Barang Bukti Anggota Santoso Asal Uighur yang Ditembak Belum Bisa Dirilis

KIBLAT.NET, Poso – Kabid Humas Polda Sulteng AKBP Hari Suprapto mengungkapkan kebenaran tertembaknya Mustafa Genc alias Mus’ab, anggota Mujahidin Indonesia Timur (MIT) di Desa Patiwunga Kecamatan Poso Pesisir Selatan. Pernyataan tersebut disampaikannya melalui rilis resmi Polda Sulteng di Mapolres Poso, Rabu (27/04).

Selain itu, ia juga menyampaikan perlawanan Mustafa yang menyebabkannya ditembak saat ditanya perihal identitas. Namun, AKBP Hari belum juga memperlihatkan barang bukti yang menunjukkan perlawanan Mustafa sehingga harus dilumpuhkan dan berujung dengan ditembak mati.

“Pada saat itu kurang lebih pukul 18.30 WITA ada beberapa orang melintas di Desa Patiwunga tepatnya di depan SLTP Negeri 1 Poso Pesisir Selatan. Kemudian setelah diketahui salah satu anggota, menyampaikan anggota yang lain untuk melakukan pencegatan di SLTPN 1. Ternyata saat itu masih ada dan berkelompok dengan posisi 1 orang di depan dan 4 orang di belakang. Pada saat ditanya tentang identitas, yang bersangkutan tidak menjawab malah mengeluarkan parang. Kami keluarkan tembakan peringatan namun tetap maju sehingga terpaksa kami lumpuhkan,” ungkap tuturnya.

Hal ini terlihat berbeda dengan penangkapan Ibad dan Faqih, dimana saat itu pihak Kopassus dan Kostrad yang menangkap tidak sampai menembak mati keduanya.

Ketika ditanya lebih lanjut soal barang bukti, Kabid Humas mengatakan bahwa barang bukti yang digunakan Mustafa untuk melawan masih dalam tahap identifikasi dan pemeriksaan, yang kemudian nantinya akan dikumpulkan setelah itu baru dibeberkan ke publik.

BACA JUGA  Ustadz Abu Bakar Baasyir Bebas Jumat Pekan ini

“Ya barang bukti itu ada, masih kita kumpul untuk pemeriksaan. Nanti kita beberkan ke publik,” ujarnya.

Berdasarkan Surat Keterangan Pers Operasi Tinombala 2016 tentang identitas terduga teroris yang tertembak di Desa Patiwunga dinyatakan bahwa Mustafa Genc alias Mus’ab meninggal dunia saat terjadi kontak senjata antara petugas dengan kelompok Santoso. Menurut saksi mata, Mustafa ditembak 5 kali. Tiga tembakan terakhir dilakukan ketika ia sudah tersungkur di tanah.

Reporter: Ahmad Sutedjo (Poso)
Editor: M. Rudy

Ingin Langganan Artikel?
Daftarkan emailmu di sini untuk mendapatkan update artikel terbaru.
Anda dapat berhenti langganan kapan saja.
Anda mungkin juga berminat