“Jika Tak Bisa Berikan Solusi bagi Palestina, OKI Tak Lagi Relevan”

KIBLAT.NET, Jakarta – Presiden Joko Widodo menyatakan bahwa tindakan ilegal Israel harus dihadapi bersama, dan Palestina harus mencapai rekonsiliasi. Menurutnya Organisasi Kerjasama Islam (OKI) juga harus jadi bagian dari solusi, jika tidak maka organisasi itu tak relevan lagi.

“Situasi kemanusiaan di wilayah-wilayah pendudukan semakin memburuk, situasi tersebut harus bersama-sama kita hadapi, kita lawan,” kata Jokowi di acara pembukaan KTT Luar Biasa OKI di JCC Senayan Jakarta, Senin (07/03).

“Palestina harus rekonsiliasi,” imbuhnya.

Jokowi menambahkan bahwa OKI dibentuk untuk mendukung perjuangan kemerdekaan Palestina. Karenanya, KTT Luar Biasa yang mengusung tema United A Just Solution kali ini harus menjadi bagian dari solusi masalah Palestina.

“Apabila OKI tidak bisa menjadi bagian dari solusi Palestina, maka keberadaan OKI menjadi tidak relevan lagi. Sekali lagi, menjadi tidak relevan lagi,” ujarnya.

Indonesia menjadi tuan rumah KTT Luar Biasa OKI ke-5 yang digelar di JCC Senayan Jakarta, 6-7 Maret 2016. Sebanyak 605 delegasi dari 57 negara OKI terlibat di dalamnya. Hadir pula perwakilan negara anggota tetap Dewan Keamanan PBB, dan kuartet yaitu Uni Eropa, PBB, Rusia, dan Amerika Serikat.

Reporter: Imam S.
Editor: M. Rudy

Ingin Langganan Artikel?
Daftarkan emailmu di sini untuk mendapatkan update artikel terbaru.
Anda dapat berhenti langganan kapan saja.
Anda mungkin juga berminat