... Waktu Shalat
...
Shubuh
...
Dzuhur
...
Ashar
...
Maghrib
...
Isya
...

News

Lebih dari 100.000 Pengungsi di Perbatasan Turki Dalam Krisis Kebutuhan Pokok

Foto: MSF mendistribusikan bantuan di perbatasan Turki-Aleppo Suriah

KIBLAT.NET – Lebih dari 100 ribu orang terjebak di perbatasan Turki, di Kabupaten Azaz Aleppo berada dalam krisis kebutuhan pokok. Kondisi mereka sangat memprihatinkan, seperti dilaporkan Doctors Without Borders/Médecins Sans Frontières (MSF) baru-baru ini. Lebih dari 35.000 pengungsi sebelumnya juga melarikan diri sejak 10 April, setelah kelompok Negara Islam atau ISIS menduduki kamp tempat mereka telah tinggal.

Muskilda Zancada, pimpinan MSF yang berada di lapangan menggambarkan kondisi mereka yang memprihatinkan dan membutuhkan bantuan pokok untuk bertahan hidup.

“Keprihatinan utama kami saat ini adalah tentang keselamatan orang-orang yang baru mengungsi,” ungkapnya. Sumber dari dalam Suriah yang ia hubungi mengatakan bahwa semua orang sangat takut. Mereka takut bahwa perang hanya berjarak tujuh kilometer dari tempat mereka hidup. Warga sipil khawatir terhadap jaminan keamanan.

Aktivis berharap situasi akan stabil, namun itu sangat sulit diprediksi. Yang bisa dipastikan, bahwa dalam waktu dekat, para pengungsi baru itu harus mendapatkan kebutuhan hidup yang signifikan dan berkelanjutan.

Banyak orang mengalami trauma, melarikan diri dalam situasi sangat traumatis. Mereka mengumpulkan apa pun yang mereka bisa dan mencari daerah paling aman, tetapi hampir tidak ada tempat yang aman. Mereka memerlukan bantuan untuk kebutuhan dasar hidup. Mereka membutuhkan makanan, air, dan sanitasi. Bagaimana mereka akan bertahan jelas merupakan keprihatinan besar dan mendesak bagi mereka.

BACA JUGA  Rudal Militer Suriah "Kejar" Warga Hingga ke Kamp Pengungsian

Sejauh ini, 5.000 orang telah menerima dukungan dari MSF yang juga berkoordinasi dengan lembaga swadaya masyarakat lain dan melakukan penilaian untuk memastikan makanan, air, dan kebutuhan sanitasi terpenuhi.

Perpindahan baru-baru ini, yang dimulai sekitar 12 hari yang lalu terdiri atas dua gelombang. Gelombang pertama adalah mereka yang melarikan diri memiliki waktu untuk mengumpulkan barang-barang. Mereka adalah orang-orang yang sudah mengungsi sebelumnya. Mereka berhasil bergerak dengan tenda-tenda mereka, jerigen, dan barang-barang bantuan lainnya.

Kemudian ada aliran kedua. Mereka harus melarikan diri dari akibat pertempuran sangat dekat ke tempat tinggal mereka. Jadi mereka harus buru-buru pergi. Mereka tidak mampu membawa apa-apa dan sebagai hasilnya, mereka adalah orang-orang yang paling membutuhkan bantuan pokok yang dapat digunakan untuk bertahan hidup.

Reporter: Salem
Sumber: doctorswithoutborders.org

Share on Facebook Share on Twitter

Apa Reaksi Anda Tentang Artikel Ini?

Ikuti Topik:

Berikan komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *

 

Berita Lainnya

Indonesia

Polri Tersandung Siyono, Mantan Kompolnas: Rasain Lo!

KIBLAT.NET, Jakarta — Beberapa waktu lalu, Amnesty Internasional meminta negara untuk menginvestigasi pelanggaran HAM Polri....

Kamis, 28/04/2016 07:00 0

Siyasah

Ketika ISIS dan Taliban Bersaing di Afghanistan

KIBLAT.NET – Kelompok Negara Islam, juga dikenal sebagai ISIS, adalah pendatang baru di Afghanistan. ISIS...

Kamis, 28/04/2016 06:00 2

Indonesia

Saksi: Ditembak dan Jatuh, Terduga Anggota Santoso Masih Ditembak Lagi Tiga Kali

KIBLAT.NET, Poso — Kembali, satu orang terduga anggota Santoso, tewas ditembak, pada Ahad (24/04) lalu....

Rabu, 27/04/2016 22:07 0

Indonesia

Ombudsman Minta Polri Buka-bukaan dalam Kasus Siyono

  KIBLAT.NET, Jakarta — Perkembangan kasus dugaan pembunuhan Siyono (32) oleh Densus 88 mendapat sorotan dari Ombudsman...

Rabu, 27/04/2016 21:09 0

Wilayah Lain

Afiliasi Al Qaidah Disebut Bertanggung Jawab Atas Tewasnya Aktivis Gay Bangladesh

KIBLAT.NET, Dhaka – Sebuah kelompok yang berafiliasi dengan Al Qaidah disebut bertanggung jawab atas pembunuhan...

Rabu, 27/04/2016 18:00 0

Wilayah Lain

DK PBB Tolak Klaim Israel atas Dataran Tinggi Golan

KIBLAT.NET, New York – Dewan Keamanan PBB menolak klaim Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu yang...

Rabu, 27/04/2016 16:00 0

Turki

Kurdi PKK Siap Perang Habis-habisan Lawan Turki

KIBLAT.NET, Ankara – Pemimpin kelompok Partai Pekerja Kurdistan (PKK) Cemil Bayik menyatakan siap menghadapi serangan...

Rabu, 27/04/2016 15:30 0

Myanmar

Pemimpin Muslim Myanmar: Biksu Budha dan Muridnya Kerap Memicu Kekerasan

KIBLAT.NET, Rakhine – Para biksu di Myanmar dan murid-muridnya kerap membuat provokasi agar timbul kekerasan....

Rabu, 27/04/2016 14:30 0

Indonesia

Dilaporkan ke MKD, Ruhut: Kalau Perlu Laporkan Tuhan

KIBLAT.NET, Jakarta – Pengurus Pusat Pemuda Muhammadiyah akan melaporkan Ruhut Sitompul ke Mahkamah Kehormatan Dewan...

Rabu, 27/04/2016 14:00 0

Turki

Lawan ISIS di Suriah, Turki Tempatkan Senjata Berat di Perbatasan

KIBLAT.NET, Ankara – Turki telah bersepakat dengan Amerika Serikat untuk menempatkan senjata berar di wilayah...

Rabu, 27/04/2016 12:30 0

Close