DK PBB dan Negara Kuartet Ikuti KTT Luar Biasa OKI, Kenapa?

KIBLAT.NET, Jakarta – Ada yang berbeda dari jajaran peserta Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) Luar Biasa Organisasi Kerjasama Islam (OKI) di Jakarta. Jika biasanya hanya diikuti oleh negara-negara anggota, KTT kali ini melibatkan dua peserta tambahan yang dianggap perlu untuk diikutkan.

Siapakah peserta tak biasa dalam KTT LB OKI itu? Dan alasan apa yang melatarbelakangi dihadirkannya mereka?

“Kalau di KTT-KTT sebelumnya hanya diikuti OKI, namun Indonesia melihat kalau kita membahas isu Palestina, membahas Al Quds Al Sharif ada dua pihak yang harus tahu dan harus terlibat karena pemain penting,” kata Direktur Jenderal Multilateral Kementerian Luar Negeri Hasan Kleib di sela-sela agenda KTT, Ahad (06/03) di Jakarta.

“Mereka yaitu dewan keamanan dan kuartet,” imbuhnya.

Dewan keamanan yang dimaksud Hasan adalah delegasi anggota tetap dewan keamanan PBB, yaitu Amerika Serikat, Rusia, Prancis, Inggris dan Cina. Sementara, peserta tambahan kuartet adalah Uni Eropa, PBB, Rusia dan Amerika Serikat.

Hasan mengungkapkan bahwa keikutsertaan peserta tak biasa dalam KTT Luar Biasa OKI adalah atas usulan Indonesia. Menurutnya, Palestina telah menyetujui usulan itu.

“Dan OKI mendukung kita mengundang mereka,” tandasnya.

Dalam KTT Luar Biasa ini, nantinya pemimpin OKI akan menyampaikan pandangan di hadapan delegasi lima anggota tetap dewan keamanan dan juga kuartet. Peserta tambahan itu, lanjut Hasan, akan memberikan pernyataan terkait masa depan proses perdamaian di Palestina dari sudut pandang mereka.

BACA JUGA  Pemerintah Sweeping Pamflet Habib Rizieq di Medsos

Reporter: Imam S.
Editor: M. Rudy

Ingin Langganan Artikel?
Daftarkan emailmu di sini untuk mendapatkan update artikel terbaru.
Anda dapat berhenti langganan kapan saja.
Anda mungkin juga berminat