Lima Tahun Revolusi Suriah, Jabhah Nushrah Rilis “The Heirs of Glory” Season 2

KIBLAT.NET, Damaskus – Setelah merilis The Heirs of Glory (para pewaris kemulian) season pertama pada pertengahan 2015 silam. Kini bertepatan dengan masa peringatan lima tahun revolusi Suriah, Jabhah Nushrah kembali merilis season kedua dari The Heirs of Glory.

Dalam video ini, JN memaparkan hubugan Barat dan Mesir, serta campur tangan Barat dalam perang Suriah. Semua itu dikemas dalam video berdurasi 36 menit, lebih pendek dari season pertama yang berdurasi 43 menit. Video ini dipublis di salah satu situs berbagi video Daily Motion, pada 17 Maret 2016. Tema yang diangkat oleh JN berkaitan dengan Arab Spring dan alur revolusi Suriah.

Selain itu, The Heirs of Glory II berbeda dari yang sebelumnya, yang memblur tokoh-tokoh penting JN. Tapi video kali ini dengan jelas menampilkan sosok satu dari tiga pemimpin ternama di Jabhah Nushrah. Yaitu Abdur Rahim Atton alias Abu Abdullah Asy-Syami yang merupakan anggota Dewan Syariah JN.

Nama Asy-Syami mulai meroket setelah menerima tantangan mubahalah dari juru bicara ISIS Abu Muhammad Al-Adnani. Dengan tegas, dia menentang sistem demokrasi yang disuarakan oleh Ikhwanul Muslimin di Mesir dan Tunisia.

Dalam season dua ini, turut ditampilkan sosok Ahmad Salamat Mabruk alias Abu Faraj Al-Masri yang pertama kalinya muncul di publik. Dia disebut-sebut sebagai salah-satu tokoh yang cukup berpengaruh di tengah Jabhah Nushrah.

Abu Faraj Al-Masri sempat ditahan di Mesir, lalu dibebaskan pada masa pemerintahan Presiden Muhammad Mursi. Kemudian ia berangkat ke Suriah dan bergabung dengan JN. Abu Faraj dikenal tegas mengkritisi penguasa di negara-negara Teluk. Dia mengatakan bahwa sistem demokrasi tidak cocok digunakan di negara-negara kawasan Jazirah Arab.

Tidak lupa di versi kedua ini, JN juga menyisipkan kutipan pakar terkait peran media dalam revolusi Suriah. Berkaitan dengan itu, JN menampilkan penjelasan Samir Syaikh Ali seorang profesor sosiologi dan dekan college of education di Universitas Idlib.

Sumber : Arabi21
Penulis : Syafi’i iskandar

Ingin Langganan Artikel?
Daftarkan emailmu di sini untuk mendapatkan update artikel terbaru.
Anda dapat berhenti langganan kapan saja.
Anda mungkin juga berminat