... Waktu Shalat
...
Shubuh
...
Dzuhur
...
Ashar
...
Maghrib
...
Isya
...

Fokus

Ramai Kasus Penculikan oleh Abu Sayyaf, Malaysia Batasi Akses Perairan Sabah

Foto: Peta perairan Sabah

KIBLAT.NET, Mindanao – Pemerintah Malaysia telah menutup perbatasan Sabah dengan daerah otonom di Tawi-Tawi dikarenakan santernya kasus penculikan kelompok Abu Sayyaf di perairan tersebut.

Ketua Menteri Sabah, Musa Aman membeberkan pada Sabtu (16/04) bahwa pihaknya telah menutup aktivitas perdagangan yang telah berjalan puluhan tahun di Sandakan dan kota-kota pantai timur lainnya sebagai bagian dari langkah-langkah keamanan yang telah disepakati oleh Kabinet Sabah. Penutupan ini juga dilaksanakan di tujuh kabupaten Sabah pada jam 19:00 hingga 05:00.

Diketahui, bentuk perdagangan di wilayah itu dikenal mengadopsi sistem barter atau tukar menukar barang. Selain itu ada pula pengiriman produk minyak bumi dan gas di Timur Sabah.

Pemerintah menerapkan aturan bila ada kapal asing yang berlayar pada jam-jam tersebut maka kapal mereka akan disita, dan apabila kapal pedagang Malaysia berlayar maka akan diberikan perlindungan ketat.

Musa juga membeberkan rencana penangguhan layanan feri antara Kudat dan Palawan akibat masifnya penculikan di perairan tersebut.

Sekretaris eksekutif Wilayah Otonomi Muslim Mindanao (ARMM), Laisa Alamia mengkonfirmasikan bahwa pihak berwenang Malysia telah menutup perbatasan Sabah seiring dengan santernya kasus penculikan Abu Sayyaf.

“Pemerintah Malaysia telah menutup perbatasan Sabah dengan daerah otonom yang biasanya menjadi jalur perdagangan lintas batas. Hal ini dikarenakan banyaknya kasus penculikan oleh kelompok Abu Sayyaf (ASG),” ujarnya.

Menurutnya, kasus penculikan ini telah membesar seiring dengan pembicaraan Gubernur Mujiv Hataman di Manila yang sedang mempersiapkan operasi untuk menangani kelompok Abu Sayyaf.

“Kegiatan penculikan Abu Sayyaf (ASG) sekarang menjadi besar lantaran disebabkan Gubernur Mujiv Hataman (ARMM) sedang menggelar pertemuan di Manila untuk merancang operasi mengenai Abu Sayyaf ini,” paparnya.

Alamia mengatakan, pembicaraan mengenai kelompok Abu Sayyaf kini masih tertahan dengan harapan bahwa pemerintah Kuala Lumpur juga terlibat dalam keputusan ini.

Sumber: Global Nation
Penulis: Dio Alifullah

... shares
Share on Facebook Share on Twitter

Apa Reaksi Anda Tentang Artikel Ini?

Ikuti Topik:

Berikan komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *

 

Berita Lainnya

Philipina

Abu Sayyaf Kembali Sandera Empat Warga Indonesia

KIBLAT.NET, Manila – Kelompok Abu Sayyaf kembali menyandera empat warga Indonesia di perairan Tawi-Tawi. Pihak...

Ahad, 17/04/2016 12:30 0

Indonesia

Kabar Kematian Santoso Dibantah Polda Sulteng

KIBLAT.NET, Poso – Kepala Bidang Humas Polda Sulteng AKBP Hari Suprapto membantah pimpinan Mujahidin Indonesia...

Ahad, 17/04/2016 11:24 0

Wilayah Lain

Polandia: Rusia Lebih Berbahaya dari ISIS

KIBLAT.NET, Bratislava – Menteri Luar Negeri Polandia memperingatkan pihak internasional bahwa Rusia lebih berbahaya daripada...

Ahad, 17/04/2016 10:31 0

Arab Saudi

Innalillah, Imam Masjid Nabawi Syaikh Muhammad Ayyub Wafat

KIBLAT.NET, Riyadh – Kabar duka datang dari Kota Suci Madinah di Arab Saudi. Syaikh Muhammad...

Ahad, 17/04/2016 09:48 0

Palestina

Tujuh Ribu Lebih Warga Palestina di Penjara Israel

KIBLAT.NET, Yerussalem – Dalam rangka mengingat Hari Tahanan Palestina yang jatuh pada Ahad (17/04), Military...

Ahad, 17/04/2016 09:38 0

Rilis Syamina

Download Lapsus Syamina: Gagal di Suriah, PBB Membuat Prevent Violent Extremism

Setelah berulangkali mengeluarkan resolusi untuk mengatasi konflik di Suriah, dengan rapor buruk, PBB mengeluarkan Plan of Action to Prevent Violent Extremism (PVE). Dengan program PVE-nya, Barat berusaha mendefenisikan ulang Islam. Meski dalam retorikanya ingin perdamaian dan persatuan, realitanya mereka justru berusaha memecah belah Islam dengan membuat pengelompokan: Islam moderat dan Islam ekstrim. Padahal, “Islam adalah Islam, dan akan selalu demikian hingga hari kiamat.”

Ahad, 17/04/2016 07:00 0

Indonesia

Soal Kiriman Surat Kaleng, ISAC: Ada Upaya Pelemahan Muhammadiyah dan Komnas HAM dalam Advokasi Siyono

KIBLAT.NET, Klaten – Belum lama ini Pengurus Pusat Muhammadiyah mendapat surat keleng yang intinya mempertanyakan...

Sabtu, 16/04/2016 18:55 0

Amerika

Pesawat Ini Diklaim AS Mampu Mengacaukan Komunikasi ISIS

KIBLAT.NET, Washington – Amerika Serikat telah mengerahkan pesawat taktis ke garis depan pertempuran yang mampu...

Sabtu, 16/04/2016 17:53 0

Artikel

Anda Dapat Menghindari Kemacetan dengan Fitur Baru Google Maps Ini

KIBLAT.NET, Jakarta – Google Maps saat ini telah resmi meluncurkan feature terbarunya yaitu mencari jalan...

Sabtu, 16/04/2016 16:31 0

Indonesia

Beda Alasan BNPT dan Menkopulhukam soal Pemindahan Abu Bakar Ba’asyir

KIBLAT.NET, Jakarta – Ustadz Abu Bakar Ba’asyir yang mendapat vonis pengadilan sebagai tersangka terorisme dipindahkan...

Sabtu, 16/04/2016 15:55 0

Close