FIPS Sindir Pihak yang Memandang “Abu-Abu” Konflik Suriah

KIBLAT.NET, Jakarta – Aliansi Merah Putih Peduli Suriah menggelar aksi solidaritas yang bertajuk #StopBurningAleppo. Kegiatan yang disisipi aksi teatrikal tersebut digelar di depan kantor Kedubes Suriah di Jakarta pada Senin (09/05).

Dalam aksi tersebut, Sekjen FIPS (Forum Indonesia Peduli Syam) Abu Harits turut menyampaikan aspirasinya mengenai krisis kemanusiaan yang menimpa kamu Muslimin di Suriah.

“Kriminalitas yang dia (Bashar Al-Assad) lakukan di Suriah akan menjadi catatan pula bagi masyarakat dunia bahwa saat ini sedang terjadi ‘terorizm state’ atau negara yang meneror rakyatnya sendiri,” tegas aktivis yang beberapa kali menyampaikan bantuan ke Suriah ini kepada Kiblat.net di tengeh-tengah aksi.

Melihat konflik yang kian memanas, Sekjen FIPS ini menyampaikan bahwa apa yang dialami kaum Muslimin di Suriah saat ini tidak menutup kemungkinan juga akan terjadi di negara-negara lainnya.

“Apa yang terjadi di Suriah tidak menutup kemungkinan juga terjadi di negara-negara lainnya ketika penguasa tirannya tidak lagi mendengarkan aspirasi rakyat,” ujarnya.

Mengenai sejumlah aksi solidaritas yang ada, Abu Harits menegaskan bahwa pihaknya hanya menekankan isu kemanusiaan di Suriah saat ini, yang bertolak belakang dengan dengan klaim “perang sipil” sebagaimana yang digaungkan beberapa orang maupun lembaga.

“Kami hanya menekankan isu kemanusiaan mengenai kondisi Suriah saat ini. Kita tidak perlu menggunakan analisa-analisa yang terlalu jauh, hanya cukup menggerakkan hati nurani kita sebagai manusia (untuk melihat kondisi Suriah),” paparnya.

BACA JUGA  Pesan PKS ke Listyo: Polri Bukan Alat Kekuasaan

“Catatan penting kita hari ini adalah banyak di antara lembaga-lembaga atau personal individu yang masih melihat abu-abu terkait masalah Suriah ini. Sementara apa yang terjadi di sana telah menjadi krisis kemanusiaan terbesar seperti yang disampaikan oleh PBB sendiri,” tegasnya.

Reporter: Dio Alifullah
Editor: Hunef Ibrahim

Ingin Langganan Artikel?
Daftarkan emailmu di sini untuk mendapatkan update artikel terbaru.
Anda dapat berhenti langganan kapan saja.
Anda mungkin juga berminat