... Waktu Shalat
...
Shubuh
...
Dzuhur
...
Ashar
...
Maghrib
...
Isya
...

Titian

Cinta dan Kehangatan Kerabat, Bentengi Keluarga dari Serbuan Deradikalisasi Barat

Foto: Seorang pria dan anaknya di Tajikistan tengah mengamati pamflet yang melekat di dinding.

Tulisan ini adalah lanjutan | Baca tulisan sebelumnya

KIBLAT.NET — Judul di atas bukan berarti kita ingin keluarga menjadi radikal dalam pemahaman yang selama ini banyak diperkenalkan media kepada publik. Definisi yang seringkali dikaitkan dengan aksi terorisme. Tentu saja, kita tidak ingin menjadikan keluarga dan kerabat kita membunuh atau melukai orang berbeda agama dengan serampangan. Atau mengobral vonis kafir secara asal-asalan.

Masalahnya, deradikalisasi (sekarang diganti lagi dengan Prevent to Violent Extrimism, PVE, yaitu program pencegahan tindak ekstrimisme) hanya akal-akalan saja untuk mengganggu bahkan mencerabut ajaran Islam dari pemeluknya. Perang terhadap ekstrimisme, kalau dilihat pada arahan Barat dan aplikasinya di lapangan mengacu kepada perang terhadap ajaran Islam—cepat atau lambat, terang atau samar-samar. (Baca juga: Ketika Rumah Pribadi Jadi Target Deradikalisasi)

Belum terbayang dalam benak kita bagaimana program pencegahan ekstrimisme bakal merambah ruang paling privat kita bernama rumah atau keluarga. Namun di London, seorang anak yang memprotes sebuah kezaliman Israel atas Palestina, bakal diawasi secara khusus. Sebab, hal semacam itu diyakini sebagai proses awal terbentuknya radikalisasi dan ekstrimisme.

Polisi Australia tengah berbincang dengan keluarga Muslim usai rangkaian penggerebekan.

Polisi Australia tengah berbincang dengan keluarga Muslim usai rangkaian penggerebekan.

Guru dan tenaga medis dijadikan sebagai mata dan telinga pemerintah untuk mencegah radikalisasi. Bahkan FBI sudah meminta semua sekolah menengah atas di seluruh negara bagian Amerika untuk melaporkan siswa yang mengkritik kebijakan pemerintah dan tindak korupsi sebagai potensi teroris masa depan! Sungguh merupakan perang sapu jagat yang menyapu bersih semuanya dengan jurus mabok.

Jurus mabok itu sangat mungkin akan menyentuh area sangat privat bernama keluarga. Sebagaimana dalam tulisan sebelumnya, ada tujuh tindakan prioritas dalam pencegahan ekstrimisme, salah satu langkahnya adalah membangun program pengawasan terhadap keluarga. Dalam konteks menanamkan dan mempengaruhi pemikiran dan loyalitas, keluarga diyakini sebagai media paling ampuh. (Baca juga: Tak Hanya Dewasa, Balita di Inggris Juga Dideradikalisasi)

Bahkan, kalau standar yang digunakan FBI untuk mencurigai potensi teroris masa depan di kalangan siswa sekolah menengah atas, keampuhan keluarga lebih daripada itu. Masih ungkap Mohammad M. Hafez dalam jurnal CTC Sentinel yang terbit 19 Februari 2016 lalu, “penularan” ideologi tersebut bahkan tidak menggunakan pendekatan-pendekatan seperti isu ketidakadilan dan penindasan terhadap Muslim, doktrin-doktrin ideologis, ataupun politik. Tetapi “hanya” dengan pendekatan cinta, kepercayaan, dan ikatan seumur hidup. Pada bagian lain di jurnal tersebut, Hafez menyebut, “Komitmen-komitmen emosional dan rasa saling menghormati yang tinggi.”

Menariknya, cinta dan kepercayaan serta ikatan keluarga itulah yang menjadi tumpuan dasar gerakan dakwah yang dibangun Rasulullah Muhammad SAW pada tahun-tahun pertama kenabian. Khadijah sang istri, Abbas sang paman beserta anaknya, Ali bin Abi Thalib sang sepupu, adalah contoh betapa ikatan keluarga (family bond) menjadi penopang utama sebuah ideologi yang menjadi musuh tatanan dunia saat itu.

Mengacu pada analisis Hafez di atas, mungkin sebab pendekatan cinta, kepercayaan dan mekanisme sosial-psikologis-lah, yang membuat Muhammad SAW berhasil membangun jaringan ideologi di dalam struktur keluarga dan kerabatnya. Apalagi, Al-Quran secara lugas memerintahkan Nabi Muhammad SAW untuk menempatkan keluarga terdekat sebagai prioritas obyek dakwah.

وَأَنْذِرْ عَشِيْرَتَكَ الْأقْرَبِيْنَ

“Dan berilah peringatan kepada kerabat-kerabatmu yang terdekat,”(QS. Asy-Syuara: 214)

Mungkin di sinilah Hafez dan para pengamat kontra-terorisme lupa, bahwa sebagai sebuah ideologi yang kerap distigmakan terkait terorisme, Islam lahir dan berkembang melalui sebuah proses alamiah sesuai fitrah manusia. Tak ada rekayasa, hipnotis atau upaya pemaksaan lainnya. Metode ini juga yang mereka lupakan saat membahas Tsarnaev, Kouachi maupun Abdussalam sekeluarga—pelaku serangan terhadap kepentingan Barat dalam waktu terakhir ini.

Inilah yang seharusnya membuat mereka berpikir ulang sebelum nekat menerabas wilayah privasi—seperti keluarga—saat berperang melawan ekstrimisme. Di sisi lain, ini pula yang seharusnya menjadi renungan bagi aktivis Islam.

Bahwa cinta dan hangat kepada keluarga, selain sebagai sebuah kewajiban dalam Islam dan juga perilaku yang dicontohkan Nabi SAW, hal itu merupakan senjata sekaligus perisai utama yang membentengi keluarga dari serbuan kampanye deradikalisasi Barat.

Tulisan ini adalah lanjutan | Baca tulisan sebelumnya

 

Penulis: Hamdan

... shares
Share on Facebook Share on Twitter

Apa Reaksi Anda Tentang Artikel Ini?

Ikuti Topik:

Berikan komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *

 

Berita Lainnya

Yaman

Ingin Diakui, Syiah Hautsi Tunjuk Duta Besar untuk Suriah

KIBLAT.NET, Sanaa – Pemberontak Syiah Hautsi menunjuk duta besar pemerintahannya untuk rezim Bashar Assad di...

Selasa, 08/03/2016 11:43 0

Somalia

Bombardir Kamp Al-Shabab, AS Klaim Tewaskan 150 Pejuang

KIBLAT.NET, Mogadishu – Departeman Pertahanan Amerika Serikat (Pentagon), Senin (07/03), mengklaim membunuh sebanyak 150 pejuang...

Selasa, 08/03/2016 09:55 0

Suriah

Lagi, Jet Assad Lancarkan Serangan di Tengah Gencatan Senjata

KIBLAT.NET, Idlib – Rezim Assad maupun Rusia masih melakukan penyerangan walau kesepakatan gencatan senjata telah...

Selasa, 08/03/2016 09:08 0

Amerika

AS Bantah Bangun Pangkalan Udara di Suriah Utara

KIBLAT.NET, Washington – Amerika Serikat menolak laporan pasukan militer membangun dua pangkalan udara di wilayah...

Selasa, 08/03/2016 08:45 0

Suriah

Meski Gencatan Senjata, Tekad Pejuang Suriah Lengserkan Assad Masih Membara

KIBLAT.NET, Aleppo – Seorag pejuang Kataib Thawar al-Syam, dibawah batalyon Jaisyul Halah melakukan beberapa persiapan...

Selasa, 08/03/2016 08:18 0

Artikel

Rahasia di Balik Shalat Gerhana

KIBLAT.NET – Tidak lama lagi gerhana matahari akan segera menyapa. Rabu, tanggal 9 Maret 2016, beberapa...

Selasa, 08/03/2016 07:00 0

Analisis

Kebijakan Strategis Abu Bakar Ash-Shiddiq (2): Memerangi Orang-orang Murtad

Tulisan ini merupakan lanjutan dari halaman sebelumnya KIBLAT.NET – Selain melanjutkan amanah Rasulullah saw mengirimkan...

Selasa, 08/03/2016 00:00 0

Foto

Begini Aksi Seribu Lebih Massa Umat Islam Tolak Gereja Santa Clara Bekasi

KIBLAT.NET, Bekasi – Ribuan Umat Islam se-Bekasi Raya tumpah ruah di depan Kantor Walikota Bekasi pada siang...

Senin, 07/03/2016 20:45 0

Analisis

Kebijakan Strategis Abu Bakar As-Shiddiq (1): Pengiriman Pasukan Usamah bin Zaid

Tulisan ini merupakan lanjutan dari halaman sebelumnya KIBLAT.NET – Manakala bangsa Arab mendengar berita wafatnya...

Senin, 07/03/2016 20:08 0

Analisis

Kobarkan Semangat Jihad, Pidato Politik Perdana Abu Bakar Ash-Shiddiq

KIBLAT.NET – Ulama sekaligus Sejarawan Muslim kenamaan asal Libya, Prof. Dr. Ali Muhammad Ash-Shallabi dalam...

Senin, 07/03/2016 19:46 0