malaysia

MAPIM dan IHR Kirimkan Donasi Al-Quran untuk Madrasah Rohingya di Johor

KIBLAT.NET, Johor – Bertepatan dengan bulan suci Ramadhan, Majlis Perundingan Pertubuhan Islam Malaysia (MAPIM) memberikan...

Senin, 20/06/2016 15:34 0

Rohah

Kisah Pria Sunni yang Menikahi Wanita Qadiyani (Ahmadiyah)

KIBLAT.NET – Saya sedang bersama dengan seorang teman dan ia menceritakan cerita yang luar biasa...

Senin, 20/06/2016 15:00 0

Indonesia

Begini Program-Program BNPT di Poso

KIBLAT.NET, Poso – Sesaat setelah memberikan materi dalam acara silaturahmi BNPT bersama mantan kombatan Poso,...

Senin, 20/06/2016 14:15 0

Malaysia

Kiblatnet dan IHR Salurkan Bantuan Hari Raya untuk Madrasah Rohingya

KIBLAT.NET, Johor – Indonesian Humanitarian Relief (IHR) pada Ahad, (19/06) memberikan bantuan kemanusiaan bagi pengungsi...

Senin, 20/06/2016 13:53 0