... Waktu Shalat
...
Shubuh
...
Dzuhur
...
Ashar
...
Maghrib
...
Isya
...

In Depth

Taktik AQAP di Yaman: Setia Dengan Misi, Fleksibel dengan Aksi

Foto: AQAP di Yaman

Baca artikel sebelumnya: Mukalla Diserang Koalisi, Bisnis AQAP Terus Beroperasi.

Satu Tahun di Bawah Administrasi Al-Qaidah

Didirikan pada tahun 1990an, kemunculan kembali AQAP yang tampil dominan dianggap sebagai efek tak terduga yang begitu kasat mata akibat intervensi militer koalisi negara-negara Teluk pimpinan Arab Saudi di Yaman pada bulan Maret 2015.

Intervensi itu sendiri dipicu oleh kemajuan pemberontak Hautsi di wilayah utara yang didukung oleh musuh bebuyutan Arab Saudi, yaitu Iran.

Sementara AS sebagai negara sponsor terbesar koalisi tersebut, saat ini sudah mulai “realistis” dengan tidak menghadapi jihadis secara langsung di medan tempur, sebaliknya Washington akan lebih banyak mengandalkan sekutu-sekutu lokal.

Reuters pernah merilis sebuah laporan hasil investigasi pada awal april 2015 lalu, bahwa sebelum serangan militer pada tanggal 24-25 April, AQAP menikmati kemakmuran di sepanjang 600 km garis pantai di pesisir selatan Yaman.

Selama periode itu, jihadis cabang resmi al-Qaidah itu memperoleh pendapatan finansial sekitar US$ 2 juta per hari dari hasil penarikan pajak barang-barang yang masuk melalui kapal di Mukalla.

Di samping itu, AQAP juga memperoleh US$ 1,4 juta dari perusahaan minyak nasional.

Selama beberapa tahun “berkuasa”, AQAP berhasil memanfaatkan waktu tersebut untuk memperoleh dukungan luas publik.

Dan memang kehadiran mereka diterima oleh penduduk lokal yang selama ini mengalami marjinalisasi ekonomi selama berpuluh-puluh tahun.

Para jihadis kemudian datang  dengan memproyeksikan sumber daya ekonomi untuk mewujudkan berbagai macam proyek pembangunan.

Sejumlah warga yang diwawancarai menyatakan lebih memilih hidup di bawah administrasi al-Qaidah yang menawarkan stabilitas daripada bersama kelompok-kelompok bersenjata lainnya.

Setia Dengan Misi, Fleksibel dengan Aksi

Para militan jihadis sendiri terlihat ingin menghindari tindakan yang berpotensi menyeret penduduk sipil ke dalam pusaran konflik karena suatu efek co-lateral.

Sehingga ketika militer koalisi menyerang basis baru mereka di Mukalla, mereka tinggal “mundur” begitu saja atau geser ke wilayah lain setelah bermusyawarah dengan para tokoh masyarakat/kesukuan dan ulama setempat.

Taktik ini ternyata cukup efisien karena tidak sulit untuk kembali dengan melakukan serangan balik dan menguasai suatu wilayah di saat yang tepat nantinya.

Serangan pihak militer dukungan asing – koalisi Saudi – tidak mungkin bercokol terlalu lama apalagi di wilayah yang penduduknya sudah terkondisi dan mendukung visi AQAP.

Para pemerhati gerakan jihad melihat adanya satu perubahan atau lebih tepatnya fleksibilitas taktik & strategi kelompok cabang al-Qaidah di Yaman.

Selama ini mereka dikenal dengan reputasi “hawkish” sebagai pihak yang bertanggung jawab atas berbagai serangan di Yaman, termasuk serangan terhadap kantor kedutaan AS di Sanaa yang kini kosong dan tidak lagi beroperasi.

Kelompok ini juga berada di balik aksi heroik Kouachi bersaudara di kantor pusat majalah Satire Charlie Hebdo pada bulan Januari 2015.

Sumber-sumber penduduk lokal kesukuan mengatakan, pejuang-pejuang al-Qaidah sepakat bahwa mereka tidak akan mengganggu perdagangan atau transaksi BBM yang dianggap “ilegal” karena faktanya perdagangan “legal” tidak mampu memberi solusi atas krisis pasokan BBM ke daerah-daerah di seluruh pelosok negeri.

Para militan bahkan ikut terlibat dan berperan dalam jaringan tidak resmi tersebut. “Al-Qaidah mendapat bagian dari transaksi penyelundupan minyak di pelabuhan Shabwa atas peran mereka sebagai perantara/broker yang menghubungkan penjual dan pembeli.

Terdapat juga kesepakatan antara mereka dengan suku-suku di wilayah itu untuk tidak saling mengganggu urusan (sumber income) pihak lain,” imbuhnya.

Peran Penting Kapal-Kapal Kecil

Beberapa pejabat lokal dan sumber-sumber pelayaran internasional mengatakan, penyelundupan dilakukan dengan menggunakan kapal kecil, termasuk kapal-kapal nelayan dari kayu yang mendarat di desa-desa & perkampungan nelayan.

Satu sumber jasa pelayaran menyebut sedikitnya ada tiga kapal kecil, termasuk sebuah mini-tanker yang terlibat dalam aktifitas penyelundupan BBM di Bir Ali dan daerah-daerah sekitarnya sejak pemerintah mengambil alih Mukalla.

“Terdapat sejumlah pelabuhan kecil di sekitar area itu yang memungkinkan terjadinya penyelundupan, biasanya melibatkan kapal-kapal kecil yang bisa melakukan bongkar muatan dengan mudah karena kapasitas barang yang dibawa juga relatif kecil,” katanya.

Kapal-kapal akan keluar dari jalur navigasi normal mereka, lalu mematikan transponders (sistem data navigasi) saat akan mendekati garis pantai.  Di banding dengan kapal-kapal kargo internasional pada umumnya, kapal-kapal itu membawa sedikit muatan sekitar 1.000 ton minyak atau disel.

Narasi Kopas Politisi vs Pandangan Realistis Akademisi

Militer Yaman dan para pejabat koalisi mengaku, meskipun saat ini terlihat ada jeda, mereka akan terus berperang untuk menghancurkan AQAP. Seperti biasa, Menteri Luar Negeri Arab Saudi Adel al-Jubeir pada hari Rabu (25/05) di Berlin merilis pernyataan yang sudah menjadi narasi “standart” atau “copy-paste” negara-negara koalisi dukungan AS dalam GWOT, “Al-Qaidah sedang menderita kekalahan di Yaman dan akan terus dikalahkan”.

Namun buru-buru al-Jubeir menjelaskan bahwa mengalahkan al-Qaidah tidak semudah “sulap” dengan membalikkan kedua telapak tangan. “Upaya itu akan memakan banyak waktu, dan kami bertekad untuk terus berperang sampai kami mengalahkan mereka,” ungkapnya.

Elisabet Kendall, seorang akademisi asal Yaman di Universitas Oxford memberi pandangan lain yang lebih realistis. Kendall mengatakan bahwa taktik baru al-Qaidah membuat kelompok itu semakin kenyal dan sulit dikalahkan.

“Mereka selalu berusaha ‘menghilang’ dan membaur dengan kekuatan masyarakat, dan (apalagi) sekarang mereka punya banyak uang. Mereka bisa membeli apapun untuk mendapatkan dukungan warga, mereka juga bisa menjangkau tempat-tempat yang tidak mungkin bisa dijangkau oleh pemerintah. Dan akhirnya, mereka memperoleh simpati.”

Sumber : Reuters
Penulis : Yasin Muslim

Share on Facebook Share on Twitter

Apa Reaksi Anda Tentang Artikel Ini?

Ikuti Topik:

Berikan komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *

 

Berita Lainnya

Arab Saudi

Militer Iran Terlibat dalam Perang Fallujah, Begini Tanggapan Saudi

KIBLAT.NET, Riyadh – Menteri Luar Negeri Arab Saudi, Adil Al-Jubeir mengatakan bahwa Iran telah mencampuri...

Senin, 30/05/2016 18:37 0

Artikel

Ini Catatan Kritis untuk Pansus RUU Tindak Pidana Pemberantasan Terorisme (Bag. 2)

Tulisan ini merupakan lanjutan dari halaman sebelumnya KIBLAT.NET – Ada sejumlah catatan kritis terkait UU...

Senin, 30/05/2016 18:00 0

Info Event

Asyiikk.. Ada 3 Buku Gratis Bertema Ramadhan dari Infaq Dakwah Center

KIBLAT.NET – Ramadhan adalah bulan yang didambakan kaum Muslimin seantero jagat, disambut dengan meningkatkan amal...

Senin, 30/05/2016 17:43 0

Artikel

Ini Catatan Kritis untuk Pansus RUU Tindak Pidana Pemberantasan Terorisme

KIBLAT.NET – Sejak dibentuk pada April 2016 lalu, Pansus Rancangan Undang-undang Tindak Pidana Pemberantasan Terorisme...

Senin, 30/05/2016 15:35 0

Indonesia

Pernyataan Pro-Rakyat Hanya Jadi Slogan Komunis untuk Merebut Kekuasaan

KIBLAT.NET, Jakarta – Komunis selalu mengatakan pro-rakyat dan mengusahakan kemakmuran. Slogan ini hanya sebagai tujuan...

Senin, 30/05/2016 14:54 0

Irak

Milisi Syiah Iraq Hancurkan Lima Masjid Sunni di Al-Karmah

KIBLAT.NET, Baghdad – Tidak sampai satu hari, milisi Syiah telah menghancurkan lima masjid Sunni di...

Senin, 30/05/2016 14:15 0

Indonesia

Pengamat: Belum Ada Pasal yang Menindak Aparat pada Revisi UU Terorisme

KIBLAT.NET, Jakarta – Pasal-pasal yang ada pada UU No 15 Tahun 2003 tentang Tindak Pidana...

Senin, 30/05/2016 14:02 0

Suriah

Sempat Tertunda oleh Hujan, Rezim Assad Kembali Serang Pemukiman Warga di Aleppo

KIBLAT.NET, Aleppo – Serangan udara rezim Bashar Assad kembali memakan korban warga sipil Suriah. Puluhan penduduk...

Senin, 30/05/2016 13:40 0

Indonesia

FPI Minta Pemkot Depok Tindak Tegas Tempat Karaoke Jelang Ramadhan

KIBLAT.NET, Depok – Ketua Dewan Perwakilan Wilayah (DPW) FPI Depok, KH Agus Rahmat meminta Pemerintah...

Senin, 30/05/2016 13:00 0

Irak

AS Mengaku Tewaskan 70 Tentara ISIS di Fallujah

KIBLAT.NET, Washington – Jubir koalisi AS, Kolonel Steve Warren mengklaim pihaknya telah membunuh seorang komandan...

Senin, 30/05/2016 12:31 0

Close