... Waktu Shalat
...
Shubuh
...
Dzuhur
...
Ashar
...
Maghrib
...
Isya
...

News

Wah!! Di Indonesia Sudah Ada Sekolah Deradikalisasi untuk Kaum Ibu

Foto: President Barack Obama menjamu kaum Muslim untuk berbuka puasa saat Ramadhan 1436 H, setahun lalu.

KIBLAT.NET, Jakarta – Kaum ibu kini telah menjadi target program deradikalisasi. Mereka diajarkan cara menangkal radikalisme dalam keluarga melalui Mother School atau sekolah ibu yang didirikan oleh organisasi Women Without Border.

Dalam artikel yang ditulis BBC.com, disebutkan cerita seorang ibu yang khawatir karena diduga mengikuti ajaran radikal di salah satu pesantren di Jawa Timur. Nurul Mardiah, begitu nama ibu muda tersebut bercerita tentang anak pertamanya secara rutin mengikuti kajian-kajian yang diadakan pesantren itu sejak usia 14 tahun ketika duduk di bangku SMP, sampai sekarang.

“Dia sudah terang-terangan menentang orangtuanya, mengatakan kita itu ahlul bi’ah, tasabuh (Fil Islam, menyerupai non-Muslim), sunnah itu bi’ah yang lebih parah lagi mengatakan pemerintah itu Thogut kaum kufar, ingin ke Palestina ingin membantu saudaranya sesama muslim yang di Palestina,” jelas Nurul menahan tangis.

Bagi Nurul Mardiah, istilah ahlul bi’ah (mungkin maksudnya bid’ah, red), tasabuh, thogut, dan membantu kaum Muslimin di Palestina adalah tanda-tanda penganut radikalisme.

Alasan itu pula yang menyebabkan Nurul Mardiah mengikuti kelas Mother School atau Sekolah Ibu pertama di Indonesia, pada 2013 lalu yang digelar oleh organisasi yang berbasis di Wina, Austria, Women Without Borders (WWB) yang bekerja sama dengan ahli anti-terorisme Organization for Security and Cooperation in Europe (OSCE).
Inisiatif ini dilakukan di berbagai negara dengan dana dari berbagai kementerian di Austria, Uni Eropa dan Kemenlu AS.

BACA JUGA  Ahok Lelang Batik yang Dikenakan Saat Sidang, Ditawar Sampai Rp 100 Juta

Inisiatif sekolah deradikalisasi untuk kaum ibu ini dilakukan sejak 2012 di berbagai negara. Sekolah pertama dibuka di Tajikistan pada 2012 lalu, kemudian di Pakistan dan Nigeria, di Indonesia Mother School yang pertama di Jember pada tiga tahun lalu, dan sekarang dikembangkan di beberapa daerah.

Dewirini Anggraeni, koordinator nasional Women Without Border (WWB) di Indonesia mengatakan banyak orangtua yang tidak menyadari anaknya telah terpengaruh ajaran radikal, setelah sang anak pergi ke Suriah ataupun melakukan aksi terorisme, karena mereka tak mengetahui tanda-tanda anak ‘terpengaruh paham radikal’.

“Ini yang disayangkan makanya adanya Mother School agar orangtua dapat mengetahui tanda-tanda dini mengenali tanda-tanda dini radikalisme yang masuk ke anak-anaknya mereka, di Mother School itu kita di trigger atau diberikan pendidikan untuk mengetahui perubahan perilaku anak,” jelas Dewirini.

Dia menjelaskan beberapa tanda anak-anak sudah ‘terpengaruh paham radikal’ di antaranya adalah seperti tidak mau ikut makan malam bersama atau pertemuan keluarga.

“Anak udah tidak mau ikut makan malam bersama dengan keluarga atau pertemuan keluarga… pokoknya anak merasa tidak nyaman dengan orang lain, mereka tertutup dan punya ideologi mereka tersendiri dan berbeda dengan pada umumnya,” tambah dia.

Dewirini menjelaskan untuk memahami bagaimana mengenali tanda dan melakukan pendekatan terhadap anak akan diajarkan dalam kelas Mother School yang berlangsung sekitar 10 kali.

BACA JUGA  ISAC: Terduga Teroris Sukoharjo Seharusnya Ditembak di Lutut, Bukan Perut

Di Jakarta Barat, Mother School bekerja sama dan melibatkan ibu-ibu PKK yang berjumlah lebih dari 10 orang.

PBB rilis Prevent Violent Extremism

Tanggal 24 Desember 2015 lalu, PBB resmi mengeluarkan Perencanaan Aksi Pencegahan Ekstremisme Kekerasan (Plan of Action to Prevent Violent Extrimism). Semacam peringatan dan panduan global bagi seluruh negara-negara anggotanya untuk menangani -apa yang disebut sebagai- aksi kekerasan di wilayahnya masing-masing.

Ada tujuh tindakan prioritas dalam pencegahan ekstremisme, di antaranya adalah ‘pemberdayaan kaum ibu’. Di dalamnya memuat program khusus yang menyasar kepada keluarga dengan tujuan mencegah aksi ekstrimisme dan radikalisme yang hingga kini tak ada kesepakatan khusus tentang definisinya. (Baca juga: Ketika Rumah Pribadi Jadi Target Deradikalisasi)

 

Reporter: Bunyanun Marsus
Sumber: BBC.com, CTC Sentinel


Jika tulisan ini bermanfaat bagi Anda dan banyak orang, dukung kami membantu terus menginformasikan berita dan tulisan terbaik untuk Anda. Kiblat.net adalah media Islam independen non-partisan yang dikelola mandiri. Anda dapat memberikan donasi terbaik supaya kami dapat terus bekerja di bidang dakwah media.

Donasi Sekarang

Share on Facebook Share on Twitter

Apa Reaksi Anda Tentang Artikel Ini?

Ikuti Topik:

Berikan komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *

 

Berita Lainnya

Palestina

Anak-Anak Palestina Ditangkapi Malam Hari, Dipenjara dan Tidak Diizinkan Bertemu Orang Tua

KIBLAT.NET, Jalur Gaza – Departemen Penerangan Palestina mengungkapkan, sekitar 2.079 anak-anak Palestina telah tewas akibat...

Kamis, 02/06/2016 14:39 0

Artikel

Hutang Puasa Ramadhan Belum Dibayar, Apa Konsekuensinya?

KIBLAT.NET – Orang yang memiliki udzur seperti sakit berat, bepergian jauh, wanita hamil, dan wanita...

Kamis, 02/06/2016 14:03 0

Turki

Erdogan Kembali Kecam Status Hak Veto Dewan Keamanan PBB

KIBLAT.NET, Entebbe – Dalam lawatannya terkini ke Afrika Timur, Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan kembali menyatakan...

Kamis, 02/06/2016 12:22 0

Afghanistan

AQAP, AQIM, dan JN Rilis Sanjungan Untuk Mullah Akhtar Manshur

KIBLAT.NET, Afghanistan – Tiga organisasi jihadis cabang resmi al-Qaidah dilaporkan merilis pernyataan bersama berisi ungkapan...

Kamis, 02/06/2016 11:00 0

Irak

OKI Khawatir Nasib Warga Sipil di Fallujah

KIBLAT.NET, Baghdad – Organisasi Kerjasama Islam (OKI) mengkhawatirkan keadaaan warga sipil Fallujah yang harus menghadapi...

Kamis, 02/06/2016 09:30 0

Video Kajian

Tabligh: Ayat-ayat Cinta dalam Al-Qur’an [Ust. Akhlis Marzuki, S.Pd.I]

KIBLAT.NET – Tahukah anda ? Bahwa sesungguhnya iman kita takkan sempurna jika tak terpenuhi 3...

Kamis, 02/06/2016 08:30 0

Irak

UNICEF: Pertempuran Fallujah Ancam Nasib 20 Ribu Anak-Anak

KIBLAT.NET, Baghdad – Lembaga Darurat Anak PBB (UNICEF) mengatakan, pertempuran antara ISIS dengan tentara Iraq...

Kamis, 02/06/2016 08:00 0

Turki

Tolak KB, Erdogan Ajak Umat Islam Perbanyak Keturunan

KIBLAT.NET, Istanbul – Presiden Turki Racep Tayyip Erdogan menyatakan bahwa program keluarga berencana bukan untuk...

Kamis, 02/06/2016 00:13 0

Philipina

Terungkap, Pelaku Penembakan Syaikh Aidh Al-Qarni Anggota Syiah Hizbullah Filipina

KIBLAT.NET, Riyadh – Syaikh Aidh Al-Qarni mengungkap pelaku penembakan terhadap dirinya yang terjadi di Zamboanga...

Rabu, 01/06/2016 22:38 0

Irak

Fallujah Dikepung Tentara Irak, ISIS Lakukan Perlawanan Sengit

KIBLAT.NET, Baghdad – Pasukan Daulah Islamiyah (ISIS) disebut melakukan perlawanan sengit di Fallujah. Sebelumnya, dilaporkan...

Rabu, 01/06/2016 21:20 0

Close