... Waktu Shalat
...
Shubuh
...
Dzuhur
...
Ashar
...
Maghrib
...
Isya
...

In Depth

Imam Bukhari Pun Menjauhi “Pintu-Pintu” Penguasa

Foto: Ilustrasi istana para raja

“Barangsiapa yang tinggal di pedalaman maka wataknya akan keras, barangsiapa yang sibuk dengan perburuan maka dia akan lalai (dari banyak ibadah) dan barangsiapa yang mendatangi pintu-pintu penguasa maka dia akan terkena fitnah”. (HR Tirmidzi dan beliau berkata hadits hasan gharib)

KIBLAT.NET – Sabda Rasulullah SAW di atas diamini oleh sahabat Hudzaifah bin Yaman, ia pun berkata, “Hindarilah oleh kalian pintu-pintu fitnah”. Saat itu ada yang bertanya, “Apakah pintu-pintu fitnah tersebut?” Beliau menjawab, “Yaitu pintu-pintu penguasa”. Salah seorang dari kalian mendatangi penguasa kemudian membenarkan kedustaannya dan berkata tentang hal-hal yang tidak ada pada diri penguasa tersebut.” (Lihat: Al Adab Asy Syariyyah 3/459)

Sabda Nabi SAW dan atsar Hudzaifah bin Yaman tersebut menjelaskan kepada kita akan kehati-hatian dalam mendekati pintu-pintu penguasa. Terlebih jika penguasa yang didekati adalah penguasa zalim. Tentunya berbeda penyikapan antara penguasa zalim dan penguasa adil. Penguasa adil berhak mendapatkan pertolongan dan bantuan, sebagaimana yang dilakukan Urwah bin Zubair kepada Umar bin Abdul Azis. Sementara terhadap penguasa zalim para salaf menjauh dari pintu-pintu mereka karena takut tertimpa fitnah.

Di antara contoh salaf yang menjauh dari pintu penguasa adalah Amirul mukminin fil hadits yaitu Muhammad bin Ismail Al-Bukhari. Syaikh Abdussalam Al-Mubarakfuri dalam tulisan beliau yang berjudul “Siiratul Imam Al Bukhari” menulis satu bahasan yang berjudul “Al Ibti’ad an abwabil umara was Salatahin” (menjauhkan diri dari pintu-pintu penguasa).

Imam Bukhari merupakan ulama yang betul-betul berusaha menjauhkan diri dari pintu penguasa apalagi duduk-duduk bersama mereka. Imam Bukhari menghindari untuk memuji para penguasa yang dalam menjalankan pemerintahannya tidak memperhatikan yang hak dan yang batil. Beliau berkeyakinan bahwa seseorang akan sulit menjaga keistiqamahan dalam beragama jika mereka dekat-dekat dengan para penguasa. Berapa banyak orang-orang shalih yang tergelincir karena berdekat-dekat dengan para penguasa.

Adalah Khalid bin Ahmad Adz-Dzuhli gubernur Bukhara saat itu. Saat Imam Bukhari kembali ke Bukhara mulailah para penuntut ilmu berdatangan menuntut ilmu kepada beliau. Gaung beliau semakin terkenal dan memenuhi angkasa. Mendengar hal itu Khalid bin Ahmad Adz-Dzuhli memerintahkan utusannya untuk mendatangi Imam Bukhari dan meminta beliau mengajarinya dan anak-anaknya Shahih Bukhari dan tarikh di istana kerajaan.

Mendapat tawaran seperti itu Imam Bukhari menolaknya. Dengan penolakan ini Imam Bukhari seolah menegaskan kepada dunia bahwa masih ada orang yang menghormati ilmu dan memberikan hak ilmu tersebut sebagaimana yang dilakukan oleh Imam Malik bin Anas. Orang-orang seperti ini tidak mengacuhkan permusuhan manusia terhadap mereka, tidak tertipu oleh dinar dan dirham serta tidak tergiur oleh pangkat yang tinggi.

Menjawab tawaran utusan kerajaan tersebut Imam Bukhari lantas berkata, “Saya tidak akan menghinakan ilmu dan tidak akan  membawanya ke pintu para penguasa.”

Mendapati sikap tegas Imam Bukhari itu membuat penguasa Bukhara menawarkan kesepakatan lain. Jika Bukhari enggan untuk datang ke istana dan mengajari keluarganya, maka bagaimana kalau Bukhari menyediakan waktu khusus untuk keluarga istana yang mana kajian itu hanya boleh diikuti oleh keluarga istana saja. Begitulah tawaran Khalid bin Ahmad Adz Dzuhli kepada Imam Bukhari.

Imam Bukhari pun menolak permintaan tersebut. Hal ini karena ilmu ini adalah warisan nabi dan semua orang memiliki hak yang sama dalam mendapatkan ilmu ini tanpa ada pengkhususan. Dan Imam Bukhari meminta kepada gubernur Bukhara untuk mendatangi majelisnya di rumah atau di masjid bersamaan dengan yang lainnya, jika ingin menuntut ilmu dari Bukhari. Imam Bukhari berkata, “Jika Anda tidak setuju dengan penawaranku ini, Anda kan penguasa, silahkan larang aku untuk mengadakan majelis ilmu, agar bisa menjadi udzur bagiku di hadapan Allah pada hari kiamat bahwa aku tidak menyembunyikan ilmu.”

Mendapat jawaban seperti itu gubernur Bukhara murka besar dan dia berusaha untuk mengusir Bukhari dari Bukhara, akan tetapi keinginannya itu gagal karena Bukhari sudah terlanjur dicintai dan disukai oleh masyarakat Bukhara. Sampai akhirnya sang gubernur memerintahkan kepada beberapa orang untuk membuat tuduhan-tuduhan yang membuat masyarakat marah terhadap Imam Bukhari.

Di antara tuduhan yang dialamatkan kepada Imam Bukhari adalah, beliau dituduh berfatwa bahwa “jika ada dua orang yang menyusu dari satu kambing maka keduanya menjadi mahram”. Tuduhan-tuduhan keji yang dialamatkan kepada Imam Bukhari akhirnya mampu membuat rakyat marah dan penguasa saat itu akhirnya mengusir Imam Bukhari dari Bukhara.

Inilah contoh generasi salaf dalam memposisikan diri terhadap penguasa. Ibnu Muflih dalam Al Adab Asy Syariyyah menukil dari Said bin Musayyab, “Jika engkau melihat seorang alim mengelilingi penguasa, maka hati-hatilah terhadapnya karena dia adalah seorang pencuri.”

Penulis: Miftahul Ihsan Lc

... shares
Share on Facebook Share on Twitter

Apa Reaksi Anda Tentang Artikel Ini?

Ikuti Topik:

Berikan komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *

 

Berita Lainnya

Indonesia

Klarifikasi Ucapan Said Aqil, 2 Putra Baasyir Datangi Kantor PBNU

KIBLAT.NET, Jakarta – Dua putra Ustadz Abu Bakar Baasyir, Rasyid Ridho Baasyir dan Abdur Rahim...

Kamis, 28/04/2016 16:28 0

Suriah

Rusia Ingin Ahrar Syam dan Jaisyul Islam Masuk dalam Daftar Teroris, PBB: Kita Tolak

KIBLAT.NET, Washington – Amerika Serikat menolak permintaan Rusia ke Dewan Keamanan PBB untuk menempatkan dua...

Kamis, 28/04/2016 16:00 0

Suriah

Staf Rumah Sakit yang Melarikan Diri Masih Dibom Rusia

KIBLAT.NET, Aleppo – Setidaknya 30 orang tewas dan 62 lainnya luka-luka ketika sebuah pesawat tempur...

Kamis, 28/04/2016 15:00 0

Indonesia

Awal Ramadhan dan Syawal Yayasan Al-Azhar Bareng dengan Muhammadiyah

KIBLAT.NET, Jakarta – Bulan Ramadhon tinggal menghitung hari. Untuk menetapkan awal Ramadhan dan Syawal, Yayasan Pendidikan Islam...

Kamis, 28/04/2016 14:30 0

Indonesia

Umat Islam Solo: Pecat Ruhut Sitompul

KIBLAT.NET, Solo – Pernyataan nyleneh anggota Komisi III Ruhut Sitompol terhadap pengaduan beberapa lembaga atas pelanggaran...

Kamis, 28/04/2016 14:00 0

Indonesia

Komnas Perlindungan Anak: Seperti Narkoba, Rokok Juga Harus Diwaspadai

KIBLAT.NET, Jakarta – Pemerhati anak Seto Mulyadi yang akrab disapa Kak Seto mengatakan, prevalensi merokok...

Kamis, 28/04/2016 13:30 0

Info Event

Hadiri!! Tabligh Akbar dengan Tema “Mengapa Umat Islam Selalu Terzalimi”

Mengundang Seluruh kaum Muslimin untuk hadir dalam acara Tabligh Akbar Sehari Bersama Tokoh Islam, dengan...

Kamis, 28/04/2016 13:12 0

Indonesia

Pemuda Muhammadiyah: Densus 88 Mengedepankan Nalar Perang dari Proses Hukum

KIBLAT.NET, Jakarta – Amnesty Internasional beberapa waktu lalu mendesak pemerintah Indonesia untuk melakukan evaluasi terkait...

Kamis, 28/04/2016 12:30 0

Suriah

Begini Cara Pejuang Lindungi Keluarga dari Incaran Jet Suriah

KIBLAT.NET, Damaskus – Beberapa hari ini pertempuran antara pejuang oposisi Suriah dan tentara rezim kembali...

Kamis, 28/04/2016 11:51 0

Video Kajian

Fiqih Masbuq dalam Shalat Jumat [Dr Ahmad Zain An Najah, MA]

KIBLAT.NET – Shalat Jumat merupakan shalat yang dilakukan sepekan sekali dan hukumnya wajib bagi umat...

Kamis, 28/04/2016 09:30 0