... Waktu Shalat
...
Shubuh
...
Dzuhur
...
Ashar
...
Maghrib
...
Isya
...

Titian

Empat Pendorong Manusia Cenderung pada Dunia (2/2)

Foto: Ilustrasi

KIBLAT.NET – Di edisi sebelumnya telah dibahas dua dari empat pendorong manusia hingga cenderung pada dunia. Maka, di edisi kedua ini akan dibahas dua faktor lainnya.

Ketiga, hawa nafsu

Hawa nafsu adalah kecenderungan manusia untuk memperturutkan syahwat/keinginannya. Hawa nafsu lawannya adalah kebenaran.  Allah adalah Dzat yang Maha Benar, Dia menciptakan langit dan bumi dengan alasan yang benar. Firman-Nya

وَلَوِ اتَّبَعَ الْحَقُّ أَهْوَاءَهُمْ لَفَسَدَتِ السَّمَاوَاتُ وَالْأَرْ‌ضُ وَمَن فِيهِنَّ ۚ بَلْ أَتَيْنَاهُم بِذِكْرِ‌هِمْ فَهُمْ عَن ذِكْرِ‌هِم مُّعْرِ‌ضُونَ

“Andaikata kebenaran itu menuruti hawa nafsu mereka, pasti binasalah langit dan bumi ini, dan semua yang ada di dalamnya. Sebenarnya Kami telah mendatangkan kepada mereka kebanggaan mereka tetapi mereka berpaling dari kebanggaan itu.” (QS. Al-Mukminun : 71)

Hawa nafsu akan membuat seseorang berlaku zhalim dan kezhaliman itu membuat seseorang tersesat dari jalan yang benar.

“Hai Daud, sesungguhnya Kami menjadikan kamu khalifah (penguasa) di muka bumi, maka berilah keputusan (perkara) di antara manusia dengan adil dan janganlah kamu mengikuti hawa nafsu, karena ia akan menyesatkan kamu dari jalan Allah. Sesungguhnya orang-orang yang sesat dari jalan Allah akan mendapat azab yang berat, karena mereka melupakan hari perhitungan.” (QS. Shaad : 26)

 “Wahai orang-orang yang beriman, jadilah kamu orang yang benar-benar penegak keadilan, menjadi saksi karena Allah biarpun terhadap dirimu sendiri atau ibu bapak dan kaum kerabatmu. Jika ia kaya ataupun miskin, maka Allah lebih tahu kemaslahatan. Maka janganlah kamu mengikuti hawa nafsu karena ingin menyimpang dari kebenaran. Dan jika kamu memutar balikkan (kata-kata) atau enggan menjadi saksi, maka sesungguhnya Allah adalah Maha Mengetahui segala apa yang kamu kerjakan.” (QS. An-Nisa’ : 135)

Hawa nafsu akan selalu menjauhi keadilan, sedangkan kebenaran akan selalu diikuti keadilan. Karena itulah hawa nafsu disebut hawa yang berarti jatuh dari tempat ketinggian ke tempat yang rendah. Oleh karena itu ia menjatuhkan orang yang mengikuti hawa nafsunya dari ketinggian ke tempat yang rendah. Orang yang mengikuti hawa nafsu adalah orang yang merosot dan jatuh bersama hawa nafsu, kelalaian dan kebodohannya ke tempat serendah-rendahnya di dunia dan akhirTat, di mana ruhnya jatuh ke neraka Sijjil.

BACA JUGA  Presiden Jerman: AS, Rusia, China Membuat Dunia Tidak Aman

Terkadang hawa nafsu bisa membesar dalam diri seseorang sehingga orang tersebut tidak menentang kemungkaran yang dilihatnya dan tidak mengikuti kebaikan yang telah diyakininya. Bahkan bisa menjadi lebih besar lagi sehingga ia melihat yang mungkar menjadi ma’ruf dan ma’ruf menjadi mungkar.

“Dan apabila mereka melihat kamu (Muhammad), mereka hanyalah menjadikan kamu sebagai ejekan (dengan mengatakan), ‘Inikah orangnya yang diutus Allah sebagai Rasul? Sesungguhnya hampirlah ia menyesatkan kita dari sembahan-sembahan kita, seandainya kita tidak sabar (menyembah)nya’. Dan mereka kelak akan mengetahui di saat mereka melihat azab, siapa yang paling sesat jalannya. Terangkanlah kepadaku tentang orang yang menjadikan hawa nafsunya sebagai ilahnya. Maka apakah kamu dapat menjadi pemelihara atasnya? atau apakah kamu mengira bahwa kebanyakan mereka itu mendengar atau memahami. Mereka itu tidak lain, hanyalah seperti binatang ternak, bahkan mereka lebih sesat jalannya (dari binatang ternak itu).” (QS. Al-Furqan : 41-44).

Hawa nafsulah yang menjadikan seseorang cenderung kepada dunia dan kemewahannya. Dan hawa nafsu pula yang menurunkan kedudukan ulama’ dari tingkatan di bawah para nabi, yakni tingkatan para shiddiqin ke tingkat seekor anjing.

“Dan bacakanlah kepada mereka berita orang yang telah Kami berikan kepadanya ayat-ayat Kami (pengetahuan tentang isi Al-Kitab), kemudian dia melepaskan diri dari pada ayat-ayat itu, lalu dia diikuti oleh syaitan (sampai dia tergoda), maka jadilah dia termasuk orang-orang yang sesat. Dan kalau Kami menghendaki, sesungguhnya Kami tinggikan (derajat)nya dengan ayat-ayat itu, tetapi dia cenderung kepada dunia dan menurutkan hawa nafsunya yang rendah, maka perumpamaannya seperti anjing jika kamu menghalaunya diulurkannya lidahnya dan jika kamu membiarkannya dia mengulurkan lidahnya (juga). Demikian itulah perumpamaan orang-orang yang mendustakan ayat-ayat Kami. Maka ceritakanlah (kepada mereka) kisah-kisah itu agar mereka berfikir.” (QS. Al-A’raf : 175-176).

Seperti anjing yang tiada henti-hentinya menjulurkan lidahnya, sama saja di saat dia istirahat ataupun tengah kecapaian. Sungguh alangkah indah dan mengenanya penyerupaan dan penggambaran yang dilukiskan Allah melalui firman-Nya.

BACA JUGA  Presiden Jerman: AS, Rusia, China Membuat Dunia Tidak Aman

Di dalam kitab-kitab tafsir diterangkan bahwa ayat di atas mengisahkan tentang seorang laki-laki Bani Isra’il yang bernama Bal’am bin Ba’ura’. Dahulunya ia adalah seorang yang sangat alim dan sangat mustajab do’anya. Ketika tentara Musa a.s. datang untuk menggempur kaum lalim yang bermukim di Palestina, maka kaumnya datang dan menemui serta membujuknya, ’Berdo’alah kepada Allah untuk membinasakan Musa dan pengikutnya’. Maka lelaki ini menyanggupi permintaan kaumnya karena tamak terhadap dunia mereka. Lalu lidahnya menjulur ke dada dan ia meninggalkan ayat-ayat Allah. Maka jadilah ia seperti anjing, jika dihalau, lidahnya menjulur dan jika dibiarkan lidahnya tetap menjulur.

Keempat, syahwat

Sebab keempat yang menyebabkan diri manusia bertindak durhaka dan melampaui batas adalah syahwat. Syahwat menarik diri manusia untuk melakukan apa saja yang diinginkannya. Syahwat yang pertama adalah berlaku sombong di muka bumi. Yang menjadikan kebenaran seperti kebatilan dan menjadikan kebatilan seperti kebenaran. Orang-orang yang berlaku sombong di muka bumi tidak akan masuk surga.

تِلْكَ الدَّارُ‌ الْآخِرَ‌ةُ نَجْعَلُهَا لِلَّذِينَ لَا يُرِ‌يدُونَ عُلُوًّا فِي الْأَرْ‌ضِ وَلَا فَسَادًا ۚ وَالْعَاقِبَةُ لِلْمُتَّقِينَ

“Negeri akhirat itu, Kami jadikan untuk orang-orang yang tidak ingin menyombongkan diri dan berbuat kerusakan di (muka) bumi. Dan kesudahan (yang baik) itu adalah bagi orang-orang yang bertaqwa.” (QS. Al-Qashash : 83).

Maka dari itu, marilah kita singsingkan lengan baju dan berhati-hati dari keempat hal ini. Dunia memang diciptakan untuk manusia agar dikelola dan dijadikan wasilah untuk bertaqarub dengan-Nya. Bukan malah dijadikan tujuan hidup yang akan menyengsarakan manusia dalam kehinaan dan keterpurukan di kehidupan dunia maupun akhirat kelak. Wallahu a’lam bi shawab.

Penulis : Dhani El_Ashim

Diinisiasi dari Tarbiyah Jihadiyah jilid 4 karya syaikh Abdullah Azzam rahimahullah.

 

Share on Facebook Share on Twitter

Apa Reaksi Anda Tentang Artikel Ini?

Ikuti Topik:

Berikan komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *

 

Berita Lainnya

Suriah

Bom Jenis Baru Rezim Assad Hantui Warga Suriah

KIBLAT.NET, Aleppo – Masih ingatkah Anda dengan bom birmil? Bom buatan Rezim Suriah ini menggunakan...

Rabu, 15/06/2016 14:34 0

Indonesia

Ketua MUI: Perda Serang Sudah Cerminkan Aspirasi Masyarakat, Kenapa Dikaji Ulang?

KIBLAT.NET, Jakarta – Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) KH Ma’ruf Amin mempertanyakan rencana pengkajian ulang...

Rabu, 15/06/2016 13:57 0

Indonesia

MUI Usulkan Pembentukan Penasihat Siaran Syariah

KIBLAT.NET, Jakarta – Majelis Ulama Indonesia (MUI) mengusulkan adanya Penasihat Siaran Syariah (broadcast syariah advisor)...

Rabu, 15/06/2016 12:43 0

Turki

Menlu Turki Buka Puasa Bersama 4.000 Muslim Rohingya

KIBLAT.NET, Rakhine – Menteri Luar Negeri Turki, Mevlut Cavusoglu mengungkapkan negaranya tetap berkomitmen dalam mendukung...

Rabu, 15/06/2016 12:43 0

Indonesia

KH Ma’ruf Amin: Saya Orang Banten, Larangan Buka Warung Saat Ramadhan Sudah Tradisi

KIBLAT.NET, Jakarta – Sebagai orang Banten, KH Ma’ruf Amin mengungkapkan bahwa aturan warung tidak boleh...

Rabu, 15/06/2016 11:50 0

Suriah

Coba Kendurkan Tekanan di Idlib, Mujahidin Serang Basis Pro Rezim

KIBLAT.NET, Idlib –  Sampai Selasa (14/06), jet rezim masih terus melakukan serangan terhadap sipil di...

Rabu, 15/06/2016 11:22 0

Irak

Kebrutalan Milisi Syiah Buat Warga Miqdadiyah Jalani Ramadhan Tanpa Masjid

KIBLAT.NET, Diyala – Tak terdengar lagi suara adzan ke telinga Abu Bilal (57), warga Iraq...

Rabu, 15/06/2016 10:30 0

Suriah

Mesin Pembunuh Rezim Suriah Kembali Bunuh 20 Sipil di Idlib dan Aleppo

KIBLAT.NET, Damaskus – Pejabat pertahanan sipil Suriah menyatakan bahwa Rusia dan rezim Assad kembali melancarkan...

Rabu, 15/06/2016 09:30 0

Suriah

Lagi, Jaisyul Fath Raih Kemajuan di Pedesaan Aleppo

KIBLAT.NET, Aleppo – Aliansi mujahidin Jaisyul Fath, Selasa malam (14/06), menyelesaikan pertempuran dengan merebut dua...

Rabu, 15/06/2016 08:39 0

Indonesia

Polri: Kasus Polisi Cabul di Kota Batu Sedang Diproses

KIBLAT.NET, JAKARTA – Kadiv Humas Mabes Polri mengatakan bahwa oknum polisi yang melakukan pencabulan terhadap...

Rabu, 15/06/2016 07:37 0

Close