CIIA: Kasus Siyono Bongkar Persoalan Kontra Terorisme

KIBLAT.NET, Jakarta – Direktur The Community of Ideological Islamic Analyst (CIIA), Harits Abu Ulya, menyatakan bahwa dalam menangani kasus Terorisme, saat ini Kapolri tidak pernah sesuai dengan UU Terorisme tahun 2003 nomor 15. Karena dalam UU tersebut tertulis penanganan terduga teroris melalui prosedur, ditangkap dan dilumpuhkan, kemudian dibawa ke pengadilan.

“Amanah dalam UU itu kan ditangkap dan dilumpuhkan, kalau kemudian sampai adanya korban terduga, dan kemudian tersangka itu menimbulkan kematian, itu harus di pertaggungjawabkan,” ujar Haris kepada wartawan Kiblat.net, Selasa (26/04).

Dia juga menilai bahwa kasus Siyono adalah kunci kotak pandora (rahasia) dari sebuah persoalan yang selama ini tersimpan dalam kasus kontra terorisme. Karena, selama ini pertanggungjawaban hukum oleh aparat tidak pernah terjadi.

“Siyono itu hanya menjadi kunci pintu masuk dari persoalan-persoalan yang lain, dan Amnesty Internasional melihat ini momentum baik untuk membuka persoalan pada publik tentang pentingnya Polri bisa diaudit dan langkah-langkah yang mereka lakukan transparan,” tuturnya.

Dia juga berharap agar kasus Siyono diteruskan pada ranah pengadilan.

“Tidak bisa hanya berhenti pada level sidang kode etik dan polisi harus berani untuk transparan bertanggung jawab atas hilangnya nyawa Siyono,” pungkasnya.

Seperti diketahui, kasus meninggalnya Siyono di tangan Densus 88 saat penyeledikian meramaikan jagat Indonesia. Densus 88 yang selama ini seakan kebal hukum atas kebrutalannya mulai menjadi sorotan banyak pihak. Bahkan, Amnesty Internasional ikut bersuara mendesak penyelidikan dugaan pelanggaran HAM detasemen khusus Mabes Polri yang telah membunuh seratus lebih warga Indonesia yang baru terduga teroris itu.

BACA JUGA  Babak Akhir Praperdilan, Pengacara HRS: Semoga Gugatan Dikabulkan Seluruhnya

Reporter: Furqon Amrulloh
Editor: Hunef Ibrahim

Ingin Langganan Artikel?
Daftarkan emailmu di sini untuk mendapatkan update artikel terbaru.
Anda dapat berhenti langganan kapan saja.
Anda mungkin juga berminat