... Waktu Shalat
...
Shubuh
...
Dzuhur
...
Ashar
...
Maghrib
...
Isya
...

News

Polisi Sebut Bela Siyono Sama Juga Bela Teroris, Munarman: Itu Kesesatan Berpikir!

Foto: Munarman, SH

KIBLAT.NET, Jakarta – Besarnya antusiasme masyarakat yang menggelar aksi solidaritas atas kematian Siyono, mendorong Kadiv Humas Mabes Polri, Anton Charliyan turut berkomentar.

Anton menuding, masyarakat harus tahu bahwa Siyono adalah pentolan teroris, kalau masyarakat membela berarti membela teroris.

Menanggapi pernyataan tersebut, mantan Ketua YLBHI Munarman mengatakan perkataan Anton Charliyan merupakan bentuk kesesatan berpikir aparat kepolisian.

“Perkataan Anton Charliyan ini memiliki kekeliruan, ada sesat pikir di situ. Sesat pikir yang menganggap orang yang sudah dituduh teroris maka boleh dibunuh tanpa proses hukum. Bahkan, orang yang menyuarakan pembelaan atas seseorang yang dibunuh tanpa bukti ini dikatakan tidak boleh membela, maka kacaulah negeri ini nanti,” kata Munarman kepada Kiblat.net, Kamis, (17/03).

Dia menilai, hukum itu mengandung dua unsur. Unsur impersonalitas dan imparsialitas. Artinya, hukum itu tidak boleh memandang latar belakang idiologi seseorang, tidak boleh memberi label tertentu kepada seseorang. Kemudian, hukum itu juga harus imparsial (tidak memihak), sehingga penegak hukum tidak boleh berpihak kepada idiologi tertentu.

“Apa yang dikatakan oleh aparat penegak hukum yang diwakili oleh Kadiv Humas Mabes Polri Anton Charliyan yakni masyarakat jangan membela teroris, berarti dia telah melanggar prinsip impersonalitas dan imparsialitas. Sehingga hukum itu tidak lagi netral artinya, bukan lagi menghukumi perbuatan melainkan hukum tersebut menghukumi atau menghakimi dan menindak hanya kepada kelompok tertentu,” katanya

BACA JUGA  Anies Baswedan: Reuni 212 Membawa Pesan Damai

Direktur An-Nashr Institute ini juga menegaskan, teroris tidak bisa disematkan pada kelompok tertentu. Sebab, teroris itu konteksnya berbentuk perbuatan. “Maka jangan keliru. Sehingga orang yang Anton Charlian sebut sebagai teroris itu, butuh namanya pembuktian dan tidak sekedar fitnah,” kata dia.

Munarman menekankan, dalam kasus kematian Siyono, seharusnya kepolisian butuh pembuktian sebelum ditindak. Sementara Siyono belum terbukti apa-apa, dan statusnya masih dalam pemeriksaan aparat.

“Mengapa sebelum dibuktikan sudah ditembak mati, digebuki, dizalimi dan disiksa. Sehingga jika seseorang belum ditindak secara hukum namun sudah didzolimi, disiksa, dianiyaya dan dibunuh, maka sudah sewajarnya dan sudah menjadi kewajiban masyarakat membela orang tersebut,” ujar Munarman.

Ia menekankan, masyarakat punya kewajiban untuk membela seseorang yang dizalimi dan dibunuh tanpa proses hukum.

“Hal ini menjadi kewajiban bagi warga negara Indonesia dan orang yang berakal sehat untuk menyuarakan pembelaan ini,” himbaunya.

 

Reporter : Bunyanun Marsus, Hafiz
Editor: Fajar Shadiq

Share on Facebook Share on Twitter

Apa Reaksi Anda Tentang Artikel Ini?

Ikuti Topik:

2 comments on “Polisi Sebut Bela Siyono Sama Juga Bela Teroris, Munarman: Itu Kesesatan Berpikir!”

  1. DODI

    MARI KITA SEMUA MUSLIM INDONESIA MEMBELA SIYONO….., KITA LIHAT APAKAH POLISI AKAN MENENTANG KITA MUSLIM SELURUH INDONESIA…!!

    KATAKAN YANG HAQ ADALAH HAQ..DAN YANG BATHIL ADALAH BATHIL…

    KITA BERPEGANG PADA Q,S AL HAJJ 39…

  2. Anony

    Hanya orang orang pro teroris lah yang mau membela teroris ……

Berikan komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *

 

Berita Lainnya

Indonesia

Aksi Tuntut Pembubaran Densus 88 Juga Diramaikan Mahasiswa Medan

KIBLAT.NET, Medan – Puluhan massa mahasiswa yang tergabung dalam Gerakan Mahasiswa (Gema) Pembebasan Sumatera Utara‎,...

Sabtu, 19/03/2016 16:08 0

Indonesia

Diduga Anggota Santoso, Mayat Tak Dikenal Ditemukan Warga Poso

KIBLAT.NET, Poso – Satuan aparat operasi Tinombala 2016 mengevakuasi jenazah seorang pria dalam kondisi membusuk...

Sabtu, 19/03/2016 14:30 0

Indonesia

Komisi I DPR: Penjara Khusus Teroris Bukan Tipikal Indonesia

KIBLAT.NET, Jakarta – Kepala Badan Nasional Penanggulangan Terorisme, Irjen Polisi Tito Karnavian menginginkan dibuatnya penjara...

Sabtu, 19/03/2016 13:00 0

Indonesia

Densus 88 Dinilai Kerapkali Menzalimi Umat Islam

KIBLAT.NET, Solo – Ketua Laskar Umat Islam Surakarta (LUIS), Edi Lukito menyatakan bahwa saat ini...

Sabtu, 19/03/2016 11:00 2

Indonesia

Dr. Muinnudinillah Basri: Densus 88 Dibuat untuk Menghancurkan Umat Islam Indonesia

KIBLAT.NET, Solo – Dr. Muinnudinillah Basri MA menyatakan bahwa tindakan Densus 88 terhadap umat Islam adalah pelanggaran berat...

Sabtu, 19/03/2016 10:15 2

Indonesia

Jika Kezaliman Densus 88 Berlanjut, Dikhawatirkan Azab Allah Akan Turun

KIBLAT.NET, Surabaya – Kemungkinan bertambahnya korban dari kalangan umat Islam bukan satu-satunya alasan adanya desakan...

Sabtu, 19/03/2016 09:54 0

Indonesia

Siyono Terbunuh, Ini Tuntutan Mahasiswa Yogyakarta pada Penegak Hukum

KIBLAT.NET, Yogyakarta – Prihatin atas meninggalnya Siyono dalam kasus penangkapan oleh Densus 88 beberapa hari...

Sabtu, 19/03/2016 08:47 0

Video Kajian

Khutbah Jum’at: Ancaman Membunuh Muslim dengan Sengaja

KIBLAT.NET – Allah SWT berfirman : “Barangsiapa yang membunuh seorang manusia, bukan karena orang itu (membunuh)...

Sabtu, 19/03/2016 08:45 0

Indonesia

Umat Islam Surabaya Juga Desak Pembubaran Densus 88

KIBLAT.NET, Surabaya – Ratusan orang dari berbagai elemen umat Islam melakukan aksi unjuk rasa menuntut...

Jum'at, 18/03/2016 17:38 1

Indonesia

MUI Aktifkan Kembali Tim Penanggulangan Terorisme

KIBLAT.NET, Bandung – Majelis Ulama Indonesia (MUI) akan mengaktifkan kembali peran dari Tim Penanggulangan Terorisme (TPT)...

Jum'at, 18/03/2016 17:31 0

Close