Pembunuhan Abu Firas As-Suri Telah Direncanakan oleh Pentagon

KIBLAT.NET, Damaskus – Keberadaan juru bicara Jabhah Nushrah yang memiliki nama kecil Ridwan An-Nawas alias Abu Firas As-Suri, menjadi latar belakang penyerangan Amerika Serikat saat berlangsungnya pertemuan sejumlah tokoh senior JN, di salah satu bangunan di Pedesaan Idlib.

Juru bicara Pentagon Peter Cook pada Senin menuturkan bahwa serangan militer Amerika Serikat di barat laut Suriah pada hari Ahad (03/04) telah menewaskan banyak tokoh jihad Suriah, terutama Abu Firas As-Suri, sosok yang diketahui memiliki hubungan dekat dengan Syaikh Usamah bin Laden.

“Kami telah memperkirakan bahwa Abu Firas tokoh senior dalam Al-Qaidah ikut hadir dalam pertemuan itu. Oleh sebab itu, kami bekerja keras untuk benar-benar yakin bahwa ia telah tewas,” ujar Peter Cook sebagaimana dikutip dari Arabi21.

Cook juga mengatakan bahwa Abu Firas bekerja sama dengan Usamah bin Laden dan pendiri Al-Qaidah lainnya untuk melatih teroris dan melakukan serangan terhadap dunia.

Direktur Observatarium Suriah untuk HAM, Romi Abdul Rahman membenarkan tewasnya tokoh Al-Qaidah itu. Abu Firas diketahui tewas bersama anaknya dan puluhan tokoh jihad Suriah lainnya, dalam serangkaian serangan yang ditujukan pada saat pertemuan di desa Kafr Jalis di Idlib Utara.

Abdul Raham mengungkapkan, diantara yang tewas dalam serangan itu adalah tujuh pemimpin Jabhah Nushrah yang berasal dari Saudi dan Yordania. Serta dari Jundul Al Aqsha yang berjuang bersama JN di sejumlah wilayah Suriah. Diantara dari mereka yang tewas merupakan warga Uzbekistan.

Pemilik nama kecil Ridwan An-Nawas dikenal dekat dengan Syaikh Usamah bin Ladin. Ia terlibat dalam pertempuran melawan Uni Soviet di Afghanistan. Di sanalah ia bertemu dengan Usamah pendiri Al-Qaidah. Dia kembali ke Suriah saat dimulainya konflik pada tahun 2011. Keterangan ini diambil Arabi21 dari penjelasan pendukung JN di Twitter.

Penjelasan serupa juga dinyatakan oleh pengamat jihad Peter van Austin. Austin memaparkan bahwa Abu Firas As-Suri merupakan tokoh paling senior dalam Al-Qaidah. Dia dikenal dekat dengan Usamah bin Ladin dan Abdullah Azzam (yang merupakan tokoh ideolog modern jihad global).

“Sementara kematiannya menjadi pukulan bagi Jabhah Nushrah, meskipun tidak akan banyak mengubah (sikap) dunia,” sambung austin.

Terbunuhnya Abu Firas, terjadi tiga hari setelah JN berhasil merebut Eis yang merupakan kota strategis di selatan Aleppo. Dimana serangan itu berlangsung saat gencatan senjata sudah berlangsung selama lebih dari satu bulan. Dimana JN dan ISIS dikecualikan dalam gencatan itu.

Meskipun mereka dikecualikan dalam perjanjian gencatan senjata, Abdur Rahman menilai Jabhah Nushrah justru menghormati dan ikut berpartisipasi dalam gencatan senjata ini.

“Jabhah Nushrah tampil layaknya kelompok yang melakukan gencatan senjata,” ujarnya.

Sumber: arabi21
Penulis: Syafi’i Iskandar

Ingin Langganan Artikel?
Daftarkan emailmu di sini untuk mendapatkan update artikel terbaru.
Anda dapat berhenti langganan kapan saja.
Anda mungkin juga berminat