... Waktu Shalat
...
Shubuh
...
Dzuhur
...
Ashar
...
Maghrib
...
Isya
...

Suara Pembaca

Pemimpin NonMuslim tak Korupsi, atau Pemimpin Muslim tapi Korupsi?

KIBLAT.NET – Kata-kata di atas mulai marak terdengar dan tersebar di banyak media hari ini. Kata-kata ini sering diumbar oleh orang-orang yang mengaku beragama Islam –semoga Allah memberi mereka hidayah- hari ini, sebagai sikap dan reaksi mereka dalam menghadapi pemilu Pilgub Jakarta tahun 2017 mendatang.

Kita tidak tahu apakah slogan diatas memang sengaja disebarkan atau semata beranjak dari kebodohan dan kebutaan mereka terhadap ajaran Islam, namun tidak dapat dinafikan merebaknya slogan-slogan seperti itu di tengah-tengah kaum muslimin Jakarta hari ini tidak lepas dari pengaruh media mainstream yang cenderung memberi pencitraan super kepada gubernur Jakarta sekarang ini, ditambah pemublikasian berbagai “ocehan” para tokoh pluralis-nasionalis sekuler (baca: JIL/JIN), plus pemberitaan para koruptor yang cenderung “lebay”, dimana kebanyakan koruptor yang disorot itu memang mengantongi KTP Islam dan pribumi…. Strategi yang Brillian!!!

Di sini penulis tidak bermaksud membahas strategi para konspirator dalam menghancurkan negara ini, tetapi hanya sekedar memberikan renungan sejenak bagi mereka-mereka yang terlanjur nekat mengumbar slogan-slogan diatas, bahkan yang sampai berpemikiran seperti slogan diatas dan menjadikannya sebuah keyakinan…. Wal-‘iyadzubillah

Ada Apa dengan Korupsi?
Di media hari ini –bahkan kebanyakan masyarakat- telah tersebar image bahwa korupsi adalah sebuah dosa terbesar yang seolah-olah pelakunya tidak dapat diampuni lagi. Yang dengan ini, opini public berkembang dengan menjadikan korupsi sebagai tolak ukur satu-satunya untuk menilai baik atau tidaknya sebuah pejabat negara.

Tentu saja, opini ini lambat laun akan menjadikan kaum muslimin –terlebih yang masih awam- tidak lagi menjadikan agama sebagai barometer baik atau tidaknya suatu seseorang. Dalam Islam sendiri, korupsi adalah pelanggaran pidana yang mewajibkan pelakunya mendapat hukuman berat… nggak tanggung-tanggung, minimal potong-tangan. Andaikan tindakan represif bagi pelaku korupsi itu sebagaimana dalam syari’at Islam, pasti tidakan korupsi itu akan turun drastis, bahkan bisa “punah” sama sekali.

Tetapi,…. Alangkah anehnya ketika tindakan korupsi itu dikait-kaitkan ke agama pelakunya, padahal agama pelaku korupsi itu jelas-jelas melarang dengan keras tindakan korupsi itu!!! Ketika kaum muslimin bersikeras pemimpin harus seorang muslim, dimana sikap itu memang tidak bertentangan dengan sistem demokrasi yang ada di negara ini, karena parameter demokrasi itu adalah kelompok mayoritas (dalam hal ini umat Islam), mereka mengatakan: “Sikap seperti itu adalah SARA”, lantas ketika mereka mengait-ngaitkan tindakan korupsi kepada agama pelakunya, mari kita tanyakan kepada mereka “bukankah itu juga bagian dari SARA?” Apa hubungannya keislaman dan muslimnya seseorang dengan tindakan korupsi??!!! Bukankah Islam tegas melarang korupsi, bahkan sampai ada tindakan hukumnya bagi pelaku korupsi??!!!

Jelas sekali, bahwa para pengusung slogan yang diatas adalah orang-orang yang tidak obyektif dan amat provokatis…. Berasal dari pemikiran yang dangkal dan nalar yang pendek…. Ketika seseorang melakukan kesalahan jangan kait-kaitkan kepada agama pelakunya, kecuali jika memang agama pelakunya memerintahkan perbuatan itu. Orang paling awam pun tahu kaidah ini, mengapa kalian tidak memikirkannya?

Mengapa Hanya Korupsi?
Seperti biasa, pemberitaan tentang korupsi sudah menjadi “makanan pokok” bagi para penikmat berita televisi. Mulai dari jam 7 ke jam 7 lagi, pemberitaan tidak pernah sepi dari korupsi. Bahkan berita tentang artis hampir kalah dengan pemberitaan para koruptor. Ya, ketenaran artis pun sudah ada saingannya hari ini. Siapa lagi kalau tidak para pejabat korup?!!! Pertanyaannya, mengapa harus korupsi? Melulu korupsi, seolah-olah korupsi adalah dosa nomor wahid, sampai-sampai dianggap lebih besar dosanya daripada kemaksiatan dan kesyirikan?!!! Apakah yang menghancurkan negara ini hanya korupsi??? Sadarlah…..!!!! Yang menghancurkan negara ini adalah negara asing!!!

BACA JUGA  Pentingnya Budaya Literasi bagi Pemuda Islam dalam Memajukan Indonesia

Alangkah bodohnya bangsa ini, mereka sibuk mempermasalahkan korupsi, tetapi tidak berani bersikap tegas kepada koruptor. Parahya lagi, kepentingan asing yang meraup bertrilliun-triliiun kekayaan Indonesia setiap hari tidak pernah diusik, disinggung, dan diberitakan oleh media….

Jikalau para koruptor itu hanya bawa lari uang milyaran, atau mungkin trilliunan uang negara hanya sekali ambil, tetapi negara-negara asing membawa lari kekayaan negara beratus juta trilliun (tidak terhitung lagi banyaknya) SETIAP HARI!!! Sadarlah,,,, demi Allah sadarlah…. Mengapa kalian hanya menjadikan korupsi sebagai dosa satu-satunya, padahal disana masih ada dosa yang jauh lebih besar lagi??!!! Ya, mereka yang menjual negara ini kepada orang asing. Disana ada Amerika Serikat, Cina, Perancis, Belanda dll…. Belum lama isu-isu Freeport sempat mencuat, tak selang hitung mingguan tiba-tiba ada teroris nyasar bikin bom di Sarinah… Akhirnya, isu Freeport lenyap lagi…. Kemana engkau wahai Freeport. Tolong jawab ini wahai pengusung slogan tersebut!!!

Kita memang butuh pejabat dan pimpinan yang tidak Korupsi, yang oleh sebab itu kita butuh tindakan hukum yang dapat membuat jera para koruptor tersebut…. Tetapi, jika mau menimbang, kita jauh lebih butuh pejabat dan pemimpin yang mau bersikap tegas kepada NEGARA ASING dan WARGA ASING…. Jangan sampai kita orang pribumi dan mayoritas malah digusur oleh Negara Asing, apalagi pejabat atau pemimpin yang berafiliasi dengan salah satu negara asing diatas…. Itu PENJAJAHAN namanya….

Bangsa Indonesia sibuk disajikan dan disuguhi berita-berita korupsi dengan alasan transparansi oleh media…. Tetapi mereka tidak tahu, bangsa ini akhirnya menjadi bahan tertawaan dan lelucon negara lain. Setiap orang akan berusaha semaksimal mungkin untuk menyembunyikan aibnya meskipun ia rela dan telah mendapatkan hukuman dari perbuatannya itu. Tidak seperti negara ini, bangsa ini malah gembira ria bahkan bangga ketika aib bangsanya tercemar kemana-mana (dalam hal ini adalah korupsi), ditertawakan dan dicela oleh bangsa lain.

Tak hanya itu, bahkan bangsa lain pun bebas menjadi pemimpin dan menyetir kebijakan di negara ini. Makanya tidak heran, para TKI sering menjadi sasaran keganasan dari bangsa lain, hatta negara tetangga sendiri!!! Mengapa??? Jawabannya bukan pada oknum yang melecehkan para TKI, tetapi mengapa harus ada TKI?!!! Jawabannya, karena negara tidak mampu menyediakan lapangan pekerjaan dan membiayai hidup warga negaranya.

Lantas, kemana semua kekayaan negara ini??? Jawabannya: “Untuk mengenyangkan negara lain.” Korupsi hanyalah aib yang akhirnya menjelma menjadi momok yang akhirnya menjatuhkan martabat negara dan bangsa ini di mata dunia. Jika ingin meminimalisir korupsi, kita tidak perlu memostingnya dengan vulgar di media, cukup dengan menerapkan tindakan represif kepada pelakunya dengan keras agar menjadi pelajaran bagi yang lainnya. Jangan sampai media melalaikan kita dengan pemberitaan korupsi, lalu menyibukkan diri konspirasi asing yang mulai dulu mencengkram negeri ini. Hancurnya negara ini bukan semata karena koruptor, ingat itu….

BACA JUGA  Pemuda Islam, Go International!

Tapi hancurnya negara ini karena Intervensi Asing, Pengaruh Asing, Politik Asing, Budaya Asing, Sistem Asing, bahkan Pemimpin “Asing” yang mulai merambah dan mengakar di negeri ini.

Oleh sebab itu, sesekali tanyakanlah: “Apakah kita lebih rela dipimpin oleh pemimpin asing (non pribumi) ketimbang pemimpin pribumi asli???” Apakah hanya karena Undang-Undang sudah diamandemen, lalu kita serahkan negeri ini kepada warga yang bukan pribumi?? Ada yang bisa menjamin, kelak ia tidak akan menjual negeri ini kepada negara asalnya?” Pertanyaan ini kami berikan kepada orang Islam yang katanya “Nasionalis.”

Belajarlah dari masa lalu. Belajarlah dari penjajahan Jepang. Bukankah Jepang datang juga dengan mengaku sesama bangsa Asia. Tidak tanggung-tanggung, bahkan Jepang rela dan berhasil mengusir Belanda yang notabene telah menjajah bangsa Indonesia ratusan tahun lamanya. Jepang juga mengajari bangsa Indonesia untuk berlatih militer dan membentuk organisasi kerakyatan. Tidak hanya itu, Jepang juga memberi kebebasan beragama dan beribadah kepada umat Islam dan agama-agama lainnya, serta membentuk badan-badan sosial dan politik lainnya, lantas apakah dengan sikap Jepang yang seperti itu kita menerima penjajahan dan intervensi Jepang begitu saja kepada kita?! Renungkan sejenak hal ini wahai kaum nasionalis?!
Wahai Muslim….

Ini khusus bagi setiap muslim yang betul-betul mencintai keislamannya. Kepemimpinan itu bukan dilihat dari korupsi atau tidaknya ia, tetapi juga dilihat sejauh manakah aqidahnya, upayanya dalam menjaga agama, darah, harta, dan kehormatan kaum muslimin, dan sejauh mana ia mampu menegakkan keshalihan, keadilan, dan hukum-hukum Allah di muka bumi. Agama adalah faktor terpenting dalam kepemimpinan dan itu sudah menjadi kesepakatan para ‘ulama, sebagaimana dalam al-Quran dan as-Sunnah.

Banyaknya pejabat atau pemimpin beragama Islam yang mungkin terlibat korupsi tidak lantas menjadikan kita mengalihkan kepemimpinan kepada non muslim, sebab bahaya yang ditimbulkan oleh pemimpin non muslim jauh lebih besar daripada pemimpin muslim yang bermaksiat, yang kepemimpinan non muslim itu bisa berujung kepada pemurtadan, pendiskriminasian dan pendiskreditas aktivitas keislaman, hingga penjajahan kaum muslimin itu sendiri.

Yang perlu kita benahi adalah bagaimana seorang pemimpin Islam itu tidak korupsi, bukan malah mengalihkan kepemimpinan itu kepada orang kafir. Dan itu hanya bisa direalisasikan dengan perombakan dan perubahan sistem yang dalam hal ini syari’ah Islam adalah solusi paling efektif untuk itu. Inilah secercah renungan dari penulis kepada kalangan Islam yang berijtihad untuk lebih memilih ikut berpolitik dan berpartisipasi dalam pemilu, walaupun penulis sendiri tidak satu pandangan dengan mereka dalam hal ini.

Tak ketinggalan juga agar jangan memilih hanya karena label Islamnya saja, tetapi hendaknya berpikir sejuta kali sebelum memilih dengan memperkirakan mashlahat dan mafsadatnya. Ke depannya, hendaknya orientasi dakwah kita bukan hanya berusaha merubah personal yang bertumpu hanya kepada kesadaran pribadi semata, namun juga berupaya untuk berperan merubah sistem yang bertolak dari kesamaan tujuan diantara kita, yaitu Islam. Hal ini tidak akan diwujudkan kecuali dengan persatuan sesama umat Islam. Wallahu a’lam

 

Fatria Ananda al-Maydani, Mahasiswa LIPIA I’dad Lughawi Semester III

Share on Facebook Share on Twitter

Apa Reaksi Anda Tentang Artikel Ini?

Ikuti Topik:

One comment on “Pemimpin NonMuslim tak Korupsi, atau Pemimpin Muslim tapi Korupsi?”

  1. Ass.
    Sekarang memang zaman perang pemikiran tapi yg paling terkena dampaknya adalah para kaum milineal muda dan orang2 sok pintar bahkan anak dari keturunan ustad pun bangga dengan ” Jargon sesat” karena pergaulan yg tidak bisa dia cermati itu seolah olah mereka menjadi pintar dan cerdas padahal mereka layaknya kaum yg sesat bodoh dan tak berkah kebaikanya dan strategi pemikiran orientalis telah menang.

Berikan komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *

 

Berita Lainnya

Manhaj

Indahnya Islam Memperlakukan Tawanan (Bag. 2)

KIBLAT.NET – Islam adalah agama rahmatan lil ‘alamiin, yaitu kasih sayang bagi seluruh makhluk. Islam...

Kamis, 07/04/2016 13:00 0

Amerika

NATO Inginkan Kerjasama dengan “Koalisi Militer Islam” untuk Hadapi ISIS

KIBLAT.NET, Washington – Pakta Pertahanan Atlantik Utara (NATO) membeberkan bahwa pihaknya ingin bekerja sama dengan...

Kamis, 07/04/2016 12:00 0

Indonesia

KH Anwar Zahid: Indonesia Gawat Narkoba, Ini Lebih Berbahaya dari Terorisme

KIBLAT.NET, Grobogan – DKM Masjid Baitul Muttaqin Desa Kunjeng, Kecamatan Gubug, Kabupaten Grobogan pada Rabu, (06/04) bekerjasama...

Kamis, 07/04/2016 11:45 0

Rohah

Pohon Apel dan Kasih Sayang Orang Tua

KIBLAT.NET – Pada suatu waktu ada sebuah pohon apel besar yang sering didatangi seorang anak...

Kamis, 07/04/2016 11:30 0

Suriah

Pertempuran Besar Berkobar di Aleppo, Militer Suriah Tuai Kegagalan

KIBLAT.NET, Aleppo – Militer Suriah dan sekutunya, Selasa malam (06/04), meluncurkan operasi militer besar-besaran ke...

Kamis, 07/04/2016 11:15 0

Indonesia

Usai Aksi Damai, Ustadz Mashadi Terjatuh dari Motor

KIBLAT.NET, Jakarta – Ustadz Mashadi, aktivis Islam senior yang kini menjabat sebagai Pemimpin Redaksi Voa-islam.com...

Kamis, 07/04/2016 10:51 0

Amerika

Dukung Pasukan Iraq, AS Akan Sebar Pos-Pos Militernya di Sekitar Mosul

KIBLAT.NET, Washington – Pentagon sedang berfikir untuk membuka lebih banyak pos-pos militer kecil guna memberikan...

Kamis, 07/04/2016 10:32 0

Wilayah Lain

Terusik, Cina Blokir Semua Berita Terkait Panama Papers

KIBLAT.NET, Beijing – Bocornya dokumen yang disebut Panama Papers mengungkap para pengusaha kaya dan para...

Kamis, 07/04/2016 09:40 0

Suriah

AS: Satu-Satunya Solusi untuk Konflik Suriah Adalah Pemerintahan Transisi

KIBLAT.NET, Washington – Menlu Amerika Serikat, John Kerry mengatakan bahwa pembicaraan damai di Jenewa merupakan...

Kamis, 07/04/2016 08:55 0

Artikel

Whatsapp Aktifkan Fitur Enkripsi, Ini 10 Hal yang Perlu Anda Ketahui Tentangnya

KIBLAT.NET – Saat bangun di pagi hari, Anda mungkin mendapati hal berbeda saat hendak chatting...

Rabu, 06/04/2016 18:00 0

Close