... Waktu Shalat
...
Shubuh
...
Dzuhur
...
Ashar
...
Maghrib
...
Isya
...

News

Jabhah Nusrah dan Brigade 13 Sepakat Menghadap Pengadilan Syariat

Foto: Ilustrasi

KIBLAT.NET, Idlib – Gerakan Jabhah Nusrah (JN) dan Brigade 13 sepakat menyelesaikan perselisihan di hadapan pengadilan Syariah independen. Masing-masing mengungkapkan penyebab insiden tersebut.

Seperti dilansir dari Arabi21, awal pekan ini, JN lebih dahulu menyampaikan penyebeb perselisihan tersebut. Menurut versi mereka, serangan itu dilakukan sebagai balasan atas penyerangan yang dilakukan anggota Brigade 13 terhadap anggota JN di kota Ma’arrah Nukman, pedesaan Idlib.

Serangan tersebut membuat pejuang JN mendirikan pos-pos militer di sekitar lokasi serangan. Namun hal itu membuat Brgiade 13 tidak nyaman dan menembaki pejuang JN di pos-pos tersebut. Akibatnya, seorang anggota JN bernama Abu Yahya Al-Anshari terbunuh.

Terbunuhnya anggota JN itu membuat rekan-rekannya marah dan membalas Brigade 13. Kurang dari 24 jam, Brigade 13 menyerah dan merelakan markas utamanya untuk JN.

Dalam pernyatannya beberapa jam setelah insiden tersebut, JN menyeru Brigade 13 untuk menghadap pengadilan Syariah independen untuk menyelesaikan perselisihan yang menewaskan sedikitnya enam pejuang dari kedua pelah pihak ini.

Dalam seruan itu, JN mengajukan Ketua Pusat Dakwah Jihad Syaikh Abdullah Al-Muhaisini, Hakim Tertinggi Jaiysul Fath Syaikh, yang juga anggota dewan Syariah Ahrar Al-Syam, Abdurrazaq Al-Mahdi, dan Hakim independen Abu Harits Al-Mishri.

JN menegaskan akan menerima penuh keputusan yang dikeluarkan para hakim tersebut. Bahkan, JN siap menyerahkan anggotanya jika dianggap bersalah.

BACA JUGA  Pentagon Bantah Wacana Penambahan 14.000 Pasukan di Timur Tengah

“Jiwa kami ridha dengan hukum Allah, dan kepada syariat-Nya kami tunduk dan patuh,” tegas JN dalam pernyatannya awal pekan ini.

Jawaban Brigade 13

Beberapa saat kemudian, Brigade 13 menyambut seruan tersebut. Mereka menyatakan siap menghadap pengadilan Syariah independen untuk menyelesaikan perselisihan ini.

Dalam pernyataannya, Brigade 13 berlepas diri atas terbunuhnya anggota JN Abu Yahya Al-Anshari atau lainnya. Faksi yang berafiliasi kepada Free Syrian Army (FSA) ini mengaku selalu berusaha menumpahkan darah.

Menurut versi Brigade 13, JN dianggap lebih dulu melakukan serangan terhadap markasnya. Mereka (JN) menyerang rumah para komandan dan menyita semua senjata dan peralatan tempur.

Brigade 13 mengatakan bahwa serangan yang dilakukan JN sangat rapi dan terorganisir. Insiden itu bermula ketika JN mengerahkan pasukan ke markas kami, saat kami berupaya menyelesaikan konflik keluarga.

Akan tetapi, Brigade 13 menekankan sepakat dengan pengadilan Syariat yang diusulkan JN. Meskipun, Brigade 13 memandang ada ketidakadilan terhadap mereka.

Brigade 13 menuntut markas dan senjatanya dikembalikan sebagai syarat niat baik untuk mau menghadap pengadilan Syariat. Di akhir pernyataan, Brigade 13 meminta permasalahan ini segera diselesaikan.

Sambutan Ulama

Syaikh Abdullah Al-Muhaisini, salah satu hakim dalam pengadilan syariat, menyambut baik kesediaan JN dan Brigade 13 mengambalikan perselisihan kepada pengadilan syariat. Dia meminta insiden tersebut sebagai cermin akan pentingnya pengadilan syariat independen di wilayah Syam.

BACA JUGA  Pentagon Bantah Wacana Penambahan 14.000 Pasukan di Timur Tengah

“Hari inilah saatnya kita sepakat membentuk pengadilan syariat yang menjadi pengadilan untuk menyelesaikan segela perselishan antara faksi di Syam,” kata Syaikh Al-Muhaisini dalam akun Twitternya.

Sementara itu, Syaikh Abdurrazaq Al-Mahdi meminta para pengguna media sosial tidak memperkeruh suasana dengan kata-kata hasutan. Ia meminta pengguna sosial untuk ikut serta membantu meredam situasi dan menjaga perjuangan di Suriah.

Sumber: Arabi21
Penulis: Hunef Ibrahim

Share on Facebook Share on Twitter

Apa Reaksi Anda Tentang Artikel Ini?

Berikan komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *

 

Berita Lainnya

Indonesia

Diduga Anggota Santoso, Mayat Tak Dikenal Ditemukan Warga Poso

KIBLAT.NET, Poso – Satuan aparat operasi Tinombala 2016 mengevakuasi jenazah seorang pria dalam kondisi membusuk...

Sabtu, 19/03/2016 14:30 0

Indonesia

Komisi I DPR: Penjara Khusus Teroris Bukan Tipikal Indonesia

KIBLAT.NET, Jakarta – Kepala Badan Nasional Penanggulangan Terorisme, Irjen Polisi Tito Karnavian menginginkan dibuatnya penjara...

Sabtu, 19/03/2016 13:00 0

Indonesia

Densus 88 Dinilai Kerapkali Menzalimi Umat Islam

KIBLAT.NET, Solo – Ketua Laskar Umat Islam Surakarta (LUIS), Edi Lukito menyatakan bahwa saat ini...

Sabtu, 19/03/2016 11:00 2

Indonesia

Dr. Muinnudinillah Basri: Densus 88 Dibuat untuk Menghancurkan Umat Islam Indonesia

KIBLAT.NET, Solo – Dr. Muinnudinillah Basri MA menyatakan bahwa tindakan Densus 88 terhadap umat Islam adalah pelanggaran berat...

Sabtu, 19/03/2016 10:15 2

Indonesia

Jika Kezaliman Densus 88 Berlanjut, Dikhawatirkan Azab Allah Akan Turun

KIBLAT.NET, Surabaya – Kemungkinan bertambahnya korban dari kalangan umat Islam bukan satu-satunya alasan adanya desakan...

Sabtu, 19/03/2016 09:54 0

Indonesia

Siyono Terbunuh, Ini Tuntutan Mahasiswa Yogyakarta pada Penegak Hukum

KIBLAT.NET, Yogyakarta – Prihatin atas meninggalnya Siyono dalam kasus penangkapan oleh Densus 88 beberapa hari...

Sabtu, 19/03/2016 08:47 0

Video Kajian

Khutbah Jum’at: Ancaman Membunuh Muslim dengan Sengaja

KIBLAT.NET – Allah SWT berfirman : “Barangsiapa yang membunuh seorang manusia, bukan karena orang itu (membunuh)...

Sabtu, 19/03/2016 08:45 0

Indonesia

Umat Islam Surabaya Juga Desak Pembubaran Densus 88

KIBLAT.NET, Surabaya – Ratusan orang dari berbagai elemen umat Islam melakukan aksi unjuk rasa menuntut...

Jum'at, 18/03/2016 17:38 1

Indonesia

MUI Aktifkan Kembali Tim Penanggulangan Terorisme

KIBLAT.NET, Bandung – Majelis Ulama Indonesia (MUI) akan mengaktifkan kembali peran dari Tim Penanggulangan Terorisme (TPT)...

Jum'at, 18/03/2016 17:31 0

Indonesia

IPW: Kompolnas Harus Turun Tangan dalam Kasus Siyono

KIBLAT.NET, Jakarta – Kematian Siyono saat pemeriksaan oleh Densus 88 menjadi kontroversi. Pasalnya, Polri memberikan...

Jum'at, 18/03/2016 16:30 0

Close