Setelah Menjamak Taqdim Shalat Maghrib dan Isya’, Bolehkah Langsung Melaksanakan Shalat Sunnah Witir Setelahnya?

KIBLAT.NET – Para ulama berbeda pendapat tentang shalat witir apabila shalat maghrib dan isya dijamak taqdim (digabungkan pada shalat magrib), apakah boleh langsung melaksanakan witir sementara secara normal waktu isya’ belum masuk.

Pendapat yang paling rajih dalam permasalahan ini adalah yang mengatakan boleh. Sebagaimana yang dipegang oleh mazhab Syafi’i dan Hambali. Karena apabila shalat maghrib dan isya’ sudah dijama’ maka  boleh baginya melaksanakan witir setelah selesai menjamak shalat isya’. Pendapat ini didasarkan pada hadis dari Khalid bin Zaid bahwa Nabi bersabda;

إن الله قد أبدلكم صلاة خيراً من كذا وكذا مابين صلاتاً المغرب إلى صلاة الفجر وهي الوتر

“Sesungguhnya Allah telah menggantikan untuk kalina shalat yang lebih baik daripada ini dan ini, yaitu antara shalat maghrib hingga masuk waktu shalat fajar, ia adalah witir.”

Demikian juga dalil lain yang menguatkannya, di antaranya adalah  dalil qiyas. Yaitu apabila shalat fardhu (wajib) saja boleh didahulukan pada waktu maghrib maka shalat witir yang terhitung sebagai shalat sunnah yang mengikutinya, tentu lebih utama dalam hal ini. Sama halnya, apabila shalat isya’ saja boleh didahulukan bukan pada waktunya maka kebolehan shalat witir tentu lebih utama.

Inilah pendapat yang paling rajih menurut kami dan berbeda dengan pendapat yang diungkapkan oleh Mazhab Malikiyah dan Hanafiah, dimana mereka berkata bahwa shalat witir tidak boleh dilaksanakan kecuali setelah masuk waktu shalat isya’, maka tidak boleh melakukan witir kecuali setelah lenyapnya syafak yaitu hilangnya awan merah.

Penulis : Fakhruddin

Disarikan dari kanal telegram Syaikh Abdul Aziz At-Tarifi, https://telegram.me/drr_altarefe.

Ingin Langganan Artikel?
Daftarkan emailmu di sini untuk mendapatkan update artikel terbaru.
Anda dapat berhenti langganan kapan saja.
Anda mungkin juga berminat