... Waktu Shalat
...
Shubuh
...
Dzuhur
...
Ashar
...
Maghrib
...
Isya
...

News

Kontras: Model Penegakan Hukum Densus 88 Dapat Merugikan Kehidupan Seseorang

Foto: Logo Kontras

KIBLAT.NET, Jakarta – Dalam rapat dengar pendapat Komisi III DPR RI dengan Komnas HAM, Pimpinan Pusat Pemuda Muhammadiyah dan Kontras terkait kasus kematian Siyono, Koordinator Kontras Haris Azhar mengemukakan efek dan akibat buruk dari penegakan hukum yang dilakukan Densus 88.

“Saya ingin menggambarkan bagaimana pelanggaran-pelanggaran Densus 88 dalam menegakkan hukum, itu tidak ada kejelasan. Sehingga dampak dari ketidakjelasan penegakan hukum tersebut, implikasinya merugikan kehidupan seseorang,” ujarnya di ruang rapat Komisi III DPR, Komplek Parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa (12/04).

Haris mengungkapkan sebuah kasus yang cukup getir, yaitu ketika Densus melakukan penangkapan di Lampung terhadap seseorang yang diduga teroris menjelang hari pernikahannya. Undangan sudah dibagikan, semua sudah dipersiapkan. Tapi karena ditangkap dan dilakukan pemeriksaan selama 7X24 jam tanpa boleh dikunjungi oleh siapapun dan tidak ada kabar, akhirnya si calon mempelai perempuan dikawinkan dengan kakak atau adiknya. Beberapa hari setelahnya orang tersebut dilepas,” ucapnya.

“Ini juga terjadi pada kasus Siyono. Ketika Siyono dikembalikan meninggal. Alih-alih melakukan penegakan hukum, polisi terus berkampanye lewat humasnya bahwa Siyono ini pimpinan Jamaah Islamiyah, pimpinan ini pimpinan itu. Saya pikir ini penghukuman di luar pengadilan,” katanya.

Menurut dia, pembuktian bahwa Siyono sebagai pimpinan Jamaah Islamiyah bisa dibuktikan di pengadilan. “Biarkan keterangan itu muncul di pengadilan, bukan bicara di media. Menurut saya ini pemeliharaan fitnah dan adanya diskriminasi dari pihak otoritas. Polisi kan bukan lembaga pengadilan, harusnya itu pengadilan,” tuturnya.

BACA JUGA  Fachrul Razi Positif Covid-19, Akses Kemenag Diperketat

Dalam HAM ada prinsip-prinsip yang mengacu pada UU NO.12 Tahun 2015 Tentang Ratifikasi Hak Sipil dan Politik. Dalam Pasal 2 Ayat 3 disebutkan di sana terkait kewajiban negara. Pertama dilakukan proses penegakan hukum, kedua memastikan tidak terulang kembali kasus semisal pelanggaran HAM, dan ketiga jika ada yang perlu diubah baik dari sistem, institusi maupun aturan maka itu harus dilakukan. Selanjutnya jika memang peristiwa-peristiwa ini memberikan dampak yang buruk maka harus ada pemulihan terhadap korban maupun orang dekat serta komunitas tertentu.

“Berangkat dari kewajiban-kewajiban yang saya sebutkan tadi, maka sudah seharusnya dibentuk oleh otoritas negara untuk memantau atau mengevaluasi terhadap praktek-praktek operasi penanggulangan terorisme,” imbuhnya.

Setidaknya Haris menghimbau, Perpu dikeluarkan pasca bom Bali. Adanya evaluasi ini bukan untuk menggugurkan kewajiban negara dalam menanggulangi terorisme, tetapi untuk melihat sejauh mana dampak praktek buruk tersebut. Bukan tidak mungkin penegakan hukum dalam penanggulangan terorisme, di dalamnya mengandung kecurangan atau terdapat kesalahan prosedur.

“Saya mengusulkan Komisi III untuk mengawasi Komnas HAM dalam mengevaluasi kinerja Densus 88 hingga kini. Sehingga terkait hal ini dengan adanya revisi UU Terorisme, maka revisi tersebut setidaknya dihentikan dahulu menunggu hasil dari penyelidikan Komnas HAM. Sebab tidak mungkin diadakan revisi namun tanpa rujukan hal tersebut,” pungkasnya.

Reporter: Hafidz Salman
Editor: M. Rudy


Jika tulisan ini bermanfaat bagi Anda dan banyak orang, dukung kami membantu terus menginformasikan berita dan tulisan terbaik untuk Anda. Kiblat.net adalah media Islam independen non-partisan yang dikelola mandiri. Anda dapat memberikan donasi terbaik supaya kami dapat terus bekerja di bidang dakwah media.

Donasi Sekarang

Share on Facebook Share on Twitter

Apa Reaksi Anda Tentang Artikel Ini?

Ikuti Topik:

Berikan komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *

 

Berita Lainnya

Opini

Anak Telantar, Korban Kemiskinan Sistemik

KIBLAT.NET – Kasus kemiskinan ternyata tak hanya memberikan kontribusi dalam bertambahnya angka pengangguran dan kasus...

Selasa, 12/04/2016 17:30 0

Philipina

Buru Kelompok Abu Sayyaf, Filipina Kerahkan Regu Elite Tambahan 

KIBLAT.NET, Manila – Angkatan Bersenjata Filipina kembali mengerahkan pasukan anti-teror tambahan untuk memburu kelompok Abu...

Selasa, 12/04/2016 17:00 0

Munaqosyah

Ulil Amri yang Wajib Ditaati

KIBLAT.NET – Belakangan ini, tema ulil amri kembali hangat diperbincangkan di sosial media. Meski sudah...

Selasa, 12/04/2016 16:30 5

Suriah

Suriah dan Rusia Rencanakan Pertempuran Besar di Aleppo

KIBLAT.NET, Damaskus – Perdana Menteri Suriah Wail Al-Halqi, Ahad lalu (10/04), mengatakan bahwa militernya dan...

Selasa, 12/04/2016 13:30 0

Rusia

Rusia: Jabhah Nusrah Kerahkan Puluhan Ribu Pasukan ke Aleppo

KIBLAT.NET, Damaskus – Kepala Staf Umum Militer Rusia, Letnan Jenderal Sergei Rudskoy, mengatakan bahwa Jabhah...

Selasa, 12/04/2016 13:00 0

Iran

Iran Terima Sistem Rudal Jarak Jauh S-300 dari Rusia

KIBLAT.NET, Teheran – Kementerian Luar Negeri Iran mengkonfirmasikan bahwa pihaknya telah menerima sistem rudal jarak...

Selasa, 12/04/2016 12:00 0

Irak

PBB: Darurat Pangan Landa Warga Sipil di Falujah

KIBLAT.NET, Anbar – Program Pangan Dunia PBB mengkhawatirkan nasib 60.000 warga sipil di Fallujah. Sejak...

Selasa, 12/04/2016 11:30 0

Palestina

HRW: Kekerasan Polisi Israel terhadap Anak-Anak Palestina Meningkat

KIBLAT.NET, Yerusalem – Kelompok Hak Asasi Manusia terkemuka menyatakan bahwa polisi Israel kini serang kali...

Selasa, 12/04/2016 11:00 0

Afrika

Somalia Eksekusi Mantan Wartawan Al-Shabab

KIBLAT.NET, Mogadishu – Pemerintah Somalia mengeksekusi seorang mantan wartawan Gerakan Al-Shabab Mujahidin. Dia divonis mati...

Selasa, 12/04/2016 10:00 0

Rusia

Bom Guncang Pinggiran Rusia

KIBLAT.NET, Moskow – Tiga pelaku pembom bunuh diri melancarkan aksinya di sebuah desa di wilayah...

Selasa, 12/04/2016 09:30 0

Close
CLOSE
CLOSE