... Waktu Shalat
...
Shubuh
...
Dzuhur
...
Ashar
...
Maghrib
...
Isya
...

News

Delegasi Oposisi Suriah Ungkap Kegagalan Pembicaraan Jenewa

Foto: Ketua delegasi oposisi Suriah di Jenewa, Mohamed Allush

KIBLAT.NET, Damaskus – Ketua delegasi oposisi Suriah, yang juga komandan faksi Jaisyul Islam, di Jenewa, Mohamed Allush, menjelaskan bahwa pembicaraan Jenewa terhalang oleh kurangnya pengriman bantuan dan adanya pemboman yang dilancarkan jet tempur Rusia di Suriah.

“Putaran terakhir pembicaraan Jenewa terhalang oleh kurangnya batuan kemanusiaan dan adanya sejumlah pemboman dari Rusia di wilayah oposisi Suriah. Namun Rusia telah menarik beberapa pesawatnya dari Suriah,” katanya dalam wawancara eksklusif dengan Anadolu Agency.

Serangan pasukan Rusia munurun. Namun, jet-jet tempur Rusia ternyata terus mengintensifkan serangan di kota-kota Palmyra dan Raqqa (basis ISIS) yang menargetkan warga sipil Suriah, dan bukan untuk menyerang ISIS.

“Rusia telah menghentikan pemboman di beberapa daerah. Namun, mereka terus melakukan pemboman di Palmyra dan Raqqa, yang mana kebanyakan korbannya adalah warga sipil. Sementara, kantor ISIS tidak tersentuh sama sekali,” ujarnya.

Untuk saat ini, faksi-faksi Tentara Pembebasan Suriah (FSA) telah berhasil membebaskan beberapa desa di pedesaan Aleppo dari tangan ISIS. Hal ini dilakukan agara supaya, jet Rusia dan koalisi AS tidak melakukan penyerangan ke wilayah tersebut, yang akhirnya hanya menargetkan warga sipil semata.

“Faksi-faksi Tentara Pembebasan Suriah (FSA) berhasil membebaskan beberapa desa di pedesaan Aleppo dari ISIS, yang mana Rusia dan koalisi internasional tidak akan melakukan penyerangan terhadap warga sipil dan fraksi oposisi, sedangkan koalisi internasional dan Rusia hanya akan menyakiti warga sipil,” ujarnya.

BACA JUGA  Idlib Berdarah, Seribu Lebih Orang Tewas dalam Empat Bulan

Mengenai Rusia di Suriah, pemimpin kolompok Jaisyul Islam ini memaparkan bahwa intervensi Moskow di Suriah hanyalah tindakan pembantaian terhadap warga Suriah dan penghancuran terhadap berbagai bangunan yang ada seperti sekolah-sekolah dan pusat medis.

“Intervensi Rusia di Suriah adalah tindakan agresi yang menyebabkan banyanya pembantaian, penghancuran sekolah, pusat kesehatan dan rumah sakit dan mengakibatkan adanya pengungsian besar-besaran,” jelasnya.

Menurutnya, penarikan beberapa jet tempur Rusia hanya karena disebabkan kurangnya biaya yang merupakan manuver belaka, yang bukan merupakan penarikan total.

“Penarikan parsial baru-baru ini karena disebabkan bertanya biaya intervensi, kami percaya bahwa hal ini adalah manuver belaka daripada penarikan asli yang berarti,” ungkapnya.

Beberapa hari yang lalu, Kolonel Pat Ryder yang merupakan pejabat pertehanan AS mengatakan bahwa operasi Rusia di Suriah masih akan berlanjut walau telah menarik sejumlah jet tempur dari negara tersebut.

Bahkan, Vladimir Putin masih menempatkan sejumlah helikopter dan pesawat transportasi di wilayah Suriah. Selain itu, tentara Rusia juga masih menembakkan arliteri mereka guna mendukung rezim Bashar al-Assad.

Pemerintah Moskow juga masih masih mempertahankan sistem rudal S-400 di Suriah guna menjaga rezim Assad, termasuk bila ada serangan udara dari pihak musuh mereka di Suriah.

“Dalam rangka untuk menjamin keamanan yang ada, termasuk bila ada serangan udara. Sistem pertahanan udara yang paling canggih ini masih diperlukan,” papar Staf Kepala Pemerintahan Kremlin, Sergei Ivanov.

BACA JUGA  Patroli Gabungan AS-Turki di Suriah Dimulai

Sumber: Anadolu Agency
Penulis: Dio Alifullah

Share on Facebook Share on Twitter

Apa Reaksi Anda Tentang Artikel Ini?

Ikuti Topik:

Berikan komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *

 

Berita Lainnya

Video Kajian

Tabligh: Kenapa Kita Harus Menuntut Ilmu? [Ust. Akhlis Marzuki, S.Pd.I]

KIBLAT.NET- Sungguh kebahagiaan bagi seseorang yang berilmu, karena Rosulullah SAW telah mengingatkan : “Barang siapa...

Selasa, 22/03/2016 08:45 0

Indonesia

Keluarga Ungkap Kejanggalan-Kejanggalan dalam Proses Penahanan Kuswanto

KIBLAT.NET, Pamulang – Korban salah tangkap oleh Densus 88 di Pamulang mengalami proses penangkapan yang...

Senin, 21/03/2016 18:30 0

Indonesia

Walikota Banjar: LSM yang Didanai Asing untuk Kampanye LGBT Akan Saya Tindak Tegas

KIBLAT.NET, Banjar – “Kalau sampai ditemukan bukti ada LSM yang didanai asing untuk kampanye LGBT...

Senin, 21/03/2016 18:00 0

Turki

Erdogan Tuntut Agar Bashar Assad Diadili

KIBLAT.NET, Ankara – Presiden Turki, Recep Tayyib Erdogan menyerukan pihak internasional untuk mengadili Bashar Assad...

Senin, 21/03/2016 17:30 0

Indonesia

Kapolda Sulteng: Ketigabelas Korban Heli Akan Dimakamkan di TMP Kalibata

KIBLAT.NET, Poso – Kapolda Sulteng Brigjen Pol Rudy Sufahriyadi dalam konferensi persnya di Bandara Kasiguncu Poso...

Senin, 21/03/2016 17:17 0

Wilayah Lain

Jual Sapi, Dua Warga Muslim India Ini Dibunuh

KIBLAT.NET, Jihar – Kekerasan terhadap minoritas Muslim India kembali terjadi. Dua warga Muslim tewas digantung...

Senin, 21/03/2016 17:00 0

Indonesia

Kunjungi TKP Kecelakaan, Panglima TNI Datang Ke Poso Beri Suntikan Moral

KIBLAT.NET, Poso – Panglima TNI Jendral Gatot Nurmantyo siang ini, Senin, (21 /03/2016) mengunjungi lokasi jatuhnya...

Senin, 21/03/2016 16:50 0

Analisis

Masa Depan Al-Qaidah & ISIS (3-Habis): Strategi & Adaptasi Jihadis Ke Depan (Bag. 3 Habis)

Tulisan ini sambungan dari halaman sebelumnya. Dua organisasi jihadis al-Qaidah & ISIS yang tampil dominan...

Senin, 21/03/2016 16:00 0

Indonesia

Meski Heli TNI Jatuh, Operasi Tinombala Tetap Berlanjut

KIBLAT.NET, Poso – Setelah peristiwa jatuhnya Helikopter Bell 412 EP milik TNI AD yang jatuh...

Senin, 21/03/2016 15:00 0

Rohah

“Saya Membeli Dien Islam dari Anda…”

KIBLAT.NET – Inilah kisah zaman sekarang, Setelah memilih bahan makanan di supermarket, ada seorang gadis...

Senin, 21/03/2016 14:58 0

Close