... Waktu Shalat
...
Shubuh
...
Dzuhur
...
Ashar
...
Maghrib
...
Isya
...

In Depth

Penarikan Anggota AQAP dari Al-Mukalla dan Arahan Syaikh Al-Wuhaysi

Foto: Salah satu acara yang digelar AQAP di Al-Mukalla beberapa waktu lalu. Acara tersebut bertujuan mendekatkan antara pejuang AQAP dan warga

KIBLAT.NET, Hadramaut – Penarikan diri para pejuang Al-Qaidah dari ibukota Provinsi Hadramaut, Al-Mukalla, sangat mengejutkan berbagai pihak. Pasalnya, cabang Al-Qaidah yang dikenal dengan nama Al-Qaeda in the Arabian Peninsula (AQAP) itu tak melakukan perlawanan sengit. Mereka menarik diri secara teratur dalam waktu cepat sehingga memungkinkan pasukan pemerintah Yaman yang didukung koalisi Saudi mengambil alih pusat-pusat pemerintahan dengan mudah.

Sumber medis yang dilansir portal Al-Araby Al-Jadid bahkan menyebutkan, jumlah korban dalam pertempuran dua hari itu hanya 27 orang, dengan rincian 15 anggota militer dan 7 anggota AQAP, sementara sisanya warga sipil. Hal ini menunjukkan, pertempuran tidak berlangsung sengit di kota yang sangat strategis itu.

Sejumlah media melaporkan, melansir dari sumber-sumber mereka di lapangan, para pemimpin AQAP menemui sejumlah ulama dan tokoh setempat sebelum operasi militer pemerintah diluncurkan. Hasil pertemuan itu menyarakankan AQAP untuk menarik diri dari Al-Mukalla. Hal itu untuk mencegah korban dan kerusakan lebih banyak. Pasalnya, sudah menjadi kebiasan pasukan pemerintah ketika menargetkan kelompok-kelompok yang dianggap teroris dengan serangan brutal, tanpa membedakan sipil dan militan.

Terlepas dari alasan-alasan tersebut, pendiri sekaligus mantan pemimpin AQAP Syaikh Nasir Al-Wuhaysi telah memberikan arahan-arahan perjuangan untuk menjadi pendoman para anggotanya di Yaman. Arahan-arahan itu terungkap dalam dua suarat yang didapat dari dokumen Syeikh Usamah bin Ladin di Abbottabad dan al-Qaidah Maghrib Islam (AQIM). Dalam surat itu, Al-Wuhaysi menuliskan beberapa poin terkait posisi mujahidin AQAP di Yaman:

1. Al-Qaidah pusat memberi saran kepada AQAP untuk tidak membentuk sebuah negara Islam di Yaman.

“Setelah kami menguasai sejumlah wilayah yang ada, General Command (Al-Qaidah) menyarankan kepada kami untuk tidak menyatakan pembentukan sebuah kerajaan Islam atau negara dengan sejumlah alasan,” tulis Al-Wahaysi.

2. Bila mendirikan sebuah Imarah atau Negara Islam di Yaman, AQAP tidak akan bisa menyediakan semua kebutuhan rakyat.

“Kami tidak dapat menekan warga sipil atas nama imarah, karena kita tidak akan mampu menyediakan semua kebutuhan mereka. Terutama karena negara kita sedang rentan”.

3. Masih ada perasaan takut bila harus bersinggungan dengan urusan dunia.

“Takut gagal bila harus berkecimpung dengan urusan dunia. Jika hal ini terjadi, kemungkinan mereka akan mulai putus asa dan menganggap bahwa jihad adalah suatu hal yang sia-sia. Karena alasan inilah kita menganggap saran dari Al-Qaidah adalah yang bijak”.

4. Tidak ingin mengganggu perjuangan mujahidin Al-Shabab di Somalia, yang merupakan afiliasi Al-Qaidah di Afrika Timur.

“Dia (Wuhaysi) juga tidak ingin mengganggu saudaranya di Somalia (al-Shabab), karena para mujahidin mereka telah menguasai sebagian besar wilayah di negara Afrika Timur tersebut,”

5. Mujahidin AQAP ingin menerapkan syariat bila sudah bisa memahamkan warga sipil secara perlahan. Hal ini dikarenakan, rakyat Yaman tidak hidup di bawah pemerintahan Islam dalam waktu lama, dan Wuhayshi beralasan bahwa mereka perlu diperkenalkan kembali mengenai hukum syariah dengan gaya Al-Qaidah.

6. Ingin menarik dukungan dari rakyat Yaman dengan memberikan segala kebutuhan yang warga perlukan.

“Cobalah untuk memegakan mereka melalui kemudahan hidup dan dengan mengurus kebutuhan sehari-hari mereka, seperti makanan, listrik dan air,” tulis Wuhaysi pada bulan Mei 2012.

“Menyediakan kebutuhan ini akan memiliki pengaruh besar pada orang-orang, dan akan membuat mereka bersimpati dengan kami dan merasa bahwa nasib mereka terikat dengan kita. Ini adalah pengalaman singkat kami,” tambahnya.

Penulis: Dio Alifullah/Sulhi El-Izzi
Editor: Hunef Ibrahim

Share on Facebook Share on Twitter

Apa Reaksi Anda Tentang Artikel Ini?

Ikuti Topik:

Berikan komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *

 

Berita Lainnya

Indonesia

Selain Dilaporkan ke MKD, Ruhut Juga Diadukan ke SBY

KIBLAT.NET, Jakarta – Selain melapor ke Majelis Kehormatan DPR (MKD), Muhammadiyah juga akan mengadukan Ruhut...

Kamis, 28/04/2016 07:30 0

Suriah

Lebih dari 100.000 Pengungsi di Perbatasan Turki Dalam Krisis Kebutuhan Pokok

KIBLAT.NET – Lebih dari 100 ribu orang terjebak di perbatasan Turki, di Kabupaten Azaz Aleppo...

Kamis, 28/04/2016 07:05 0

Indonesia

Polri Tersandung Siyono, Mantan Kompolnas: Rasain Lo!

KIBLAT.NET, Jakarta — Beberapa waktu lalu, Amnesty Internasional meminta negara untuk menginvestigasi pelanggaran HAM Polri....

Kamis, 28/04/2016 07:00 0

Siyasah

Ketika ISIS dan Taliban Bersaing di Afghanistan

KIBLAT.NET – Kelompok Negara Islam, juga dikenal sebagai ISIS, adalah pendatang baru di Afghanistan. ISIS...

Kamis, 28/04/2016 06:00 2

Indonesia

Saksi: Ditembak dan Jatuh, Terduga Anggota Santoso Masih Ditembak Lagi Tiga Kali

KIBLAT.NET, Poso — Kembali, satu orang terduga anggota Santoso, tewas ditembak, pada Ahad (24/04) lalu....

Rabu, 27/04/2016 22:07 0

Indonesia

Ombudsman Minta Polri Buka-bukaan dalam Kasus Siyono

  KIBLAT.NET, Jakarta — Perkembangan kasus dugaan pembunuhan Siyono (32) oleh Densus 88 mendapat sorotan dari Ombudsman...

Rabu, 27/04/2016 21:09 0

Arab Saudi

Ulama Puji Syaikh Ath-Tharifi dan Desak Pemerintah Membebaskannya

KIBLAT.NET, Riyadh – Sejumlah ulama Arab Saudi, Selasa (26/04), meramaikan kampanye solidaritas terhadap Syaikh Abdul...

Rabu, 27/04/2016 19:00 0

Suriah

Rusia Gelontorkan Rp 12 Triliun untuk Pemulihan Infrastruktur Suriah

KIBLAT.NET, Moscow – Rusia telah menandatangani kesepakatan dengan Suriah untuk pemulihan infrastruktur di negara yang...

Rabu, 27/04/2016 18:30 0

Wilayah Lain

Afiliasi Al Qaidah Disebut Bertanggung Jawab Atas Tewasnya Aktivis Gay Bangladesh

KIBLAT.NET, Dhaka – Sebuah kelompok yang berafiliasi dengan Al Qaidah disebut bertanggung jawab atas pembunuhan...

Rabu, 27/04/2016 18:00 0

Amerika

Mayoritas Pejabat AS Desak Negara Berikan Dana Militer untuk Israel

KIBLAT.NET, Washington – Lebih dari 80% dari Senator AS telah menandatangani surat berisi desakan kepada...

Rabu, 27/04/2016 17:00 0

Close