Gereja Santa Clara Tak Kunjung Ditutup, Ribuan Umat Islam Datangi Pemkot Bekasi

KIBLAT.NET, Bekasi – Gabungan umat Islam Bekasi mengadakan aksi damai di depan Gedung Pemkot Bekasi menuntut walikota Bekasi Rahmat Effendi untuk menyegel, mencabut perizinan dan menutup gereja Santa Clara, di RT02/06, kelurahan Harapan Baru, Bekasi Utara.

Umat Islam Bekasi menilai, Gereja Santa Clara didirikan dengan perizinan yang salah, dan juga tidak mengikuti kearifan lokal.

“Gereja ini didirikan di daerah yang mayoritas umat Islam, dan juga di antara pondok pondok pesantren, kan ini menyalahi kearifan lokal kita,” ujar ustadz Bernard Abdu Jabar dalam orasinya di depan Pemkot Bekasi, Senin (07/03).

Ia mengatakan, umat Islam Bekasi yang mengadakan demo ini tidak akan beranjak hingga mendapat kejelasan tentang penutupan gereja Santa Clara.

Tetapi ia menegaskan kembali bahwa ini adalah aksi damai, hingga keinginan umat Islam dipenuhi.

“Kami melakukan aksi damai, karenanya, kami harapkan sikap yang mendukung terwujudnya kedamaian,” tandasnya.

Menurut pantauan Kiblat.net di lapangan, polisi juga mengerahkan ratusan pasukannya untuk mengamankan aksi ini, karena massa sempat memenuhi jalan sebagai ungkapan kekesalan mereka atas ketidakhadiran Walikota Bekasi untuk memberikan keterangan kepada umat Islam terkait pembangunan gereja ini.

Reporter: Jundi Karim/ Furqon Amrullah
Editor: M. Rudy

Ingin Langganan Artikel?
Daftarkan emailmu di sini untuk mendapatkan update artikel terbaru.
Anda dapat berhenti langganan kapan saja.
Anda mungkin juga berminat