... Waktu Shalat
...
Shubuh
...
Dzuhur
...
Ashar
...
Maghrib
...
Isya
...

In Depth

Kebijakan Strategis Abu Bakar Ash-Shiddiq (2): Memerangi Orang-orang Murtad

Tulisan ini merupakan lanjutan dari halaman sebelumnya

KIBLAT.NET – Selain melanjutkan amanah Rasulullah saw mengirimkan pasukan Usamah bin Zaid, Abu Bakar Ash-Shiddiq juga mengambil sikap tegas terhadap  orang-orang murtad.

b. Memerangi Orang Murtad
Berita wafatnya Rasulullah saw menjadi buah bibir di kalangan bangsa Arab. Pada saat itu, bara api kemurtadan mulai bermunculan. Meski gerakan kemurtadan sudah mulai muncul pasca ‘Amul Wafud (Tahun Delegasi) pada sembilan Hijriah, namun baru setelah wafatnya Rasulullah mereka berani menampakkannya secara terang-terangan.

Di antara tokoh yang murtad bahkan mengaku sebagai nabi adalah Al-Aswad Al-‘Ansi di Yaman yang tewas berhasil dibunuh ketika pada masa Rasulullah, Musailamah Al-Kadzdab di Yamamah, dan Thulaihah Al-Asadi. Dengan tegas, Abu Bakar Ash-Shiddiq pun memerangi mereka sampai ke akar-akarnya.

Setelah kedatangan pasukan Usamah bin Zaid dan sesudah pasukannya telah cukup beristirahat, Abu Bakar lalu membuat rencana pengiriman berbagai pasukan guna menumpah orang-orang murtad dan yang enggan membayar zakat. Ia membuat 11 pasukan perang. Berikut nama-nama panglima dan ke arah mana mereka ditugaskan:

1. Khalid bin Walid, dikirim untuk menghancurkan Thulaihah Al-Asadi. Bila sudah selesai, selanjutnya ia menyerang Malik bin Nuwairah di Buthah jika orang tersebut melawan dirinya.

2. Ikrimah bin Abu Jahl, dikirim untuk menumpas Musailamah.

3. Muhajir bin Abi Umayah, diutus untuk menghancurkan pasukan sisa–sisa pasukan Al-Aswad Al-Ansi dan membantu kaum Abna’ menghadapi Qais bin Maksyuh, kemudian menuju Kindah di Hadhramaut.

4. Khalid bin Sa’id, diutus ke wilayah-wilayah pinggir Syam.

5. Amru bin ‘Ash, diutus ke kabilah Qudha’ah dan Wadi’ah.

6. Hudzaifah bin Mihshan Al-Ghifari, dikirim kepada penduduk Duba.

7. Arfajah bin Hurtsumah, dikirim ke Maharah.

8. Syurahbil bin Hasanah, ditugaskan menyusul Ikrimah bin Abu Jahl. Bila sudah selesai menjalankan tugas di Yamamah, ia dengan pasukannya menuju Qudha’ah.

9. Ma’n bin Hajiz, ditugaskan ke Bani Salim dan Hawazin yang bergabung dengan mereka.

10. Suwaid bin Muqarin, ditugaskan ke Tihamah, Yaman.

11. Ala` bin Hadhrami, ditugaskan ke Bahrain.

Nabi palsu pertama yang berusaha menyerang Madinah adalah Thulaihah Al-Asadi. Dulu, ia seorang paranormal lalu memeluk Islam, kemudian murtad dan mengaku nabi di masa hidup Rasulullah. Beliau saw lalu mengutus Dhirar bin Azwar untuk menindak tegas Thulaihah. Ia pun berhasil melemahkan Thulaihah namun belum berhasil membunuhnya. Setelah Rasulullah wafat, pengaruh Thulaihah kembali besar bahkan memiliki pengikut yang banyak.

Thulaihah mengirim utusannnya kepada Abu Bakar untuk mengajukan dispensasi meninggalkan shalat dan zakat. Namun Abu Bakar menolak mentah-mentah dan berkata, “Demi Allah! Seandainya mereka menahan‘iqal (Iqal=Tali. Ini hanya dijadikan perumpamaan untuk sekecil apa pun barang yang mungkin tidak mereka tunaikan) dariku pasti aku berjihad memerangi mereka karena hal itu.”

Beberapa hari berselang, pengikut dan pasukan Thulaihah kemudian berusaha menyerang Madinah pada malam hari, namun berhasil digagalkan oleh pasukan Islam dan membuat mereka lari kocar-kacir. Bahkan Abu Bakar ikut mengejar mereka hingga sampai di Dzul Qashah. Perang ini terhitung kecil, akan tetapi kemenangan yang ditorehkan Abu Bakar memiliki efek siksifikan dan dampak yang besar dalam jiwa umat Islam juga pada jiwa musuh-musuh Islam.

Selain itu, Abu Bakar juga melanjutkan misi dakwah ekspansif ke wilayah Syam dan Iraq.

perang ilustrasi

c. Penaklukan Iraq
Ketika peperangan melawan orang murtad telah berakhir, kebijakan selanjutnya yang ditempuh Abu Bakar Ash-Shiddiq adalah membuka wilayah di Jazirah Arab. Abu Bakar Ash-Shiddiq mulai melaksanakan rencana penaklukan yang sesungguhnya telah dirancang oleh Rasulullah semasa hidupnya. Ia pun mengirimkan pasukan untuk menaklukkan Iraq dan Syam.

Setiap instruksi Abu Bakar Ash-Shiddiq kepada panglima perang di Iraq, yaitu Khalid dan Iyadh, menunjukkan naluri perang dan strategi tingkat tinggi pada diri Abu Bakar Ash-Shiddiq. Dalam hal ini ia memberikan banyak kebijakan militer dan strategi untuk memenangkan suatu pertempuran melawan musuh. Ia menentukan batasan-batasan wilayah bagi kedua panglima perang tersebut untuk masuk dan menguasai Iraq. Abu Bakar memberikan instruksi itu layaknya sedang berada di ruang operasi militer di Hijaz dan di dinding ruangan terbentang peta wilayah Iraq dengan segala medan dan rutenya.

Khalid bin Walid, sebagai salah satu panglima, terlibat dalam berbagai pertempuran yang terjadi di wilayah Iraq. Itu juga yang menjadi di antara sebab negeri Iraq dapat dikuasai oleh pasukan Islam. beberapa pertempuran tersebut adalah pertempuran Dzatus Salasil, Madzar, Walujah, Ullais, Herat, Anbar, ‘Ain Tamar, Dumatul Jandal, Al-Hushaid dan Al-Firadh.

d. Penaklukan Syam
Ketika Abu Bakar Ash-Shiddiq hendak menaklukkan Syam, ia meminta saran dan pendapat para sahabat Rasulullah. Ia pun meminta bantuan pada penduduk Yaman untuk melakukan jihad bersama dengan kaum muslimin lainnya. Ia juga membentuk beberapa satuan perang yang dikepalai komandan perang, dan mengirim mereka ke negeri Syam. Ada empat satuan perang yang dikirim ke Syam, masing-masing dipimpin oleh Yazid bin Abi Sufyan, Abu Ubaidah bin Jarrah, Amr bin Ash dan Syurahbil bin Hasanah.

Pasukan perang yang dikirim untuk membebaskan Syam ini menghadapi berbagai macam kesulitan dalam menjalankan misinya. Mereka harus berhadapan dengan bala tentara Romawi yang terkenal kuat dan tangguh, serta berjumlah sangat besar. Itulah sebabnya, pasukan Islam mengirim surat kepada Abu Bakar Ash-Shiddiq untuk memberitahukan kesulitan yang sedang mereka hadapi. Abu Bakar pun memerintahkan mereka untuk mundur ke wilayah Yarmuk dan berkumpul di sana, lalu memerintahkan Khalid untuk berangkat dengan sebagian pasukannya yang sedang berada di Iraq menuju Syam dan menjadi komandan pasukan perang di Syam.

Khalid bin Walid mampu mewujudkan keinginan Abu Bakar Ash-Shiddiq. Ia berhasil mengalahkan pasukan musuh di Syam, dan memenangkan pertempuran melawan musuh di Ajnadain dan Yarmuk.

Baca tulisan sebelumnya | Lihat tulisan selanjutnya

Editor: Fajar Shadiq

Share on Facebook Share on Twitter

Apa Reaksi Anda Tentang Artikel Ini?

Ikuti Topik:

Berikan komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *

 

Berita Lainnya

Foto

Begini Aksi Seribu Lebih Massa Umat Islam Tolak Gereja Santa Clara Bekasi

KIBLAT.NET, Bekasi – Ribuan Umat Islam se-Bekasi Raya tumpah ruah di depan Kantor Walikota Bekasi pada siang...

Senin, 07/03/2016 20:45 0

Rohah

Tokoh Tabi’in Ini Kebal Dibakar Api Seperti Nabi Ibrahim

KIBLAT.NET – Syurahbil bin Muslim menceritakan, “Suatu ketika, ketika Aswad Al-Ansi, seorang yang mengaku-aku sebagai...

Senin, 07/03/2016 18:35 2

Indonesia

MUI Poso: Gerhana Matahari Bukan Tontonan tapi Tuntunan

KIBLAT.NET, Poso – Fenomena alam berupa gerhana matahari total diperkirakan akan terjadi pada tanggal 9...

Senin, 07/03/2016 18:17 0

Indonesia

Bertemu dengan Menlu Iran, Ini Kerjasama yang Digagas Presiden RI

KIBLAT.NET, Jakarta – Presiden Joko Widodo mengajak Iran yang baru saja terbebas dari sanksi ekonomi...

Senin, 07/03/2016 17:33 0

Indonesia

TPM SAHLAN: Ada Luka Tembak di Bagian Depan Wajah Ponda

KIBLAT.NET, Poso – Pihak keluarga pada Sabtu, (05/03) telah berhasil menemui jenazah Ponda alias Dodo,...

Senin, 07/03/2016 16:15 0

Artikel

Fikih Shalat Gerhana

KIBLAT.NET – Fenomena Gerhana Matahari tinggal hitungan hari. Banyak masyarakat menunggu momen langka ini. Terutama...

Senin, 07/03/2016 16:10 0

Indonesia

Indonesia Akan Resmikan Konsulat Kehormatan di Palestina dalam Waktu Dekat

KIBLAT.NET, Jakarta – Dalam acara pembukaan KTT Luar Biasa OKI ke-5, Presiden Joko Widodo mengungkapkan...

Senin, 07/03/2016 14:30 0

Indonesia

Gerhana Matahari Total Jadi Momen Perdamaian di Poso

KIBLAT.NET, Poso – Poso merupakan salahsatu daerah di Indonesia yang menjadi titik pantau gerhana matahari...

Senin, 07/03/2016 14:01 0

Artikel

Ketika Rumah Pribadi Jadi Target Deradikalisasi

KIBLAT.NET — Para pengamat terorisme hari ini semakin yakin, keluarga memegang peranan penting dalam pembentukan...

Senin, 07/03/2016 13:45 0

Indonesia

“Jika Tak Bisa Berikan Solusi bagi Palestina, OKI Tak Lagi Relevan”

KIBLAT.NET, Jakarta – Presiden Joko Widodo menyatakan bahwa tindakan ilegal Israel harus dihadapi bersama, dan...

Senin, 07/03/2016 13:30 0

Close