... Waktu Shalat
...
Shubuh
...
Dzuhur
...
Ashar
...
Maghrib
...
Isya
...

In Depth

Mukalla Diserang Koalisi, Bisnis AQAP Terus Beroperasi

Foto: Ilustrasi

KIBLAT.NET – Al-Qaidah barangkali telah terusir keluar dari Mukalla, wilayah yang sempat mereka kuasai dan mereka jadikan basis selama terjadi perang sipil di Yaman, paling tidak untuk sementara.

Namun para militan jihadis itu masih sangat eksis dan dengan kemampuan mobilitas yang ada saat ini mereka berada di wilayah-wilayah lain di bagian selatan Yaman.

Satu hal yang belum berubah, mereka masih bisa mengambil keuntungan finansial dari hasil perdagangan “ilegal” bahan bakar minyak.

Taktik Gerilya yang Masih Relevan

Manuver AQAP (Al Qaidah in Arabian Peninsula) ini merupakan contoh penerapan taktik gerilya klasik yang hingga kini masih relevan dipadu dengan koreografi seni perang generasi ke-4 di era modern untuk memenangkan hati & fikiran.

Para pejuang itu tidak perlu keluar banyak biaya dan sumber daya untuk menduduki wilayah-wilayah baru termasuk di Shabwa, sementara musuh yang sudah terlanjur menguras banyak anggaran untuk mengerahkan pasukan dengan kekuatan maksimum ke Mukalla tidak menemukan “target” yang jelas yang selama ini ingin mereka hancurkan.

Situasi ini sangat berpengaruh terhadap moral tempur pasukan koalisi, sementara mereka harus bertahan entah sampai kapan dan di waktu yang sama menghadapi resiko serangan mematikan yang tak terduga dari para pejuang al-Qaidah.

Satu hal terpenting bahwa AQAP telah memiliki “investasi perang” di Mukalla yang sewaktu-waktu bisa digunakan berupa dukungan dan keberpihakan masyarakat setempat.

Ketika unit penyerang jihadis telah berhasil menyelesaikan misinya, saat itu juga mereka bisa lenyap dengan melebur ke tengah-tengah masyarakat maupun komunitas lainnya sehingga tidak ada kesempatan bagi pasukan militer Yaman & koalisi Saudi  untuk membalas serangan.

BACA JUGA  Baru! Tradisi Ngambek dalam Dunia Literasi Indonesia

Jika ternyata pihak militer nekad melakukan serangan generalisir tanpa membedakan sasaran, maka itu sama artinya dengan bunuh diri.

Tetap ada sejumlah militan yang dilaporkan tewas akibat serangan yang didukung oleh negara-negara Teluk terhadap ibukota ‘de facto’ al-Qaidah, Mukalla, kota pelabuhan terbesar ketiga di Yaman.

Namun, ratusan jihadis lainnya telah bergeser dengan selamat ke propinsi tetangganya di Shabwa, dan propinsi-propinsi lainnya.

Melebur dengan Elemen Riil Kekuatan Lain

Sebulan kemudian pasca serangan koalisi negara-negara Teluk, cabang al-Qaidah di Yaman (AQAP) itu dilaporkan bermanuver dan melebur ke dalam berbagai kelompok bersenjata yang berbeda-beda.

Kelompok-kelompok bersenjata itu menarik pajak dari minyak yang dikirim secara ilegal ke pelabuhan-pelabuhan kecil di sepanjang pesisir Laut Arab.

Demikian menurut sumber-sumber keamanan, warga lokal, dan jasa ekspedisi pelayaran.

Kawasan industri terbesar di Yaman yang sebagian besar berisi fasilitas ekspor gas alam cair yang saat ini masih ditutup di kota industri Belhaf – propinsi Shabwa, wilayahnya terbagi dan sebagian dikuasai oleh al-Qaidah, pasukan loyalis Presiden Hadi, pemberontak Hautsi, dan milisi kesukuan.

Masing-masing pihak tersebut sama-sama mengambil keuntungan dari situasi sangat minimnya pasokan minyak di banyak daerah di pelosok negeri.

Seorang ketua suku mengatakan, “Ada lima pos checkpoint di Shabwa antara Bir Ali dan Ataq yang terhubung dengan wilayah kekuasaan Hautsi. Satu pos checkpoint di jaga oleh militer, satu pos oleh milisi suku, dan satu lainnya dikontrol oleh pelaksana pemerintahan. Sementara al-Qaidah menguasai dua pos pemeriksaan di Azzan.”

BACA JUGA  BJ Habibie Wafat, Ulama dan Tokoh Sampaikan Duka Cita

Jenderal Faraj al-Buhsani, komandan pasukan Yaman yang ikut dalam operasi ofensif terhadap jihadis AQAP di Mukalla sependapat dengan ketua suku tersebut.

Perdagangan, Aktifitas Ekonomi Tak Pernah Mati

“Di Azzan, al-Qaidah mengontrol daerah penghubung perdagangan di mana terjadi transaksi hasil produksi minyak yang berasal dari Belhaf dan juga dari daerah yang menuju Shabwa, dan hingga saat ini masih terus berlangsung. Kami terus mendengar mengenahi hal itu.”

Kelompok-kelompok bantuan mengatakan, Yaman dalam beberapa bulan terakhir hanya menerima pasokan minyak rata-rata kurang dari 10 persen dari total kebutuhan yang mencapai lebih dari 500.000 ton BBM.

Situasi krisis ini terutama disebabkan oleh blokade negara-negara Arab Teluk yang pada awalnya bertujuan mencegah akses senjata bagi Hautsi.

Direktur kantor gubernur Shabwa, Muhsin al-Haj mencoba membela diri terkait peran tanggung jawab pemerintah propinsi dalam mengatasi perdagangan ilegal dengan mengatakan bahwa mereka sedang berjuang mengendalikan situasi dan keamanan di tengah minimnya bantuan dari luar.

“(Propinsi) Shabwa merupakan pusat eksplorasi sumber daya alam yang paling mendasar,” katanya kepada Reuters.

“Di propinsi yang memiliki luas 42.000 km² ini, kami hanya memiliki dua mobil keamanan, itupun tidak dilengkapi dengan senjata,” imbuhnya.

Baca artikel sambungannya: Taktik AQAP di Yaman: Setia Dengan Misi, Fleksibel dengan Aksi.

Share on Facebook Share on Twitter

Apa Reaksi Anda Tentang Artikel Ini?

Ikuti Topik:

Berikan komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *

 

Berita Lainnya

Arab Saudi

Militer Iran Terlibat dalam Perang Fallujah, Begini Tanggapan Saudi

KIBLAT.NET, Riyadh – Menteri Luar Negeri Arab Saudi, Adil Al-Jubeir mengatakan bahwa Iran telah mencampuri...

Senin, 30/05/2016 18:37 0

Artikel

Ini Catatan Kritis untuk Pansus RUU Tindak Pidana Pemberantasan Terorisme (Bag. 2)

Tulisan ini merupakan lanjutan dari halaman sebelumnya KIBLAT.NET – Ada sejumlah catatan kritis terkait UU...

Senin, 30/05/2016 18:00 0

Info Event

Asyiikk.. Ada 3 Buku Gratis Bertema Ramadhan dari Infaq Dakwah Center

KIBLAT.NET – Ramadhan adalah bulan yang didambakan kaum Muslimin seantero jagat, disambut dengan meningkatkan amal...

Senin, 30/05/2016 17:43 0

Artikel

Ini Catatan Kritis untuk Pansus RUU Tindak Pidana Pemberantasan Terorisme

KIBLAT.NET – Sejak dibentuk pada April 2016 lalu, Pansus Rancangan Undang-undang Tindak Pidana Pemberantasan Terorisme...

Senin, 30/05/2016 15:35 0

Indonesia

Pernyataan Pro-Rakyat Hanya Jadi Slogan Komunis untuk Merebut Kekuasaan

KIBLAT.NET, Jakarta – Komunis selalu mengatakan pro-rakyat dan mengusahakan kemakmuran. Slogan ini hanya sebagai tujuan...

Senin, 30/05/2016 14:54 0

Irak

Milisi Syiah Iraq Hancurkan Lima Masjid Sunni di Al-Karmah

KIBLAT.NET, Baghdad – Tidak sampai satu hari, milisi Syiah telah menghancurkan lima masjid Sunni di...

Senin, 30/05/2016 14:15 0

Indonesia

Pengamat: Belum Ada Pasal yang Menindak Aparat pada Revisi UU Terorisme

KIBLAT.NET, Jakarta – Pasal-pasal yang ada pada UU No 15 Tahun 2003 tentang Tindak Pidana...

Senin, 30/05/2016 14:02 0

Suriah

Sempat Tertunda oleh Hujan, Rezim Assad Kembali Serang Pemukiman Warga di Aleppo

KIBLAT.NET, Aleppo – Serangan udara rezim Bashar Assad kembali memakan korban warga sipil Suriah. Puluhan penduduk...

Senin, 30/05/2016 13:40 0

Indonesia

FPI Minta Pemkot Depok Tindak Tegas Tempat Karaoke Jelang Ramadhan

KIBLAT.NET, Depok – Ketua Dewan Perwakilan Wilayah (DPW) FPI Depok, KH Agus Rahmat meminta Pemerintah...

Senin, 30/05/2016 13:00 0

Irak

AS Mengaku Tewaskan 70 Tentara ISIS di Fallujah

KIBLAT.NET, Washington – Jubir koalisi AS, Kolonel Steve Warren mengklaim pihaknya telah membunuh seorang komandan...

Senin, 30/05/2016 12:31 0

Close