... Waktu Shalat
...
Shubuh
...
Dzuhur
...
Ashar
...
Maghrib
...
Isya
...

In Depth

Buka Puasa Tanpa Alasan Syar’i, Apa Ancamannya?

Foto: Ilustrasi orang berbuka puasa di siang hari Bulan Ramadhan (Foto:antarafoto.com)

KIBLAT.NET – Puasa Ramadan adalah salah satu rukun Islam yang wajib dilaksanakan oleh setiap muslim. Siapapun dia, jika sudah mencapai usia baligh dan tidak ada penghalang syar’i, maka harus melaksanakannya. Dalam hadis yang diriwayatkan dari Ibnu Umar radhiallahu anhuma, dia berkata, Rasulullah sallallahu’alaihi wa sallam bersabda:

“Islam dibangun di atas lima (perkara); Bersaksi bahwa tiada tuhan melainkan Allah dan Muhammad adalah utusan Allah, mendirikan shalat, membayar zakat, haji dan puasa di bulan Ramadan.” (HR. Bukhari-Muslim)

Maka dapat dipahami bahwa siapapun yang meninggalkan puasa, berarti dia telah meninggalkan salah satu Rukun Islam dan melakukan salah satu dosa besar. Bahkan pada tingkatan tertentu, oleh sebagian ulama salaf disebutkan bahwa mereka kufur dan keluar dari Islam.

Dalam kitab Al-Kabair, Imam Adz-Dzahabi rahimahullah berkata, “Telah menjadi ketetapan bagi orang-orang mukmin bahwa barangsiapa meninggalkan puasa Ramadan tanpa sakit dan tanpa tujuan (yakni tanpa ada uzur yang diperbolehkan), dia lebih buruk dari pezina, pecandu minuman keras. Bahkan diragukan keislamannya dan dituduh dia sebagai zindiq dan ateis.”  (Al-Kabair, hal; 64)

Keterangan tersebut disimpulkan oleh Imam Adz-Dzahabi berdasarkan beberapa riyawat yang menyebutkan ancaman bagi  orang yang meninggalkan puasa. Di antaranya dari Ibnu Abbas radhiallahu anhu dari Nabi sallallahu alaihi wa sallam, beliau bersabda:

عُرَى الإِسْلاَمِ وَقَوَاعِدُ الدِّينِ ثَلاَثَةٌ ، عَلَيْهِنَّ أُسِّسَ الإِسْلاَمُ ، مَنَ تَرَكَ وَاحِدَةً مِنْهُنَّ فَهُوَ بِهَا كَافِرٌ حَلاَلُ الدَّمِ: شَهَادَةُ أَن لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللهُ ، وَالصَّلاَةُ الْمَكْتُوبَةُ ، وَصَوْمُ رَمَضَانَ

“Ikatan kuat Islam dan pondasi agama ada tiga, di atasnya Islam dibangun. Barangsiapa yang meninggalkan salah satu darinya, maka dia kafir halal darahnya; Bersaksi bahwa tidak ada tuhan melainkan Allah, shalat wajib dan puasa Ramadan.” (Hadits disahihkan oleh Adz-Dzahabi, dihasankan oleh Haitsami dalam Majma Az-Zawaid, 1/48. Dan Munziri di Targib Wa Tarhib no, 805, 1486. Serta dilemahkan Al-Albany di Silsilah Dhaifah, no. 94)

BACA JUGA  Islamophobia adalah Musuh Terbesar Pancasila

Berbuka Puasa di Siang Hari Tanpa Alasan Syar’i

Orang yang dengan sengaja berbuka atau tidak melaksanakan puasa pada bulan Ramadhan, dan dia menganggap hal itu tidak mengapa (boleh ditinggalkan) maka dia telah kafir, dan harus diminta bertaubat. Jika dia mau maka akan selamat, namun jika tidak maka konsekuensinya akan dibunuh. Sedangkan mereka yang tidak berpuasa secara terang-terangan, maka pemimpin harus menjatuhkan ta’zir (hukuman sesuai dengan kebijakan hakim) kepadanya, sehingga ia tidak bisa kembali melakukan perbuatan tersebut.

Ibnu Taimiyah berkata, “Jika seseorang tidak melaksanakan puasa Ramadhan dan menganggapnya boleh (menghalalkannya), padahal dia tahu bahwa meninggalkan puasa adalah haram, maka ia harus dibunuh. Jika dia termasuk orang yang fasik maka dia diberi sanksi sesuai dengan kebijakan seorang imam (pemimpin). Namun jika memang dia belum tahu, maka perlu diajari. (Al Fatawa Al Kubro: 2/473)

Ibnu Hajar Al-Haitsami berkata, “Dosa besar yang ke 140 dan 141 adalah meninggalkan puasa satu hari dari bulan Ramadhan, atau merusak puasanya dengan jima’ atau lainnya, tanpa ada udzur, seperti sakit, bepergian atau semacamnya.” (Az Zawajir: 1/323)

Syeikh Ibnu Utsaimin pernah ditanya tentang orang yang membatalkan puasa pada siang hari di bulan Ramadhan tanpa ada udzur. Beliau menjawab, “Membatalkan puasa pada siang hari di bulan Ramadhan tanpa ada alasan yang dibenarkan termasuk dosa besar, dengan demikian maka orang tersebut dianggap fasik, dan diwajibkan baginya untuk bertaubat kepada Allah dan mengganti sejumlah hari yang ditinggalkannya.” (Majmu’ Fatawa dan Rasa’il Ibnu Utsaimin: 19/89)

BACA JUGA  Ketika Pencetus NKRI Menolak Pancasila

Dalam kitab Al Kubro (3273), Imam An Nasa’i meriwayatkan sebuah hadis dari Abu Umamah Al-Bahili radhiallahu anhu, dia berkata, saya mendengar Rasulullah sallallahu’alaihi wa sallam bersabda:

“Aku bermimpi didatangi dua orang membawa pundakku. Keduanya membawaku ke gunung yang  terjal. Keduanya berkata: Naiklah! Aku menjawab, Aku tidak mampu.’ Keduanya mengatakan, Kami akan membantu  memudahkanmu. Maka aku mendaki, ketika sampai di puncak gunung, tiba-tiba terdengar suara melengking keras. Aku bertanya, ‘Suara apa itu? Mereka menjawab, Itu adalah suara penghuni neraka. Kemudian dia berangkat lagi membawaku, ternyata saya dapati suatu kaum yang bergantungan tubuhnya mulutnya pecah dan mengeluarkan darah. Saya bertanya, Siapa mereka? Dia berkata, Mereka adalah orang-orang yang berbuka puasa sebelum dibolehkan (waktunya) berbuka puasa.(HR. Ibnu Hibban dan Ibnu Huzaimah, dishahihkan oleh Al-Albani dalam Shahih Mawarid Adz-Dzam’an, no. 1509)

Demikianlah bentuk balasan terhadap orang yang berpuasa kemudian ia membatalkannya dengan sengaja sebelum masuk waktu berbuka, lalu bagaimana dengan mereka yang tidak berpuasa sama sekali? Wallahu a’lam bis shawab! Semoga Allah senantiasa memberikan keselamatan kepada kita semuanya.

Oleh: Fakhrudin

Sumber: https://islamqa.info/ar/38747

Share on Facebook Share on Twitter

Apa Reaksi Anda Tentang Artikel Ini?

Ikuti Topik:

Berikan komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *

 

Berita Lainnya

Tarbiyah Jihadiyah

Empat Pendorong Manusia Cenderung pada Dunia (2/2)

KIBLAT.NET – Di edisi sebelumnya telah dibahas dua dari empat pendorong manusia hingga cenderung pada...

Rabu, 15/06/2016 15:05 0

Suriah

Bom Jenis Baru Rezim Assad Hantui Warga Suriah

KIBLAT.NET, Aleppo – Masih ingatkah Anda dengan bom birmil? Bom buatan Rezim Suriah ini menggunakan...

Rabu, 15/06/2016 14:34 0

Indonesia

Ketua MUI: Perda Serang Sudah Cerminkan Aspirasi Masyarakat, Kenapa Dikaji Ulang?

KIBLAT.NET, Jakarta – Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) KH Ma’ruf Amin mempertanyakan rencana pengkajian ulang...

Rabu, 15/06/2016 13:57 0

Indonesia

MUI Usulkan Pembentukan Penasihat Siaran Syariah

KIBLAT.NET, Jakarta – Majelis Ulama Indonesia (MUI) mengusulkan adanya Penasihat Siaran Syariah (broadcast syariah advisor)...

Rabu, 15/06/2016 12:43 0

Turki

Menlu Turki Buka Puasa Bersama 4.000 Muslim Rohingya

KIBLAT.NET, Rakhine – Menteri Luar Negeri Turki, Mevlut Cavusoglu mengungkapkan negaranya tetap berkomitmen dalam mendukung...

Rabu, 15/06/2016 12:43 0

Indonesia

KH Ma’ruf Amin: Saya Orang Banten, Larangan Buka Warung Saat Ramadhan Sudah Tradisi

KIBLAT.NET, Jakarta – Sebagai orang Banten, KH Ma’ruf Amin mengungkapkan bahwa aturan warung tidak boleh...

Rabu, 15/06/2016 11:50 0

Suriah

Coba Kendurkan Tekanan di Idlib, Mujahidin Serang Basis Pro Rezim

KIBLAT.NET, Idlib –  Sampai Selasa (14/06), jet rezim masih terus melakukan serangan terhadap sipil di...

Rabu, 15/06/2016 11:22 0

Irak

Kebrutalan Milisi Syiah Buat Warga Miqdadiyah Jalani Ramadhan Tanpa Masjid

KIBLAT.NET, Diyala – Tak terdengar lagi suara adzan ke telinga Abu Bilal (57), warga Iraq...

Rabu, 15/06/2016 10:30 0

Suriah

Mesin Pembunuh Rezim Suriah Kembali Bunuh 20 Sipil di Idlib dan Aleppo

KIBLAT.NET, Damaskus – Pejabat pertahanan sipil Suriah menyatakan bahwa Rusia dan rezim Assad kembali melancarkan...

Rabu, 15/06/2016 09:30 0

Suriah

Lagi, Jaisyul Fath Raih Kemajuan di Pedesaan Aleppo

KIBLAT.NET, Aleppo – Aliansi mujahidin Jaisyul Fath, Selasa malam (14/06), menyelesaikan pertempuran dengan merebut dua...

Rabu, 15/06/2016 08:39 0

Close