Dua Penembak Aidh Al-Qarni Berprofesi Mahasiswa dan Tukang Becak

KIBLAT.NET, Zamboanga – Petugas keamanan Filipina berhasil melumpuhkan pelaku penembakan Syaikh Aidh al-Qarni di Universitas Baliwasan di kota Zamboanga, Filipina, Selasa lalu. Diketahui, seorang pelaku adalah mahasiswa teknik di Universitas Baliwasan.

Pelaku yang tewas itu bernama Rugasan Misuari (21). Dia termasuk dari ribuan orang yang menghadiri ceramah Syaikh Aidh Al-Qarni pada malam itu.

Dua tersangka lainnya berhasil diamankan. Mereka adalah Junair Kadir (36) dan Mujer Abu Bakar. Abu Bakar diketahui berprofesi sebagai tukang becak dari Camis, Santa Barbara, menuju kota Zamboanga.

Kepala Inspektur Polisi, Rogelio Alabata menyatakan bahwa insiden ini terjadi pada pukul 8:30 malam waktu setempat, di dalam komplek Universitas Baliwasan di barat Mindanao, kota Zamboanga.

Mengenai hal ini, dua anggota Unit Keamanan dan Perlindungan telah menembak mati Misuari. Kepala Inspektur mengatakan bahwa Misuari diduga melakukan aksi penembakan di sela-sela kerumunan banyak orang ketika Al-Qarni hendak pergi bersama Assaegh.

Akan tetapi, pihak keamanan masih melakukan penyelidikan terkait motif di balik penembakan penulis buku “Laa Tahzan” ini.

Sebelumnya juga telah dikabarkan, pelaku penyerangan Syaikh Aidh Al-Qarni dilaporkan berhasil dilumpuhkan oleh polisi Fipilina.

“Pasukan keamanan berhasil menembak mati seorang pelaku dan menangkap lainnya. Tak ada satupun pengawal syaikh yang terluka sebagaimana diberitakan,” kata Duta Besar Arab Saudi untuk Filipina, Abdullah Al-Bashiri.

Dalam kejadian ini, Syaikh Al-Qarni sendiri mengalami luka di bagian bahu kanan, lengan kiri dan dada. Sementara Al-Sayeh terluka di bagian paha kanan dan kaki kiri.

Syaikh Aidh Al-Qarni sendiri merupakan lulusan Fakultas Ushuluddin, Universitas Islam Imam Muhammad bin Su’ud cabang Abha pada tahun 1403/1404 H.

Kemudian dia melanjutkan studi magister di bidang hadits yang diselesaikan pada tahun 1408 H dengan tesis berjudul Al-Bid’ah wa Atsaruha fi Dirayah wa Riwayah. Gelar Doktoral pun berhasil diraih dari universitas yang sama pada tahun 1422 H melalui desertasi berjudul Tahqiqqu Mufhim ‘Ala Mukhatashar Shahih Muslim li Qurthubi.

 

Sumber:  businessmirror.com
Penulis: Dio Alifullah

Ingin Langganan Artikel?
Daftarkan emailmu di sini untuk mendapatkan update artikel terbaru.
Anda dapat berhenti langganan kapan saja.
Anda mungkin juga berminat