Jubir ISIS dan Perang Ahzab: Keraguan dan Jawaban Dr Hani As-Sibai

KIBLAT.NET – Beberapa kalangan melihat pidato terbaru juru bicara resmi Daulah Islam (IS/ISIS) Abu Muhammad Al-Adnani (Sabtu, 21/5) hanya mengulang ancaman yang pernah disampaikan sebelumnya. Komentar yang sama juga disampaikan oleh Dr Hani As-Sibai, direktur lembaga kajian sejarah Al-Maqrezi London. Karena mengulang, As-Sibai pun mengulang komentar lamanya untuk pidato terakhir Al-Adnani. Komentar As-Sibai adalah jawaban atas pertanyaan seorang pemuda berinisial YS, melalui media sosial Facebook.

Setelah mengucapkan salam, YS bertanya, “Saudara Dr Hani, semoga Allah melindungimu. Sebelum ini, Anda telah mengomentari pidato Al-Adnani bahwa ia selalu melontarkan kata-kata ancaman pada saat ia sedang dikepung sana-sini. Saya ingin bertanya kepada Anda, bukankah itu boleh dan Nabi SAW juga melakukannya pada perang Khandaq ketika kaum muslimin dikepung dan tidak ada seorang pun yang merasa aman?

Sebongkah batu besar menghalangi para shahabat ketika menggali parit. Maka mereka mengadukan masalah batu itu kepada Rasulullah, lalu beliau memukul sekali pukulan dan pecah. Spontan, beliau berkata, ‘Persia akan ditaklukan.’ Pada pukulan kedua, batu bertambah pecah, lalu bersabda, ‘Romawi akan ditaklukkan.’ Para shahabat mengucapkan takbir bersama beliau.
Al-Adnani, meskipun saya tidak setuju dengannya, sebagai implementasi ayat ‘Wahai orang-orang yang beriman, jadilah kamu orang yang benar-benar penegak keadilan’ (An-Nisa: 135) dan ‘bahwasanya seorang yang berdosa tidak akan memikul dosa orang lain’ (An-Najm: 38), bukankah kita harus mengatakan apa yang baik darinya juga, selain yang buruk? Menurut saya, itu hak dia untuk mengancam orang-orang kafir dengan mengancam Roma dan Paris berdasarkan janji Rasulullah dalam hal itu, sebagai bagian dari penaklukan Roma. Dan bahwa agama ini akan tersebar pada ke setiap penjuru dunia.”

BACA JUGA  KH Miftachul Akhyar Terpilih Menjadi Ketua Umum MUI 2020-2025

“Itu qiyas yang rusak,” jawab Dr Hani setelah menjawab salam penanya, “Itu sebuah persamaan yang tidak layak untuk kedudukan Nabi SAW.” Tetapi ia mengapresiasi pendapat penanya. Lebih lanjut, Dr Hani menjelaskan kekeliruan pikir penanya:
Pertama, Rasulullah mendapatkan bisikan wahyu dari Rabbnya dan tidak berbicara berdasarkan hawa nafsu. Dengan ini, yakin bahwa Allah akan memenuhi janji dan menolong agama-Nya. Kedudukan ini jauh sekali dengan Al-Adnani yang telah terbukti kebohongannya dalam pidatonya: “Bukan ini manhaj kami.”

Kedua, andai saja ditakdirkan lain, dan Nabi SAW terbunuh dan orang-orang kafir menguasai Madinah, Islam pasti mati dan tidak akan menyebar ke Jazirah Arab dan seluruh alam.

Adapun negara Al-Baghdadi atau yang lebih besar dari itu, seandainya punah dan pemimpin serta anggotanya terbunuh, Islam tidak akan mati disebabkan itu. Apakah Islam mati karena kehancuran Daulah Islam di Andalusia yang pernah jaya selama 8 abad? Apakah Islam di timur dan barat mati dengan kehancuran negara-negara yang berkuasa di dunia ini, seperti Dinasti Utsmani yang memerintah selama 6 abad. Islam tidak mati disebabkan itu!
Ketiga, hadits tentang penaklukan Roma dan tanda-tanda akhir zaman lainnya, kita tidak membantah tentang keshahihan sebagian haditsnya. Tetapi masalahnya, Daulah Islam (ISIS) mengklaim dirinya sebagai representasi hadits-hadits ini! Jadi merekalah “janji Allah” itu. Hal ini tercermin dalam kalimat-kalimat di deklarasi khilafah mereka 1 Ramadhan 1435 lalu.

BACA JUGA  Jejak Dakwah Habib untuk Bangsa

Memastikan sesuatu itu membutuhkan nash dan wahyu dari Allah atau tutur dari Rasulullah yang menyebutkan secara definitif bahwa organisasi Daulah (ISIS) adalah pelakunya. Ini mustahil, tidak ada sama sekali dan tidak akan terjadi karena wahyu telah terputus!

Keenam, siapa yang mengklaim dirinya adalah “janji Allah”; bahwa dia dan kelompoknyalah yang akan menaklukkan Roma, maka ia harus mendatangkan dalil kepada kita! Ya, Roma akan ditaklukkan di akhir zaman di tangan kaum muslimin! Tetapi siapa yang memastikan bahwa itu adalah ISIS? Tentu saja, kita tidak tahu, Allah yang Mahatahu siapa yang akan melakukannya.
As-Sibai meminta kaum muslimin tidak tergoda oleh pidato-pidato Al-Baghdadi dan Al-Adnani karena itu hanya menipu. Daulah Al-Baghdadi telah digunakan untuk menumpahkan darah yang terlindungi, menodai jihad dan membelokkan arah Islam sehingga tidak pantas diikuti. As-Sibai memperkirakan negara ISIS akan punah dalam waktu cepat.

Reporter: Salem

Ingin Langganan Artikel?
Daftarkan emailmu di sini untuk mendapatkan update artikel terbaru.
Anda dapat berhenti langganan kapan saja.
Anda mungkin juga berminat