... Waktu Shalat
...
Shubuh
...
Dzuhur
...
Ashar
...
Maghrib
...
Isya
...

News

Begini Sulitnya Oposisi Suriah Bernegosiasi dengan Rezim

Foto: Oposisi Politik Suriah saat menggelar pertemuan Saudi

KIBLAT.NET, Jenewa – Ketua Delegasi oposisi Suriah, Mohamed Alloush menyatakan bahwa pihaknya selalu merespon dan proaktif di dalan pembicaraan Jenewa. Namun, rezim Assad tidak menginginkan solusi apapun dalam memenuhi aspirasi rakyat Suriah.

“Delegasi kami selalu merespon dan proaktif dengan maksud untuk mencapai solusi yang adil untuk menghentikan pertumpahan darah dan mencapai tujuan revolusi di Suriah,” katanya dalam wawancara ekslusif dengan Aandolu Agency, yang dipublikasikan pada Senin (21/03).

“Dengan pemikiran ini, kami telah menyajikan visi kami pada pelaksanaan resolusi PBB di Suriah dengan maksud untuk menciptakan badan transisi dengan otoritas penuh (eksekutif dan legislatif) yang mampu menjalankan negara dan mencapai transisi kekuasaan,” tambahnya.

Akan tetapi, rezim Assad selalu enggan menanggapi hal ini dan mereka juga bersikeras untuk memasukkan beberapa hal di luar kesepakatan pembicaraan.

“Tapi, rezim Assad tidak ingin mengambil solusi apapun yang mengarah pada pemenuhan aspirasi rakyat Suriah. Mereka juga bersikeras untuk memasukkan beberapa hal di luar kerangka pembicaraan,” tegasnya.

Selain itu, delegasi perwakilan gerakan Jaisyul Islam ini juga membeberkan bahwa delegasi rezim Assad mempunyai visi yang berbeda dengan pihaknya yang mendorong utusan PBB, de Mistura mencatat adanya kesenjangan antara rezim Assad dan oposisi Suriah.

“Rezim Assad selalunya mendorong de Mistura untuk mencatat adanya ‘kesenjangan’ antara kedua belah pihak, hal ini dikarenakan kita berdua memiliki visi yang sangat berbeda,” paparnya.

BACA JUGA  Puluhan Ribu Warga di Pinggiran Idlib Melarikan Diri ke Perbatasan Turki

Dalam pembicaraan damai, pihak oposisi Suriah juga mengkritisi keputusan rezim Assad yang telah mengirim personil Kementerian Luar Negeri mereka yang tidak memiliki otoritas dalam mengambil keputusan.

Hal ini sendiri dinilai, pemerintah Bashar Al-Assad benar-benar tidak mengiginkan untuk mencari solusi bagi konflik Suriah, melainkan hanya ingin mengambil waktu istirahat untuk memulihkan pemerintahannya yang diubah oleh Rusia.

“Rezim mengirimkan Kementerian Luar Negeri personil yang tidak memiliki otoritas untuk mengambil keputusan dan hal ini bisa dikatakan bahwa ‘mereka tidak ingin mencari solusi’, melainkan hanya mengambil waktu untuk memulihkan kekuasaan yang diubah oleh Rusia,” jelasnya.

Dia menambahkan bahwa “jika rezim benar-benar menginginkan sulusi konflik Suriah, seharusnya mereka mengirim petugas keamanan senior”.

“Kami  berpartisipasi dalam putaran pembicaraan. Sekarang sampai ke PBB, kami tidak akan tinggal di sini hanya untuk memberikan dokumen, kami di sini untuk mendapatkan jawaban dan jawaban ini harus datang dari rezim itu sendiri, bukan dari sekelompok birokrat,” tegasnya.

Pada masa gencatan senjata berlangsung, rezim Assad juga kerap melakukan sejumlah serangan di sejumlah wilayah oposisi Suriah. Bahkan, mereka juga menjatuhkan bom barel di wilayah Daraa dan daerah lainnya.

“Pada hari Sabtu misalnya, rezim melakukan beberapa serangan di daerah berbeda termasuk Bala, Al-Marg, Harasta dan Qantara di pedesaan Damaskus sambil terus menjatuhkan bom barel di Daraa dan di daerah lain,” bebernya.

BACA JUGA  Pejuang Oposisi Kembali Derita Kemunduran di Pinggiran Idlib

“Pasukan rezim Bashar al-Assad tetap memobilisasi di semua bidang. Tampaknya, mereka telah bersiap untuk menghancurkan Suriah seluruhnya, tidak hanya untuk melanggar perjanjian gencatan senjata,” imbuhnya.

Untuk itu, “para pemimpin fraksi oposisi di lapangan selalu melihat situasi bahwa mereka berhak untuk melanggar gencatan senjata stiap hari, karena mereka berwenang untuk menghentikan rezim yang akan merangsek maju di daerah yang strategis”.

Mengenai pembicaraan Jenewa, Aalloush juga menjelaskan bahwa pembicaraan damai tersebut terhalang oleh kurangnya pengiriman bantuan dan adanya pemboman yang dilancarkan jet tempur Rusia di Suriah.

“Putaran terakhir pembicaraan Jenewa terhalang oleh kurangnya batuan kemanusiaan dan adanya sejumlah pemboman dari Rusia di wilayah oposisi Suriah. Namun Rusia telah menarik beberapa pesawatnya dari Suriah,” pungkasnya.

Sumber: Anadolu Agency
Penulis: Dio Alifullah

Share on Facebook Share on Twitter

Apa Reaksi Anda Tentang Artikel Ini?

Ikuti Topik:

Berikan komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *

 

Berita Lainnya

Wilayah Lain

Kuwait Usir Simpatisan Organisasi Teroris Hizbullah Lebanon

KIBLAT.NET, Kuwait – Pihak berwenang Kuwait mendeportasi sebanyak 11 warga asing yang menetap di negaranya...

Selasa, 22/03/2016 13:41 1

Video Kajian

Tabligh: Kenapa Kita Harus Menuntut Ilmu? [Ust. Akhlis Marzuki, S.Pd.I]

KIBLAT.NET- Sungguh kebahagiaan bagi seseorang yang berilmu, karena Rosulullah SAW telah mengingatkan : “Barang siapa...

Selasa, 22/03/2016 08:45 0

Indonesia

Keluarga Ungkap Kejanggalan-Kejanggalan dalam Proses Penahanan Kuswanto

KIBLAT.NET, Pamulang – Korban salah tangkap oleh Densus 88 di Pamulang mengalami proses penangkapan yang...

Senin, 21/03/2016 18:30 0

Indonesia

Walikota Banjar: LSM yang Didanai Asing untuk Kampanye LGBT Akan Saya Tindak Tegas

KIBLAT.NET, Banjar – “Kalau sampai ditemukan bukti ada LSM yang didanai asing untuk kampanye LGBT...

Senin, 21/03/2016 18:00 0

Turki

Erdogan Tuntut Agar Bashar Assad Diadili

KIBLAT.NET, Ankara – Presiden Turki, Recep Tayyib Erdogan menyerukan pihak internasional untuk mengadili Bashar Assad...

Senin, 21/03/2016 17:30 0

Indonesia

Kapolda Sulteng: Ketigabelas Korban Heli Akan Dimakamkan di TMP Kalibata

KIBLAT.NET, Poso – Kapolda Sulteng Brigjen Pol Rudy Sufahriyadi dalam konferensi persnya di Bandara Kasiguncu Poso...

Senin, 21/03/2016 17:17 0

Wilayah Lain

Jual Sapi, Dua Warga Muslim India Ini Dibunuh

KIBLAT.NET, Jihar – Kekerasan terhadap minoritas Muslim India kembali terjadi. Dua warga Muslim tewas digantung...

Senin, 21/03/2016 17:00 0

Indonesia

Kunjungi TKP Kecelakaan, Panglima TNI Datang Ke Poso Beri Suntikan Moral

KIBLAT.NET, Poso – Panglima TNI Jendral Gatot Nurmantyo siang ini, Senin, (21 /03/2016) mengunjungi lokasi jatuhnya...

Senin, 21/03/2016 16:50 0

Analisis

Masa Depan Al-Qaidah & ISIS (3-Habis): Strategi & Adaptasi Jihadis Ke Depan (Bag. 3 Habis)

Tulisan ini sambungan dari halaman sebelumnya. Dua organisasi jihadis al-Qaidah & ISIS yang tampil dominan...

Senin, 21/03/2016 16:00 0

Indonesia

Meski Heli TNI Jatuh, Operasi Tinombala Tetap Berlanjut

KIBLAT.NET, Poso – Setelah peristiwa jatuhnya Helikopter Bell 412 EP milik TNI AD yang jatuh...

Senin, 21/03/2016 15:00 0

Close