... Waktu Shalat
...
Shubuh
...
Dzuhur
...
Ashar
...
Maghrib
...
Isya
...

In Depth

Soal Menangkan Hati dan Pikiran Rakyat, AQAP Lampaui ISIS (Bag. 2)

Artikel sebelumnya…

Efektifitas Strategi Re-Branding

Dengan latar belakang perang sipil yang begitu kompleks di Yaman, Ansharus Syariah –nama yang populer di kalangan masyarakat setempat untuk merujuk ke AQAP– telah berhasil meraih banyak kemajuan dalam perang melawan pemberontak Hautsi. Hautsi sendiri merupakan kelompok Syiah dukungan Teheran yang menjadi musuh bersama antara AQAP, koalisi pimpinan Arab Saudi, dan pasukan loyalis Presiden Yaman Abd Rabbuh Mansour Hadi.

AQAP berhasil memperluas wilayah kekuasaannya di empat propinsi dari 21 propinsi yang ada di Yaman, termasuk mengontrol kota pelabuhan terbesar ketiga di negara itu, al-Mukalla City. Ekspansi wilayah mereka berkembang dengan begitu cepat. Sejak Desember, kelompok-kelompok militan jihadis afiliasi AQAP merebut lima kota dan dua ibukota propinsi di Yaman bagian selatan.

Seorang peneliti dari American Enterprise Institute sekaligus ahli masalah al-Qaidah, Katherine Zimmerman mengatakan, “Mereka (AQAP) mengisi kekosongan politik. Mereka (juga) tidak menyebut diri mereka sebagai sebuah negara, namun secara konsisten mempromosikan pelayanan publik. Intinya, mereka menebarkan kebajikan.” Penduduk Yaman tidak dalam posisi menolak apa yang ditawarkan oleh AQAP. Lebih dari separuh penduduk Yaman hidup di bawah garis kemiskinan. Hari ini, 20 juta warga yang berarti mencapai 80 persen dari seluruh jumlah penduduk sangat membutuhkan bantuan kemanusiaan.

Publikasi Pun Perlu Di-manage

Dalam berbagai gambar-foto dan artikel berita yang disebarkan oleh akun-akun media sosial AQAP, termasuk koran al-Masra, mempublikasikan secara luas bagaimana kelompok jihadis ini membangun infrastruktur jembatan-jembatan, sumur galian untuk mendukung sanitasi dan pengadaan air bersih, memperbaiki jalan yang rusak, serta mendistribusikan bantuan kemanusiaan di seluruh wilayah yang dikuasainya. Beberapa gambar-foto juga memperlihatkan bagaimana para pejuang jihadis itu menerapkan hukuman hudud sesuai dengan Syariat islam, namun tidak secara vulgar menampilkan bagian-bagian sensitif dalam rangka edukasi terhadap masyarakat yang selama bertahun-tahun dijauhkan dari agama mereka.

Sementara ISIS tidak memiliki kepekaan semacam itu. Sebagai contoh, sekitar tiga pekan yang lalu kelompok jihadis Sunni loyalis al-Baghdadi ini mengklaim telah melakukan hattrick serangan bom “bunuh diri” di kota Aden yang menewaskan 22 orang. Gaya serangan sejenis ini dianggap merupakan satu-satunya aksi yang maksimal mampu dilakukan oleh ISIS di Yaman hari ini pada saat mereka tidak menguasai suatu wilayah tertentu, dan ke depan  kemungkinan mereka tidak akan berkembang. Ketika ISIS mengirim anggota-anggotanya dari Iraq dan Suriah untuk membangun basis di semenanjung Arabia bagian barat daya itu, mayoritas pemimpinnya berasal dari Arab Saudi. Padahal masyarakat Muslim di Yaman sangat kental dengan kesukuan, dan mereka mencari sosok ataupun entitas bernuansa lokal untuk bersama-sama memerangi musuh mereka.

BACA JUGA  Darurat Sipil di Tengah Wabah Corona dan Kegagalan Mao Zedong

Inilah kelebihan yang dimiliki al-Qaidah, bahwa para militan agen-agen mereka secara kasat mata berintegrasi dengan masyarakat lokal, sejak awal sudah terlibat dalam tata-pemerintahan di tingkat lokal, lalu mengambil manfaat dari rasa kekhawatiran masyarakat Muslim terhadap ancaman pembunuhan dan penganiayaan oleh pemberontak Syiah Hautsi. Kelompok cabang al-Qaidah ini juga terlibat dalam berbagai kesepakatan kemitraan dan aliansi dengan komunitas-komunitas kesukuan di tengah masyarakat Muslim Ahlus-Sunnah, bahkan beberapa anggotanya menikah dengan wanita-wanita dari keluarga terpandang di area tersebut dalam rangka mempermudah hubungan. Bentuk-bentuk kesepakatan, dan seberapa jauh keterlibatan AQAP dalam tata pemeritahan, berbeda-beda dari satu kota dengan kota atau wilayah lainnya.

Inpirator, Sekaligus Sutradara dan Pengawas di Balik Layar

Terkadang, unit-unit pasukan proksi AQAP menawarkan jaminan keamanan dari ancaman Hautsi kepada warga Muslim lokal sampai wilayah tersebut berada di bawah kontrol mereka dan stabilitas keamanan bisa terwujud. Al-Qaidah memiliki fasilitas persenjataan dan pelatihan untuk mempersiapkan pejuang dan milisi suku-suku lokal berperang melawan Hautsi. Untuk itu, AQAP dan afiliasi-afiliasinya meminta suku-suku untuk tidak mengijinkan musuh-musuh AQAP memasuki wilayah mereka. Dan secara teori, kekuasaan akan kembali kepada suku-suku tersebut.

Selanjutnya orang akan melihat, “Owh.., ini bukan pemerintahan AQAP, jadi al-Qaidah tidak menguasai kota itu,” kata Zimmerman. Tetapi realitanya, ini merupakan bagian dari strategi jangka panjang di mana (sebetulnya) AQAP telah membangun pemerintahan melalui pasukan-pasukan dan kekuatan proksi mereka, serta mengontrol keluar masuk barang kebutuhan dan komoditas di wilayah itu.

Pembagian Kekuasaan Ala al-Qaidah

Gagasan mengenahi “pembagian kekuasaan” barangkali dianggap bertentangan dengan doktrin gerakan-gerakan Islamis-Jihadis terkait dengan kesetiaan secara total. Dan realitanya memang bukan “pembagian kekuasaan” ala trias-politika demokrasi, tetapi lebih pada filosofi bahwa organisasi jihadis tidak berambisi menguasai atau menundukkan suatu komunitas masyarakat tertentu, tetapi mereka mengambil peran untuk mendorong dan menginspirasi masyarakat Muslim ikut terlibat dalam proyek Islami mendirikan pemerintahan. Untuk itu, kelompok ini terus melakukan rekrutmen dan melatih penduduk Yaman yang ingin bergabung berperang melawan Hautsi. Bulan lalu saja, serangan drone AS menyasar sebuah kamp pelatihan AQAP di Mukalla, menewaskan sekitar 50 orang.

Penanaman Ideologi Yang Efektif Adalah Lewat Pengalaman

Sejak awal mula perang di Yaman, AQAP tidak hanya fokus pada pengajaran aspek ideologi terhadap anggota-anggota yang baru direkrut, tetapi mereka juga menyediakan senjata-senjata dan memberikan pelatihan fisik bagi masyarakat Muslim setempat supaya mampu melindungi diri dan wilayah mereka sendiri. Tetapi kemudian, mayoritas orang-orang baru yang telah direkrut dan dipersenjatai itu akan berfikir dengan cara dan sudut pandang al-Qaidah.

BACA JUGA  Darurat Sipil di Tengah Wabah Corona dan Kegagalan Mao Zedong

Setelah melalui pengalaman tempur dan mengalami kehidupan di parit-parit peperangan, orang-orang baru yang telah direkrut itu mengalami perubahan cara berfikir mereka. Inilah bentuk penanaman ideologi yang sangat efektif dan berjangka panjang.  Beberapa pejuang al-Qaidah bahkan tidak mengidentifikasi diri mereka sebagai al-Qaidah. Dalam hal ini AQAP tidak menuntut baiat yang bersifat ideologis, itulah mengapa mereka bisa sedemikian rupa berkembang secara signifikan.

Tetap Menjadi Ancaman Serius Bagi Amerika

Meskipun saat ini mereka giat memperkuat basis dukungan masyarakat dan komunitas-komunitas Islam di Yaman, AQAP masih menjadi salah satu ancaman terbesar bagi AS. Kelompok ini memiliki sejumlah personil yang sangat ahli membuat bom dalam barisan mereka. Dan mereka telah melancarkan sejumlah serangan terhadap Barat pasca 11/9. Para ahli bom AQAP bertanggung jawab atas percobaan serangan dalam insiden pada tahun 2009 yang terkenal dengan istilah “bom celana dalam”, oleh seorang pelaku bernama Umar Farouk Abdulmutallab. Umar Farouk adalah anak seorang bankir kaya asal  Nigeria dan sempat mengenyam pendidikan tinggi di Eropa dengan catatan “clean” pada saat melakukan perjalanan sebagai the lone traveler ke Amerika. Meski gagal, sejumlah pengamat terorisme, termasuk Juan Zarate penasehat kontra terorisme Gedung Putih, menganggap plot-serangan itu sebagai sesuatu yang smart dan inovatif yang telah berhasil lolos dari screening-system keamanan bandara di tiga negara. Setahun kemudian, kelompok cabang al-Qaidah ini mengaku bertanggung jawab atas pengiriman bom yang dimodifikasi dalam sebuah kartrid printer via pos.

Kecerdasan Pemimpin Jihadis  dan Kebingungan Amerika

Kemampuan membuat bom AQAP serta kapasitas kelompok jihadis itu dalam melancarkan serangan-serangan canggih berskala besar tidak berkurang. Tetapi sebagai sebuah gerakan jihadis global, al-Qaidah memiliki prioritas. Serangan masif berskala besar terhadap AS dan Eropa akan mengalihkan fokus kebijakan kontra-terorisme negara-negara di dunia dari ISIS, serta berpotensi membahayakan mobilitas dan capaian al-Qaidah di sejumlah medan konflik regional-internasional saat ini.

Jika dalam masa tertentu tidak ditemukan adanya serangan dari AQAP, tidak berarti cabang al-Qaidah di Semenanjung Arabia ini sudah tidak mampu lagi melancarkan serangan, ataupun mereka sudah tidak lagi berminat menyerang Amerika. Hal itu semata-mata karena para pemimpin al-Qaidah cukup cerdas untuk memanfaatkan situasi kebingungan Amerika dalam rangka mempersiapkan diri untuk perjuangan di masa yang akan datang.

Penulis: Yasin Muslim


Jika tulisan ini bermanfaat bagi Anda dan banyak orang, dukung kami membantu terus menginformasikan berita dan tulisan terbaik untuk Anda. Kiblat.net adalah media Islam independen non-partisan yang dikelola mandiri. Anda dapat memberikan donasi terbaik supaya kami dapat terus bekerja di bidang dakwah media.

Donasi Sekarang

Share on Facebook Share on Twitter

Apa Reaksi Anda Tentang Artikel Ini?

Berikan komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *

 

Berita Lainnya

Suriah

Aktivis Suriah: Jabhah Nusrah Tawan Anggota Hizbullah dalam Pertempuran El-Eis

KIBLAT.NET, Aleppo – Aktivis media Suriah, Hadi Al-Abdullah, Selasa (12/04), melaporkan bahwa Jabhah Nusrah menawan...

Rabu, 13/04/2016 15:30 0

Opini

Kasus Siyono dalam Pusaran ‘War On Terrorism’

KIBLAT.NET – Selalu ada banyak stok peristiwa untuk membangun argumentasi bahwa perang melawan terorisme tidak...

Rabu, 13/04/2016 15:00 0

Artikel

Da’i Pemilik 7.25M Followers itu Bernama Nabil Al-Awadhiy

KIBLAT.NET – Ia adalah salah satu ulama ternama di dunia Arab. Ceramah-ceramahnya menghiasi layar kaca...

Rabu, 13/04/2016 14:30 0

Indonesia

Akui Sulit Buru Santoso, Kepala BNPT: Serahkan kepada Tuhan YME

KIBLAT.NET, Jakarta – Operasi Tinombala 2016 tidak jua berhasil. Kepala Badan Nasional Penanggulangan Teroris (BNPT)...

Rabu, 13/04/2016 13:42 0

Artikel

Pendidikan Akidah Islam Penting bagi Anak

KIBLAT.NET – Fenomena LGBT yang sempat mencuat di berbagai media selayaknya masih harus mendapat perhatian...

Rabu, 13/04/2016 13:00 0

Mesir

Tarik Pasukan, AS Mulai Ganti Tentaranya di Sinai dengan Drone

KIBLAT.NET, Sinai – Pentagon berencana memangkas jumlah pasukan penjaga perdamaian AS di Semenanjung Sinai Mesir....

Rabu, 13/04/2016 12:03 0

Indonesia

Malaysia Jalin Kerjasama dengan Indonesia dan Filipina Tangani Abu Sayyaf

KIBLAT.NET, Jakarta – Pemerintah Indonesia dan Malaysia dikabarkan telah menjalin kerjasama mengenai masalah kelompok Abu...

Rabu, 13/04/2016 11:30 0

Suriah

Lagi, Militer Suriah Gagal Pukul Pejuang di El-Eis Aleppo

KIBLAT.NET, Aleppo – Militer Suriah dengan didukung milisi sekutu asing kembali meluncurkan serangan besar ke...

Rabu, 13/04/2016 10:59 0

Indonesia

Inilah Pertanyaan Polisi untuk Ayah Siyono

KIBLAT.NET, Klaten — Selasa (12/04) Marso Widoyo, ayah Alm. Siyono diundang ke Polres Klaten. Menurut...

Rabu, 13/04/2016 09:26 0

Indonesia

Usai Laporan Autopsi, Ayah Siyono Dipanggil ke Polres Klaten, Ada Apa ?

KIBLAT.NET, Klaten — Sekitar pukul 09.00 pagi pada Selasa (12/04) rumah Wagiyono, kakak Alm. Siyono...

Rabu, 13/04/2016 09:15 0

Close