... Waktu Shalat
...
Shubuh
...
Dzuhur
...
Ashar
...
Maghrib
...
Isya
...

Titian

Persiapkan Hati, Bulatkan Tekad Sebelum Berjihad

Foto: ilustrasi

KIBLAT.NET – Allah mengetahui bahwa jihad amat berat di dalam hati manusia, tetapi Dia juga mengetahui kemampuan yang dititipkan-Nya kepada manusia dan kekuatan yang tersimpan dalam diri manusia.

Oleh karena itu Allah ‘Azza wa Jalla tidak melupakan fitrah manusia. Dia memberitahukan pada manusia bahwa amal ini (yakni jihad)  memang tidak disukainya. Maka dari itu kita harus mempersiapkan hati kita,  kita harus mempersiapkan kekuatan dan menumbuhkan tekad serta kemampuan, sehingga kita mampu memikul urusan yang besar ini.

Persiapan di sini bukan persiapan fisik, meskipun persiapan fisik merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari I’dad (persiapan kekuatan). Bukan pula persiapan militer, meskipun persiapan militer  merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari I’dad.

Sesungguhnya bekal paling utama dan paling besar yang kita miliki adalah hati yang terletak di dalam dada kita. Kita harus menguatkan hati dan menjaganya dari serangan musuh.

Karena hati yang kuat akan dapat memikul beban yang berat. Sebaliknya hati yang lemah tidak mempunyai keteguhan serta pengaruh apapun dalam kehidupan nyata.

Hati Adalah Sumber Kekuatan

Hati harus selalu dipelihara, karena hati merupakan benteng kokoh yang senantiasa diperebutkan oleh dua penjaga dan diincar oleh dua pasukan. Pasukan Ar-Rahman  dari golongan malaikat dan pasukan setan dari golongan Iblis.

Maka dari itu, kita harus mengetahui pintu-pintu yang dipergunakan syetan untuk masuk ke dalam hati. Kita harus mengetahui tapal batas pertahanan serta memiliki mata hati yang dapat menerangi daerah di sekeliling benteng itu, sehingga musuh tidak dapat menyerang benteng hati kita.

Jika kita berada dalam kegelapan, maka kita tidak bisa melihat sesuatu dan tidak tahu pula apa yang ada di dalam hati.

Sebagaimana Allah ‘Azza wa Jalla menciptakan hati dengan iradah-Nya, maka dengan Iradah-Nya pula Dia menjadikan syetan bisa berjalan didalam pembuluh darah manusia seperti mengalirnya darah. Nabi saw bersabda :

إِنَّ الشَّيْطَانَ يَجْرِى مِنَ الإِنْسَانِ مَجْرَى الدَّمِ

“Sesungguhnya syetan benar-benar bisa berjalan dalam tubuh bani Adam seperti mengalirnya darah.” (HR.Al-Bukhari)

Sempitkanlah saluran-saluran masuknya syetan. Perketat penjagaan di tapal batas pertahanan kita. Bukalah mata serta mata hati dengan cahaya sehingga musuh tidak menyerbu benteng hati di saat lengah.

Ketahuilah bahwa di antara celah yang menjadi jalan masuknya syetan ke dalam benteng pertahananmu adalah sifat rakus.

Sifat yang Membinasakan

Sifat rakus,  adalah sifat yang paling banyak membinasakan umat Islam. Khususnya rakus terhadap kekuasaan dan harta. Rakus terhadap harta menjadikankan kecintaan kepada  kaum munafik jika mereka memberikan kita sesuatu dan membuat kita membenci kaum mukminin apabila mereka tidak memberikan sesuatu pada kita.

Rakus terhadap harta dapat membuat seseorang tega menyakiti hati orang mukmin yang shalih dan bahkan tega menghina kehormatannya sampai ke tingkat yang serendah-rendahnya, apabila dia mencegah dan merintangi dari mendapat sesuatu yang kita inginkan.

        تَعِسَ عَبْدُ الدِّينَارِ وَعَبْدُ الدِّرْهَمِ وَعَبْدُ الْخَمِيصَةِ ، إِنْ أُعْطِىَ رَضِىَ ، وَإِنْ لَمْ يُعْطَ سَخِطَ ، تَعِسَ وَانْتَكَسَ ، وَإِذَا شِيكَ فَلاَ انْتَقَشَ

“Binasalah budak dinar dan budak dirham dan budak pakaian. Jika diberi , ia merasa senang, jika tidak diberi ia marah. Binasalah dan terjungkallah, apaila tertusuk duri tidak dapat mencabutnya.” (HR. Bukhari)

Rasulullah  memanjatkan doa agar Allah tidak menerima ketergelinciran (kesalahan)nya, tidak mencabut duri yang menusuknya dan tidak menolak bahaya yang menimpanya.

Para penguasa thaghut tidak akan terangkat kedudukannya sedemikian tinggi dan para alim ulama serta orang-orang yang shalih tiada akan terjatuh ke tingkat sedemikian rendahnya, jika bukan karena kecintaan terhadap harta dunia, jika tidak karena ketamakan terhadap harta dunia.

Dan jihad itu membebaskan diri seseorang dari ikatan dan belenggu dunia, mengekang seseorang dari kebinalan hawa nafsu dan menghancurkan segala beban dunia yang menggayutinya.

Pada saat kita mengikrarkan niat untuk berjihad, kita telah mengumumkan untuk mengenyahkan segala jerat dunia yang membelenggu dirimu. Pada saat kita melahirkan niat untuk berjihad, maka pada saat itulah kita memproklamirkan bahwa diri kita telah terentas dari kubangan lumpur yang menjadi tempat berkubangnya kebanyakan umat manusia.

Gemerlapnya dunia tidak lagi mengecoh. Kemilaunya dan daya pikatnya tidak akan lagi memperdaya dan menarik kita di belakangnya. Rasulullah saw menjadikan seorang mujahid sebagai lawan perbandingan bagi seorang yang cinta dunia dan kemewahannya, “Binasalah budak dinar dan budak dirham dan budak pakaian. Jika diberi , ia merasa senang, jika tidak diberi ia marah. Binasalah dan terjungkallah, apabila tertusuk duri tidak dapat mencabutnya.”

لَيَأْتِيَنَّ عَلَى النَّاسِ زَمَانٌ يَكُونُ أَفْضَلُ النَّاسِ فِيهِ بِمَنْزِلَةِ رَجُلٍ آخِذٌ بِعِنَانِ فَرَسِهِ فِى سَبِيلِ اللَّهِ كُلَّمَا سَمِعَ بِهَيْعَةٍ اسْتَوَى عَلَى مَتْنِهِ ثُمَّ طَلَبَ الْمَوْتَ مَظَانَّهُ

“Akan datang kepada manusia suatu zaman saat mana orang yang paling utama kedudukannya adalah seseorang yang memegang kendali kudanya di jalan Allah, manakala mendengar suara yang menakutkan, dengan sigap ia menaiki kudanya kemudian segera melesat untuk mencari kematian yang menjadi angan-angannya.” (HR. Ahmad Juz 21/ 5)

Yang pertama adalah budak dinar dan yang kedua adalah hamba ar-Rahman.

Manakala mendengar suara yang menakutkan, maka ia menjadi orang pertama yang datang mengejar ke arah mana datangnya suara tersebut, untuk menjaga kehormatan kaum muslimin, melindungi darah mereka, menjaga anak-anak mereka, melindungi tempat peribadatan mereka, melindungi masyarakat mereka dan menjaga pelaksanaan syari’at yang berjalan di tengah masyarakat Islam yang aman, tenang dan tenteram.

Maka dari itu, jauhilah sifat tamak terhadap harta, khususnya harta jihad. Harta yang khusus diperuntukkan bagi anak-anak yatim, para janda dan para syuhada. Sesungguhnya harta itu diperuntukkan untuk mengisi perut mereka yang lapar, untuk menutup badan mereka yang terbuka, untuk mengalasi kaki mereka yang telanjang, untuk membeli kemah atau selimut bagi keluarga yang telah lama mengalami kepedihan, siksaan, kemelaratan dan kepahitan selama mereka berjuang melindungi agama ini.

Janganlah kita menjadi penghisap darah, jangan sampai menjadi lintah yang menghisap darah orang-orang baik. Apalagi menjadi ‘vampire’ yang menghisap darah para syuhada’ dan hidup di atas tumpukan tulang belulang mereka.

إِنَّ الدُّنْيَا خَضِرَةٌ حُلْوَةٌ وَإِنَّ اللَّهَ عَزَّ وَجَلَّ مُسْتَخْلِفُكُمْ فِيهَا لِيَنْظُرَ كَيْفَ تَعْمَلُونَ فَاتَّقُوا الدُّنْيَا وَاتَّقُوا النِّسَاءَ فَإِنَّ أَوَّلَ فِتْنَةِ بَنِى إِسْرَائِيلَ كَانَتْ فِى النِّسَاءِ

“Sesungguhnya dunia ini manis dan hijau. Sesungguhnya Allah menempatkan kamu semua di sana, lalu melihat bagaimana kamu berbuat. Maka dari itu, takutlah kamu sekalian terhadap dunia dan takutlah terhadap wanita, karena sesungguhnya fitnah pertama yang menimpa bani Isra’il penyebabnya adalah wanita.” (HR. Ahmad).

Penulis : Dhani El_Ashim

Diinisiasi dari buku Tarbiyah Jihadiyah jilid 4 karya Syaikh Abdullah Azzam rahimahullah

 


Jika tulisan ini bermanfaat bagi Anda dan banyak orang, dukung kami membantu terus menginformasikan berita dan tulisan terbaik untuk Anda. Kiblat.net adalah media Islam independen non-partisan yang dikelola mandiri. Anda dapat memberikan donasi terbaik supaya kami dapat terus bekerja di bidang dakwah media.

Donasi Sekarang

Share on Facebook Share on Twitter

Apa Reaksi Anda Tentang Artikel Ini?

Ikuti Topik:

Berikan komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *

 

Berita Lainnya

Indonesia

Mabes Polri Tahan Tiga Petinggi Aliran Sesat Gafatar

KIBLAT.NET, Jakarta – Kepala Divisi Hubungan Masyarakat Polri Irjen Pol Boy Rafli Amar mengatakan Polri...

Jum'at, 27/05/2016 09:50 0

Rohah

Jika Teringat Keagungan Allah, Seorang Sultan Hanya Seperti Anak Kucing

KIBLAT.NET – “Saya mendengar Syaikh dan Imam berkata, Syaikh Al-Baji menuturkan; Syekh kami, `Izz Ad-Din, pergi...

Jum'at, 27/05/2016 09:35 0

Info Event

Meriahkan! “Tarhib Ramadhan” bersama Tangerang Sinergi di Lapangan Ahmad Yani

Dari hari ke hari, Tangerang semakin berkembang menjadi kota dengan beragam potensi, tak terkecuali potensi...

Jum'at, 27/05/2016 09:03 0

Afghanistan

Taliban: Jihad Kami Tetap Menyala Sampai Kiamat

KIBLAT.NET, Kabul – Imarah Islam Afghanistan (Taliban) menegaskan terus melanjutkan jihad dan perjuangan meski pemimpin...

Jum'at, 27/05/2016 08:30 0

Arab Saudi

Jumat Ini: Hari Suci Sekaligus Hari Paling Mudah untuk Pastikan Arah Kiblat

KIBLAT.NET – Jumat ini (27/5), selain menjadi hari suci umat Islam juga menjadi hari yang...

Jum'at, 27/05/2016 08:06 0

Suriah

PBB Hentikan Sementara Upaya Negosiasi di Suriah

KIBLAT.NET, Jenewa – Utusan PBB untuk Suriah, Staffan de Mistura mengatakan bahwa tidak ada babak...

Jum'at, 27/05/2016 07:50 0

Irak

Imam dan Khatib Iraq Desak Pemerintah Tak Libatkan Milisi Syiah dalam Perang Fallujah

KIBLAT.NET, Erbil – Persatuan Imam dan Khatib Masjid di kota Fallujah, Provinsi Anbar, Iraq Barat,...

Jum'at, 27/05/2016 07:25 0

Opini

Jubir ISIS dan Perang Ahzab: Keraguan dan Jawaban Dr Hani As-Sibai

KIBLAT.NET – Beberapa kalangan melihat pidato terbaru juru bicara resmi Daulah Islam (IS/ISIS) Abu Muhammad...

Jum'at, 27/05/2016 06:00 3

Indonesia

Praktisi Kesehatan Jelaskan Banyaknya Kasus Kematian Akibat Miras

KIBLAT.NET, Jakarta – Praktisi kesehatan, Dr. Inggrid Tania, MSi menjelaskan bahwa nasib peminum alkohol kemungkinan...

Kamis, 26/05/2016 20:45 0

Palestina

Sejumlah Mantan Pejabat Israel Peringatkan Adanya Bibit Fasisme dalam Pemerintahan Baru

KIBLAT.NET, Yerusalem – Setiap pemerintahan baru di Israel merepresentasikan sebuah pergeseran yang semakin ke “kanan”...

Kamis, 26/05/2016 20:10 0

Close