... Waktu Shalat
...
Shubuh
...
Dzuhur
...
Ashar
...
Maghrib
...
Isya
...

Suara Pembaca

Antara Siyono, Syiah dan PKI

KIBLAT.NET – Tragedi yang menimpa Siyono, belum lama ini, begitu mengharu biru rasa kemanusiaan kita. Untuk yang kesekian kalinya, seorang anak manusia jadi tumbal kesewenang-wenangan kekuasaan yang dilakukan Densus 88. Korban atas nama Siyono menambah daftar panjang pejuang kebenaran yang kehilangan jiwanya.

Setelah kasus kematian Munir, Udin dan banyak nama lain yang tidak ada ujung penyelesaian keadilan. kematian yang menimpa Siyono pun terancam menemui hal serupa. Hal ini terlihat dari kesimpangsiuran dalam awal keterangan yang berbelit dari ‘tersangka’ pelaku penangkapan yang berujung pada kematiannya.

Apalagi atas nama kekuasaan dan legalisasi melakukan tindakan penangkapan dengan alasan untuk keamanan negara, tentu hal ini semakin memperkuat tindakan aparat secara impresif dan membabi buta.

Munir dan Udin, notabene seorang publik figur yang mempunyai dukungan publik secara kuat sedemikian rupa pun akhirnya menemui jalan buntu dan ketidakjelasan proses hukum. Walau begitu, sebenarnya masyarakat bisa meraba sendiri siapa pelaku dari kejahatan kejahatan hukum tersebut. Ketidakberdayaan, rasa pasrah dan narimo menjadi sikap dari keluarga. Masyarakat pun menerima sebagai kenyataan pahit yang harus dihadapi.

Siyono, sangat jauh berbeda. Dia hanya seorang pemuda dusun tidak mempunyai kekuatan relasi dan advokasi sebagaimana Udin yang seorang jurnalis. Instansi dimana dia bekerja, Rekan seperjuangan di media cetak mengawal sekuat tenaga hingga menjadi isyu nasional.

BACA JUGA  Soal "Good Looking", Menag Sebaiknya Bertaubat

Siyono, hanyalah seorang imam Masjid Munirah, namanya membahana karena nasib yang dia alami begitu meluluh lantakkan rasa damai. Ternyata bahwa Indonesia bukan lagi negeri yang aman dan tenteram.

Gelombang protes para netizen dari berbagai kalangan diseluruh negeri membuktikan bahwa kejahatan dibungkus sebagus apapun tetap tercium. Mulai dari akademisi, ilmuwan hingga masyarakat luas mengecam keras tindakan brutal Densus 88 sebagai pelaku kejahatan hingga hilangnya jiwa Siyono.

Sebuah media lokal di Yogyakarta dalam tajuk rencananya menegaskan bahwa, “Kita mendorong agar kematian Siyono diungkap secara transparan alias tidak perlu ditutupi. Upaya membuka tabir kematian Siyono hendaknya tidak diartikan sebagai tindakan mendukung terorisme. Sama sekali tidak, melainkan untuk mengingatkan kepada aparat penegak hukum untuk tetap menghormati hukum dalam penanganan terorisme. (KR 15 Maret 2016)

Sementara di Jawa Timur, Korps Mubaligh Muhammadiyah Surabaya siap memberikan advokasi dan pendampingan kepada masyarakat Surabaya yang dizalimi oleh Densus 88.

Kematian Siyono, Sang Imam masjid yang digelandang aparat usai mengimami sholat Maghrib, mengingatkan kepada kita peristiwa sebelum meletusnya gerakan G30SPKI. Peristiwa pembantaian di Pondok Pesantren Al-Jauhar di Desa Kanigoro, Kecamatan Kras, Kediri, pada 13 Januari 1965. Kala itu, jarum jam baru menunjukkan pukul 04.30. sebanyak 127 peserta pelatihan mental Pelajar Islam Indonesia sedang asyik membaca Al-Quran dan bersiap untuk salat subuh. Tiba-tiba sekitar seribu anggota PKI membawa berbagai senjata datang menyerbu. Sebagian massa PKI masuk masjid, mengambil Al-Quran dan memasukkannya ke karung.

BACA JUGA  Soal "Good Looking", Menag Sebaiknya Bertaubat

Kejadian kelam seperti ini tentu membuat para dai, ustadz maupun imam masjid dan jamaah masjid menjadi trauma ketika mereka sedang beribadah Masjid. Umat Islam kembali terciderai oleh ulah aparat.

Dalam keseharian, aktifitas dakwah Siyono dengan memberikan pengajaran kepada masyarakat di sekitarnya. Dengan kemampuannya memfasilitasi berdirinya pendidikan Islam bagi anak usia dini. Hal itu adalah rasa tanggungjawabnya membangun akidah umat dari gempuran akidah sesat yang terus berkembang akhir akhir ini.

Aliran sesat yang nyata nyata mengancam eksistensi negara macam Syiah terus berkembang tanpa tersentuh aparat Densus 88 sedikitpun. Kesesatan syiah dan gerak politiknya secara historis dan kekinian sudah menunjukkan gejala mengarah kepada pemecah belah bangsa.

Gugurnya Siyono, tidak akan menyurutkan perjuangan para penegak dienul Islam. Justru semangat semakin terlecut kepada para aktifis Islam untuk lebih cerdas dalam bertindak dan bersiap atas bahaya yang mengancamnya. Tidurnya umat dari ketidak pedulian terhadap agamanya menjadi tersadar atas kejamnya tindakan aparat yang mengancam dien ini pasca tragedi yang menimpa Siyono.

Hanya kepada Allahlah kita berharap atas segala tindakan kita di dunia dan di akherat.

 

Oleh: Nuzul Anthony, penulis tinggal di Yogyakarta.


Jika tulisan ini bermanfaat bagi Anda dan banyak orang, dukung kami membantu terus menginformasikan berita dan tulisan terbaik untuk Anda. Kiblat.net adalah media Islam independen non-partisan yang dikelola mandiri. Anda dapat memberikan donasi terbaik supaya kami dapat terus bekerja di bidang dakwah media.

Donasi Sekarang

Share on Facebook Share on Twitter

Apa Reaksi Anda Tentang Artikel Ini?

Ikuti Topik:

Berikan komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *

 

Berita Lainnya

Indonesia

Mahasiswa Yogyakarta Gelar Aksi Desak Pembubaran Densus 88

KIBLAT.NET, Yogyakarta – Kasus pembunuhan terhadap Siyono, seorang warga Klaten dalam pemeriksaan Densus 88 beberapa hari yang...

Jum'at, 18/03/2016 14:15 0

Indonesia

Jenazah Ponda Akhirnya Pulang dan Dimakamkan di Solo

KIBLAT.NET, Solo – Jenazah Ponda alias Dodo alias Fonda Amar Salihin akhirnya telah dipulangkan dan dimakamkan hari...

Jum'at, 18/03/2016 13:55 1

Suriah

Rezim Assad Masih Halangi PBB Kirim Bantuan ke Wilayah Terkepung

KIBLAT.NET, Jenewa – Penasehat PBB di Suriah, Jan Egeland mengatakan bahwa rezim Assad masih menolak...

Jum'at, 18/03/2016 12:00 0

Indonesia

KPAI Menilai Aksi Densus 88 di Depan Anak-Anak Menimbulkan Trauma

KIBLAT.NET, Jakarta – Semua aktivitas penegakan hukum harus mempertimbangkan seluruh aspek, termasuk aspek terbaik bagi...

Jum'at, 18/03/2016 11:30 0

Artikel

Ada Konsekuensi atas Tertumpahnya Darah Seorang Muslim

Dari Abdullah bin Mas’ud radhiallahu‘anhu ia berkata, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa salam bersabda,  “Perkara yang...

Jum'at, 18/03/2016 11:00 0

Rusia

Putin: Operasi Militer di Suriah Habiskan $484 Juta

KIBLAT.NET, Moskow – Presiden Rusia, Vladimir Putin mengatakan bahwa kementerian pertahanan Moskow telah menghabiskan dana...

Jum'at, 18/03/2016 10:31 0

Suriah

Etnis Arab dan Turkmen Suriah Tolak Wilayah Federasi Kurdi

KIBLAT.NET, Damaskus – Warga keturunan Arab dan Turkmen di Suriah menentang upaya milisi Kurdi PYD...

Jum'at, 18/03/2016 10:01 0

Rusia

Akhirnya Rusia Akui Lima Tentaranya Tewas di Suriah

KIBLAT.NET, Moskow – Rusia akhirnya mengakui secara resmi lima tentaranya tewas di Suriah. Selama operasi...

Jum'at, 18/03/2016 09:27 0

Analisis

Bagaimanakah Suriah Pasca Lima Tahun Konflik? (Bag. 2)

Tulisan ini lanjutan dari halaman sebelumnya. Ketika Kelaparan menjadi Senjata Mematikan Seiring berlanjutnya perang, kiranya...

Kamis, 17/03/2016 21:00 0

Indonesia

Soal Jenazah Ponda, TPM Sahlan: Tegakkan Hukum, Tapi Jangan Tahan Proses Pemakaman!

KIBLAT.NET, Poso – Koordinator TPM Sahabat Keadilan (TPM-SAHLAN), Harun Nyak Itam Abu menegaskan sebagai sesama Muslim...

Kamis, 17/03/2016 20:56 0

Close