... Waktu Shalat
...
Shubuh
...
Dzuhur
...
Ashar
...
Maghrib
...
Isya
...

Titian

7 Kiat Membangkitkan Semangat Dakwah Pemuda (Bag. 1)

Foto: Pemuda Islam

KIBLAT.NET – Pada zaman Nabi SAW, para pemuda memiliki peranan penting dalam mendakwahkan agama Islam. Banyak sahabat yang memeluk Islam pada masa awal dakwah di Makkah berasal dari kalangan pemuda. Abu Bakar saat itu baru berusia 37 tahun. Umar bin Khathab baru berusia 27 tahun. Utsman bin Affan, Ali bin Abi Thalib, Abdullah bin Mas’ud, Abdurrahman bin Auf, Sa’id bin Zaid, Mush’ab bin Umair, Bilal bin Rabah, dan lain-lain berusia lebih muda dari mereka. Juru dakwah Islam yang pertama kali diutus ke Madinah adalah seorang pemuda, yaitu Mush’ab bin Umair.

Pada masa dakwah dan jihad di Madinah, banyak pemuda yang memiliki peranan penting. As’ad bin Zurarah, Sa’ad bin Mu’adz, Usaid bin Hudhair, Zaid bin Tsabit, Mu’adz bin Jabal, dan tokoh-tokoh besar Madinah lainnya adalah para pemuda. Mereka berada dalam barisan terdepan setiap kali Rasulullah SAW memerlukan tenaga, pikiran, harta, dan bahkan jiwa mereka.

Keadaan tersebut berlanjut pada masa penyebaran Islam ke luar Jazirah Arab. Pada masa kekuasaan Daulah Umawiyah dan Daulah Abbasiyah, ribuan pemuda muslim dari generasi sahabat dan tabi’in memberikan sumbangsih terbaik mereka dalam jihad pembebasan negeri Irak, Syam, Mesir, Libya, Afrika Utara, dan Afrika Barat. Mereka pula yang menempuh jarak perlananan ribuan kilometer hingga Islam memasuki wilayah Afghanistan, Pakistan, Kasymir, India, Asia Tengah, dan China.

Jejak keutamaan dan sumbangsih besar para pemuda Islam tersebut tentu sangat kontras dengan kondisi mayoritas pemuda dan pemudi Islam saat ini. Tak terkecuali dengan pemuda dan pemudi Islam di negeri ini. Bagaimana caranya agar para pemuda dan pemudi Islam saat ini bisa kembali kepada kemuliaan, keteladanan, dan kepahlawanan mereka sebaiamana terjadi pada masa-masa yang telah lampau?

Syaikh Abdullah bin Nashih Al-Ulwan, dosen Universitas King Abdul Aziz Jeddah dan seorang tokoh pendidikan Islam kondang, dalam ceramahnya yang berjudul Daurus Syabab fi Hamli Risalatil Islam menyebutkan tujuh kiat penting. Berikut ini penjelasan ringkas tentang tujuh kiat tersebut.

Pertama: Menyadarkan Para Pemuda Tentang Tujuan Hidup Mereka

Banyak pemuda dan pemudi Islam yang hari ini telah lalai dari tujuan mereka diciptakan oleh Allah di muka bumi ini. Banyak di antara mereka yang memusatkan perhatian dan kerja kerasnya untuk meraih prestasi pendidikan, pekerjaan yang mapan, dan kemapanan ekonomi semata. Untuk urusan akhirat, mereka mencukupkan diri dengan ibadah ritual pribadi seperti shalat, shaum Ramadhan, dzikir, dan tilawah Al-Qur’an. Tidak sedikit pula yang beranggapan apabila telah mampu melaksanakan ibadah haji, maka keislamannya telah sempurna.

Benar, apa yang mereka lakukan merupakan bagian dari ibadah. Namun juga perlu disadari bahwa Allah menciptakan manusia tidak untuk tujuan meraih keshalihan pribadi semata. Ibadah kepada Allah semata juga menuntut seorang pemuda dan pemudi muslim untuk peduli terhadap umat manusia di sekitarnya. Banyak umat Islam di sekitarnya yang belum mengenal ajaran Islam dengan baik. Banyak umat Islam di sekitarnya yang masih melakukan kemaksiatan-kemaksiatan dan kemungkaran-kemungkaran yang diharamkan oleh Islam. Banyak anaka-anak, remaja, pemuda, dan orang tua yang bahkan sekedar membaca Al-Qur’an pun belum bisa.

BACA JUGA  Tes Antibodi Dinilai Dapat Menekan Dampak Ekonomi Akibat Covid-19

Terhadap semua fakta umat Islam di sekitar kehidupannya tersebut, seorang pemuda dan pemudi muslim tidak boleh menutup mata. Ia memiliki kewajiban dakwah, amar ma’ruf, dan nahi mungkar kepada umat Islam. Dakwah, amar ma’ruf, dan nahi mungkar adalah bagian dari ibadah kepada Allah dalam dimensinya yang luas. Sebagaimana Allah SWT firmankan,

وَلْتَكُنْ مِنْكُمْ أُمَّةٌ يَدْعُونَ إِلَى الْخَيْرِ وَيَأْمُرُونَ بِالْمَعْرُوفِ وَيَنْهَوْنَ عَنِ الْمُنْكَرِ وَأُولَئِكَ هُمُ الْمُفْلِحُونَ

Hendaklah di antara kalian ada satu kelompok yang mengajak umat manusia kepada kebaikan, memerintahkan perbuatan yang ma’ruf, dan mencegah dari perbuatan yang mungkar. Mereka itulah orang-orang yang meraih keberuntungan. (QS. Ali Imran [3]: 104)

Dalam ayat yang lain, Allah SWt berfirman,

كُنْتُمْ خَيْرَ أُمَّةٍ أُخْرِجَتْ لِلنَّاسِ تَأْمُرُونَ بِالْمَعْرُوفِ وَتَنْهَوْنَ عَنِ الْمُنْكَرِ وَتُؤْمِنُونَ بِاللَّهِ

Kalian adalah sebaik-baik umat yang dimunculkan (oleh Allah) kepada umat manusia, (karena) kalian memerintahkan perbuatan yang ma’ruf, mencegah dari perbuatan yang mungkar, dan beriman kepada Allah. (QS. Ali Imran [3]: 110)

Maka keshalihan pribadi semata belumlah cukup. Prestasi akademik yang memuaskan, pekerjaan yang mapan, dan kesuksesan duniawi semata cuga belum cukup. Hal itu masih harus disempurnakan dengan mengajak dan membimbing umat manusia di sekelilingnya untuk bersama-sama melaksanakan kewajiban beribadah kepada Allah semata. Pada saat itulah, seorang pemuda dan pemudi muslim baru benar-benar keluar dari kelompok manusia yang merugi. Sebagaimana firman Allah SWT,

 *وَالْعَصْرِ *  إِنَّ الْإِنْسَانَ لَفِي خُسْرٍ  *  إِلَّا الَّذِينَ آَمَنُوا وَعَمِلُوا الصَّالِحَاتِ وَتَوَاصَوْا بِالْحَقِّ وَتَوَاصَوْا بِالصَّبْرِ

Demi masa. Sesungguhnya manusia itu benar-benar berada dalam kerugian. Kecuali orang-orang yang beriman, mengerjakan amal saleh, saling menasihati supaya menaati kebenaran dan saling menasihati supaya menetapi kesabaran. (QS. Al-‘Ashr [103]: 1-3)

Kesadaran ini pula yang mendorong ribuan pemuda Islam dari generasi sahabat dan tabi’in untuk berangkat ke negeri-negeri yang jauh dari kampung halaman mereka.

Panglima perang Imperium Persia, Rustam, dalam dialognya dengan utusan pasukan Islam, Rib’i bin Amir, merasa heran dengan tindakan kaum muslimin. Kaum muslimin berasal dari negeri tengah padang pasir, Makkah dan Madinah, yang aman dan jauh dari peradaban dunia luar. Kenapa mereka tiba-tiba mengerahkan pasukan jihad ke negeri-negeri yang berada di bawah kekuasaan Imperium Romawi dan Imperium Persia? Padahal kekuatan militer kaum muslimin jauh lebih kecil dari kekuatan Imperium Romawi dan Imperium Persia.

BACA JUGA  Ahmad Riza Patria Terpilih Menjadi Wagub DKI Jakarta

Rustum berkata kepada utusan pasukan Islam, Mughirah bin Syu’bah RA,

إِنَّكُمْ جِيرَانُنُا وَكُنَّا نُحْسِنُ إِلَيْكُمْ وَنَكُفُّ اْلأَذَى عَنْكُمْ، فَارْجِعُوا إِلىَ بِلاَدِكُمْ وَلاَ نَمْنَعْ تِجَارَتَكُمْ مِنَ الدُّخُولِ إِلَى بِلاَدِنَا

Sesunguhnya kalian adalah tetangga-tetangga kami dan selama ini kami berbuat baik kepada kalian serta menahan diri kami dari memerangi negeri kalian. Maka kembalilah ke negeri kalian, niscaya kami tidak akan menghalangi perdagangan kalian memasuki negeri-negeri kami.”

Mughirah bin Syu’bah RA dengan yakin dan mantap menjawab,

إِنَّا لَيْسَ طَلَبُنَا الدُّنْيَا، وَإِنَّمَا هَمُّنَا وَطَلَبُنَا الآخِرَةُ، وَقَدْ بَعَثَ اللهُ إِلَيْنَا رَسُولاً قَالَ لَهُ: إِنِّي قَدْ سَلَّطْتُ هَذِهِ الطَّائِفَةَ عَلَى مَنْ لَمْ يَدِنْ بِدِينِي فَأَنَا مُنْتَقِمٌ بِهِمْ مِنْهُمْ، وَأَجْعَلُ لَهُمُ الْغَلَبَةَ مَا دَامُوا مُقِرِّينَ بِهِ، وَهُوَ دِينُ الْحَقِّ، لاَ يَرْغَبُ عَنْهُ أَحَدٌ إِلاَّ ذَلَّ، وَلاَ يَعْتَصِمُ بِهِ إِلاَّ عَزَّ.

“Sesungguhnya kami tidak mencari dunia. Tujuan dan keinginan kami hanyalah akhirat. Allah telah mengutus seorang rasul kepada kami, yang kepadanya Allah telah menyatakan  ‘Sesungguhnya Aku akan menguasakan kelompok (orang beriman) ini atas orang yang tidak memeluk agama-Ku. Aku akan menimpakan azab kepada mereka melalui perantaraan kelompok orang beriman tersebut. Aku akan mengaruniakan kemenangan kepada mereka selama mereka masih mengakui (dan mengamalkan) agama-Ku. Ia adalah agama yang benar. Tiada seorang pun yang membenci agama-Ku itu melainkan ia akan terhina, dan tiada seorang pun yang berpegang teguh dengan agama-Ku itu melainkan ia akan berjaya’.” (Al-Bidayah wan Nihayah, 9/621)

Rustum tidak puas dengan utusan pasukan Islam tersebut. Maka Rustum meminta panglima pasukan Islam, Sa’ad bin Abi Waqash RA, mengirim seorang utusan lainnya untuk mengadakan perundingan. Maka Sa’ad bin Abi Waqash mengirim Rib’i bin Amir.

“Kenapa kalian datang ke negeri kami?” tanya Rustum.

Maka Rib’i bin Amir memberikan jawaban singkat namun tegas dan mantap, dengan menerangkan tugas hidup seorang muslim. Jawaban tersebut diabadikan oleh tinta emas sejarah,

اَللهُ ابْتَعَثَنَا لِنُخْرِجَ مَنْ شَاءَ مِنْ عِبَادَةِ الْعِبَادِ إِلَى عِبَادَةِ اللهِ، وَمِنْ ضِيقِ الدُّنْيَا إِلَى سَعَتِهَا، وَمِنْ جَوْرِ اْلأَدْيَانِ إِلَى عَدْلِ اْلإِسْلاَمِ، فَأَرْسَلَنَا بِدِينِهِ إِلَى خَلْقِهِ لِنَدْعُوَهُمْ إِلَيْهِ،

Allah telah mengutus kami untuk mengeluarkan hamba-hamba yang dikehendaki-Nya, dari pengabdian kepada sesama manusia kepada pengabdian kepada Allah semata, dari sempitnya kehidupan dunia kepada luasnya kehidupan dunia, dan dari kezaliman agama-agama kepada keadilan Islam. Allah telah mengutus kami kepada seluruh makhluk-Nya dengan agama-Nya, supaya kami mengajak mereka kepada agama-Nya.” (Al-Bidayah wan Nihayah, 9/622)

Wallahu a’lam bish-shawab.

Referensi:

Abdullah bin Nashir Al-Ulwan, Daurus Syabab fi Hamli Risalatil Islam, Kairo: Darus Salam, cet. 1, 1402 H.

Ibnu Katsir, Al-Bidayah wan Nihayah, Kairo: Dar Hajar, cet. 1, 1418 H.

Penulis: Fauzan

Share on Facebook Share on Twitter

Apa Reaksi Anda Tentang Artikel Ini?

Ikuti Topik:

One comment on “7 Kiat Membangkitkan Semangat Dakwah Pemuda (Bag. 1)”

  1. Amir syarifudin

    Cari ilmu

Berikan komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *

 

Berita Lainnya

Indonesia

Teringat Nasib Udin, Keluarga Tak Yakin Basri DPO Poso Akan Menyerahkan Diri

KIBLAT.NET, Poso – Terkait Operasi Tinombala yang masih berlangsung hingga saat ini. Berbagai upaya terus...

Sabtu, 21/05/2016 14:30 0

Artikel

11 Alasan Mengapa Muslim Harus Safar

KIBLAT.NET – Safar atau bepergian adalah hal yang tidak bisa dilepaskan dari kehidupan manusia. Saat...

Sabtu, 21/05/2016 13:45 0

Indonesia

DPO Anggota Santoso Dihimbau Menyerahkan Diri, Begini Janji Polisi

KIBLAT.NET, Poso – Satuan Tugas Operasi Tinombala 2016 pada Jum’at (20/05) melalui Polres Poso menyebarkan maklumat...

Sabtu, 21/05/2016 12:31 0

Rohah

Gambaran Kengerian dalam Hati Orang Kafir

“(Ingatlah), ketika Tuhanmu mewahyukan kepada para malaikat, ‘Sesungguhnya Aku bersama kamu, maka teguhkan (pendirian) orang-orang...

Sabtu, 21/05/2016 11:21 0

Indonesia

Cabut Ribuan Perda Miras, Pemerintah Ingin Miras Tak Dilarang Semuanya

KIBLAT.NET, Jakarta  – Kementerian Dalam Negeri akan mencabut 3.266 peraturan daerah yang dianggap menghambat investasi...

Sabtu, 21/05/2016 11:13 0

Indonesia

Aliran Sesat Resahkan Warga Depok, Begini Ajarannya

KIBLAT.NET, Depok – Warga Depok dihebohkan dengan ajaran sesat yang disebut dengan aliran Amanah Keagungan...

Sabtu, 21/05/2016 10:42 0

Konsultasi

Setelah Menjamak Taqdim Shalat Maghrib dan Isya’, Bolehkah Langsung Melaksanakan Shalat Sunnah Witir Setelahnya?

KIBLAT.NET – Para ulama berbeda pendapat tentang shalat witir apabila shalat maghrib dan isya dijamak...

Sabtu, 21/05/2016 10:01 0

Rusia

Rusia Ajak AS Serang Oposisi Suriah yang “Tidak Taat”

KIBLAT.NET, Moskow – Menteri Pertahanan Rusia, Sergei Shoigu, Jumat (20/05), menyampaikan bahwa negaranya mengajak koalisi...

Sabtu, 21/05/2016 09:30 0

Indonesia

Sidang MKD Ruhut Sitompol Akan Digelar Tertutup

KIBLAT.NET, JAKARTA – Ruhut Sitompul akan segera dihadapkan sidang Mahkamah Kehormatan Dewan (MKD) pada Selasa...

Sabtu, 21/05/2016 08:48 0

Suriah

Hasan Nasrallah Akan Tambah Pasukan di Suriah

KIBLAT.NET, Beirut – Pemimpin Organisasi Teroris Syiah Hizbullah Lebanon, Hasan Nasrallah, Jumat (20/05), kembali menegaskan...

Sabtu, 21/05/2016 07:50 0

Close