... Waktu Shalat
...
Shubuh
...
Dzuhur
...
Ashar
...
Maghrib
...
Isya
...

News

Setelah Kunjungan Kerry, Taliban Umumkan Operasi ‘Omari’

Foto: Ilustrasi

KIBLAT.NET, Kabul – Taliban resmi mengumumkan dimulainya operasi rutin tahunan untuk menghadapi pasukan asing dan bonekanya di Afghanistan. Operasi kali ini diberi sandi “Operasi Omari”.

Taliban mengambil nama tersebut dari nama pendirinya, yakni Mullah Muhammad Omar. Operasi besar-besaran semacam ini rutin digulirkan setiap musim panas.

Pengumuman resmi ini dikeluarkan beberapa hari setelah Menteri Luar Negeri AS John Kerry mengunjungi Kabul untuk menegaskan dukungan AS pada pemerintah, yang dipimpin Presiden Ashraf Ghani.

“Jihad melawan tentara kafir yang agresif dan tukang merebut itu adalah kewajiban suci, juga cara kami untuk mendirikan kembali sistem Islam dan mendapatkan kemerdekaan kami,” kata Taliban dalam sebuah pernyataan.

Mujahidin Taliban sendiri telah memperoleh kekuatan sejak penarikan pasukan internasional dari Afghankstan pada akhir 2014 silam.

Setelahnya, pasukan Taliban pun menguasai jalannya pertempuran dengan serangan bunuh diri dan serangan taktis lainnya. Bahkan, serangan tersebut mampu membunuh para komandan tentara pemerintah di pusat-pusat perkotaan.

“Dalam operasi ini, kami akan melakukan berbagai macam cara untuk menyerbu musuh sehingga menurunkan moral para tentara asing dan milisi lokal,” tegas pernyataan Taliban.

Sejalan dengan pernyataan baru-baru ini, para militan juga mengatakan mereka akan membangun pemerintahan yang baik di daerah yang mereka kuasai serta menghindari korban sipil dan kerusakan infrastruktur.

Pertempuran hebat yang terus berlanjut selama berbulan-bulan di Afganistan telah merebut ribuan nyawa. Mulai dari Kunduz, kota utara yang dijatuh ke tangan Taliban tahun lalu hingga Provinsi Helman yang berbatasan dengan Pakistan di selatan.

Di wilayah Helman sendiri, ribuan tentara AS dan Inggris banyak yang tewas dan terluka akibat serangan Taliban. Pemerintah Kabul juga telah menarik pasukannya dari Lashkar Gah.

Jenderal John Nicholson kini dikabarkan telah mengambil alih komandan pasukan internasional di Afghanistan. Dalam perencanaannya, dia akan mengurangi pasukan AS di Afghanistan dari 9800 menjadi 5500 pada akhir 2016.

Namun, bila rencana tersebut terjadi, maka sisa-sisa pasukan Washington akan berfokus pada operasi operasi kontraterorisme terhadap ISIS.

Sumber: Reuters
Penulis: Dio Alifullah


Jika tulisan ini bermanfaat bagi Anda dan banyak orang, dukung kami membantu terus menginformasikan berita dan tulisan terbaik untuk Anda. Kiblat.net adalah media Islam independen non-partisan yang dikelola mandiri. Anda dapat memberikan donasi terbaik supaya kami dapat terus bekerja di bidang dakwah media.

Donasi Sekarang

Share on Facebook Share on Twitter

Apa Reaksi Anda Tentang Artikel Ini?

Ikuti Topik:

Berikan komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *

 

Berita Lainnya

Indonesia

Kontras: Model Penegakan Hukum Densus 88 Dapat Merugikan Kehidupan Seseorang

KIBLAT.NET, Jakarta – Dalam rapat dengar pendapat Komisi III DPR RI dengan Komnas HAM, Pimpinan...

Rabu, 13/04/2016 07:30 0

Indonesia

Serahkan Berkas Pelanggaran Densus 88 ke Komisi III, KontraS Tantang untuk Ditindaklanjuti

KIBLAT.NET, Jakarta – Komisi untuk orang hilang dan korban tindak kekerasan (KontraS)‎ menyerahkan hasil pantauannya...

Rabu, 13/04/2016 07:15 0

Indonesia

Dinilai Sering Beropini tentang Kasus Siyono, Anggota Komisi III: Kadiv Humas Seharusnya Dipecat

KIBLAT.NET, Jakarta – Terkait kasus kematian Siyono, Komisi III DPR RI pada Selasa siang (12/04)...

Rabu, 13/04/2016 06:54 0

Indonesia

Kasus Sumber Waras, Hingga 10 Jam Ahok Masih Diperiksa KPK

KIBLAT.NET, Jakarta – Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama belum kunjung keluar dari Gedung Komisi...

Selasa, 12/04/2016 21:18 0

Indonesia

DPR Bentuk Pansus Revisi UU Terorisme, Ini Anggotanya

KIBLAT.NET, Jakarta – Revisi UU Terorisme masih menjadi pembahasan pemerintah. Dalam hal ini, DPR RI...

Selasa, 12/04/2016 20:45 0

Indonesia

Kapolri Menilai Tindakan Densus 88 Tidak Berlebihan

KIBLAT.NET, Jakarta – Selama ini, tindakan Densus 88 dalam menangani terduga teroris dianggap berlebihan. Hal tersebut...

Selasa, 12/04/2016 18:00 0

Opini

Anak Telantar, Korban Kemiskinan Sistemik

KIBLAT.NET – Kasus kemiskinan ternyata tak hanya memberikan kontribusi dalam bertambahnya angka pengangguran dan kasus...

Selasa, 12/04/2016 17:30 0

Philipina

Buru Kelompok Abu Sayyaf, Filipina Kerahkan Regu Elite Tambahan 

KIBLAT.NET, Manila – Angkatan Bersenjata Filipina kembali mengerahkan pasukan anti-teror tambahan untuk memburu kelompok Abu...

Selasa, 12/04/2016 17:00 0

Munaqosyah

Ulil Amri yang Wajib Ditaati

KIBLAT.NET – Belakangan ini, tema ulil amri kembali hangat diperbincangkan di sosial media. Meski sudah...

Selasa, 12/04/2016 16:30 5

Indonesia

RDP Komisi III Soal Kasus Siyono: Penjelasan Kapolri Bertentangan dengan Temuan Komnas HAM

KIBLAT.NET, Jakarta – Komisi III DPR RI siang ini melakukan rapat dengar pendapat dengan Komnas...

Selasa, 12/04/2016 16:11 0

Close
CLOSE
CLOSE