... Waktu Shalat
...
Shubuh
...
Dzuhur
...
Ashar
...
Maghrib
...
Isya
...

In Depth

Soal Menangkan Hati dan Pikiran Rakyat, AQAP Lampaui ISIS (Bag. 1)

KIBLAT.NET, Mukalla – Setengah penduduk Yaman, yang berjumlah 24,4 juta jiwa, tidak memiliki akses air bersih yang merupakan kebutuhan manusia paling mendasar. Data statistik tersebut saat ini terbukti di lapangan dengan begitu jelas dalam kehidupan masyarakat Yaman di wilayah Hadramaut. Di propinsi bagian selatan Yaman ini, minyak bumi mengalir begitu bebasnya, sementara kran air bersih di berbagai tempat mengering. Forum dan dewan-dewan kesukuan yang ada tidak berdaya untuk meningkatkan taraf hidup rakyatnya. Namun, ada satu kelompok yang bekerja untuk mengubah keadaan seperti itu. Sebuah kelompok yang berusaha menyenangkan hati penduduk Yaman yang kekeringan dengan meluncurkan program pengadaan air bersih dari berbagai titik sumur gali di wilayah selatan yang gersang itu. Tahukah anda, apa  nama kelompok itu? Bukan UNICEF, bukan USAID, bukan pula Qatar Foundation, melainkan AQAP (Al-Qaidah di Semenanjung Arabia).

Aksi Senyap Capaian Signifikan

AQAP dikenal sebagai salah satu divisi terkuat organisasi jihadis yang masuk dalam daftar teroris versi AS. Sejak permulaan tahun 2016, organisasi cabang al-Qaidah ini diam-diam menguasai sejumlah wilayah yang sangat luas di Yaman, mengalahkan rivalnya sesama jihadis, yaitu kelompok ISIS, yang hingga kini masih menjadi fokus utama dalam strategi kontra-terorisme Barat. Tetapi di negeri Yaman, AQAP membuat “adik kandungnya” – yaitu ISIS – jauh tertinggal berkat pola pendekatan mereka yang efektif terhadap lapisan masyarakat bawah, serta penyediaan berbagai layanan publik yang vital bagi kehidupan sehingga mendapatkan kepercayaan dari masyarakat lokal. Bahkan kelompok jihadis ini juga tidak keberatan berbagi kekuasaan dalam lembaga-lembaga pemerintahan di tingkat lokal sebelum mereka akhirnya betul-betul mendirikan Khilafah.

Thomas Joscelyn, seorang anggota senior Yayasan untuk Pertahanan Demokrasi sekaligus editor senior media LWJ (Long War Journal) mengatakan, “ISIS dan al-Qaidah memiliki cara pendekatan yang berbeda. ISIS menganggap bahwa tindakan brutal akan membuat suatu masyarakat tunduk/taat. (Sementara) Al-Qaidah tahu bahwa sebagian orang tidak bisa menerima brutalisme semacam itu.” Kepada IBT (International Business Times) Joscelyn menjelaskan, “Secara keseluruhan model al-Qaidah yaitu sebisa mungkin diakui atau menjadi bagian dari masyarakat lokal dan meleburkan diri ke dalam masyarakat lokal tersebut.”

BACA JUGA  Pengecekan Dokumen Bebas Covid-19 Sebabkan Antrean Mengular di Bandara Soetta

Pesan Sarat Hikmah Syeikh al-Wuhaisyi

Melalui sebuah surat yang dikirim dari Yaman pada tahun 2012 silam, diketahui bahwa pemimpin AQAP saat itu mendiang Syeikh Abu Basyir al-Wuhaisyi rahimahullah menuliskan sebuah pesan penuh hikmah dalam berjihad kepada rekannya dari Aljazair, “Kalian harus berbuat baik kepada masyarakat yang tinggal di wilayah kalian, kalian harus menyayangi mereka, dan memberikan toleransi.”

Sebagian pihak melihat ungkapan bijak atau nasehat itu sebagai sebuah pragmatisme yang begitu kasat mata dari seorang pemimpin sebuah organisasi yang dianggap musuh terbesar Amerika Serikat sekaligus merupakan cabang terkuat al-Qaidah. Meski demikian, strategi al-Qidah telah mengalami perkembangan sejak pertama kali nasehat itu muncul dan mereka beradaptasi dengan peta geopolitik lokal. Strategi yang diterapkan al-Qaidah ini cukup berhasil, terutama di antara organisasi cabang maupun afiliasi-afiliasinya yang ada di Libya, Yaman, dan Suriah.

Saudi Tebar Invasi, AQAP Tebar Solusi

Perang di Yaman telah dimulai sejak setahun yang lalu, ketika Arab Saudi melancarkan serangan besar-besaran dan memimpin koalisi sembilan negara untuk menyingkirkan pemberontak Syiah Hautsi yang mengambil alih ibukota Yaman, Sanaa, dari tangan pemerintah yang diakui secara internasional pada tahun 2014. Sejak itu, sebagaimana yang terjadi di Suriah, Iraq, dan Libya, konflik di Yaman berhasil menyeret kekuatan-kekuatan internasional dan menyebabkan kekacauan sosial dan politik berskala luas di mana penduduk sipil selalunya menjadi korban dengan tidak adanya dukungan perlindungan dari negara.

BACA JUGA  Resep Penyakit Hati Menurut Ibnul Qayyim Al-Jauziyah

“Ibarat misteri dari sebuah kisah fiksi di mana terjadi pergeseran pola aliansi di antara pemain utama yang terlibat.  Tapi, siapa sebenarnya yang memetik keuntungan dari kebijakan intervensi Arab Saudi di Yaman? Jelas AQAP”, kata Joscelyn. Menyusul invasi militer koalisi Arab Saudi di Yaman, terjadi kekosongan politik dan keamanan di sebagian wilayah. Di sinilah, pada saat yang tepat AQAP datang memberi dukungan kepada rakyat menggantikan posisi negara yang telah kehilangan fungsinya.

Efektifitas Strategi Re-Branding

Dengan latar belakang perang sipil yang begitu kompleks di Yaman, Ansharus Syariah –nama yang populer di kalangan masyarakat setempat untuk merujuk ke AQAP– telah berhasil meraih banyak kemajuan dalam perang melawan pemberontak Hautsi. Hautsi sendiri merupakan kelompok Syiah dukungan Teheran yang menjadi musuh bersama antara AQAP, koalisi pimpinan Arab Saudi, dan pasukan loyalis Presiden Yaman Abd Rabbuh Mansour Hadi.

AQAP berhasil memperluas wilayah kekuasaannya di empat propinsi dari 21 propinsi yang ada di Yaman, termasuk mengontrol kota pelabuhan terbesar ketiga di negara itu, al-Mukalla City. Ekspansi wilayah mereka berkembang dengan begitu cepat. Sejak Desember, kelompok-kelompok militan jihadis afiliasi AQAP merebut lima kota dan dua ibukota propinsi di Yaman bagian selatan.

Seorang peneliti dari American Enterprise Institute sekaligus ahli masalah al-Qaidah, Katherine Zimmerman mengatakan, “Mereka (AQAP) mengisi kekosongan politik. Mereka (juga) tidak menyebut diri mereka sebagai sebuah negara, namun secara konsisten mempromosikan pelayanan publik. Intinya, mereka menebarkan kebajikan.” Penduduk Yaman tidak dalam posisi menolak apa yang ditawarkan oleh AQAP. Lebih dari separuh penduduk Yaman hidup di bawah garis kemiskinan. Hari ini, 20 juta warga yang berarti mencapai 80 persen dari seluruh jumlah penduduk sangat membutuhkan bantuan kemanusiaan.

Baca selanjutnya


Jika tulisan ini bermanfaat bagi Anda dan banyak orang, dukung kami membantu terus menginformasikan berita dan tulisan terbaik untuk Anda. Kiblat.net adalah media Islam independen non-partisan yang dikelola mandiri. Anda dapat memberikan donasi terbaik supaya kami dapat terus bekerja di bidang dakwah media.

Donasi Sekarang

Share on Facebook Share on Twitter

Apa Reaksi Anda Tentang Artikel Ini?

Ikuti Topik:

Berikan komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *

 

Berita Lainnya

Suriah

Aktivis Suriah: Jabhah Nusrah Tawan Anggota Hizbullah dalam Pertempuran El-Eis

KIBLAT.NET, Aleppo – Aktivis media Suriah, Hadi Al-Abdullah, Selasa (12/04), melaporkan bahwa Jabhah Nusrah menawan...

Rabu, 13/04/2016 15:30 0

Opini

Kasus Siyono dalam Pusaran ‘War On Terrorism’

KIBLAT.NET – Selalu ada banyak stok peristiwa untuk membangun argumentasi bahwa perang melawan terorisme tidak...

Rabu, 13/04/2016 15:00 0

Artikel

Da’i Pemilik 7.25M Followers itu Bernama Nabil Al-Awadhiy

KIBLAT.NET – Ia adalah salah satu ulama ternama di dunia Arab. Ceramah-ceramahnya menghiasi layar kaca...

Rabu, 13/04/2016 14:30 0

Indonesia

Akui Sulit Buru Santoso, Kepala BNPT: Serahkan kepada Tuhan YME

KIBLAT.NET, Jakarta – Operasi Tinombala 2016 tidak jua berhasil. Kepala Badan Nasional Penanggulangan Teroris (BNPT)...

Rabu, 13/04/2016 13:42 0

Artikel

Pendidikan Akidah Islam Penting bagi Anak

KIBLAT.NET – Fenomena LGBT yang sempat mencuat di berbagai media selayaknya masih harus mendapat perhatian...

Rabu, 13/04/2016 13:00 0

Mesir

Tarik Pasukan, AS Mulai Ganti Tentaranya di Sinai dengan Drone

KIBLAT.NET, Sinai – Pentagon berencana memangkas jumlah pasukan penjaga perdamaian AS di Semenanjung Sinai Mesir....

Rabu, 13/04/2016 12:03 0

Indonesia

Malaysia Jalin Kerjasama dengan Indonesia dan Filipina Tangani Abu Sayyaf

KIBLAT.NET, Jakarta – Pemerintah Indonesia dan Malaysia dikabarkan telah menjalin kerjasama mengenai masalah kelompok Abu...

Rabu, 13/04/2016 11:30 0

Suriah

Lagi, Militer Suriah Gagal Pukul Pejuang di El-Eis Aleppo

KIBLAT.NET, Aleppo – Militer Suriah dengan didukung milisi sekutu asing kembali meluncurkan serangan besar ke...

Rabu, 13/04/2016 10:59 0

Indonesia

Inilah Pertanyaan Polisi untuk Ayah Siyono

KIBLAT.NET, Klaten — Selasa (12/04) Marso Widoyo, ayah Alm. Siyono diundang ke Polres Klaten. Menurut...

Rabu, 13/04/2016 09:26 0

Indonesia

Usai Laporan Autopsi, Ayah Siyono Dipanggil ke Polres Klaten, Ada Apa ?

KIBLAT.NET, Klaten — Sekitar pukul 09.00 pagi pada Selasa (12/04) rumah Wagiyono, kakak Alm. Siyono...

Rabu, 13/04/2016 09:15 0

Close