... Waktu Shalat
...
Shubuh
...
Dzuhur
...
Ashar
...
Maghrib
...
Isya
...

Fokus

Cerita Pejabat PBB Kunjungi Minoritas Muslim Rohingya

Foto: Pengungsi Rohingya

KIBLAT.NET, Rakhine – John Ging, Direktur Divisi Operasional di OCHA (lembaga kemanusiaan yang dibawahi PBB), menuntut pemerintah Myanmar mengakhiri kibijakan diskriminatif dan kebencian terhadap minoritas muslim Rohingya. Kebijakan itu dinilai tidak mencerminkan nilai-nilai kemanusiaan dan keragaman sejarah di negara yang sebelumnya bernama Burma itu.

Saat konferensi pers pada, Selasa (01/03), di Markas Besar PBB di New York, John Ging menceritakan hasil kunjungannya ke Myanmar sejak 22-25 Februari lalu. Dia memaparkan bahwa, “(saat ini) sekitar 120 ribu Muslim Rohingya dari Propinsi Rakhine, kehilangan tempat tinggal. Akibat kekerasan sejumlah pihak yang menimpa negeri itu pada tahun 2012”.

Dia menyatakan bahwa dengan mata kepalanya sendiri, John Ging menyaksikan situasi kemanuasiaan yang tragis. Di mana orang-orang Muslim hidup di dalam tenda. Sedangkan lingkungannya sangat buruk dan kondisi kesehatan cukup mencemaskan. Selain itu, masih terdapat 5 ribu orang yang dicabut kebebasan bergerak oleh negara.

“Saya sedih ketika melihat sejumlah anak-anak hidup dalam situasi yang mengerikan,” ujarnya.

Ada juga seorang ibu yang terpaksa kehilangan anaknya pada Desember lalu. Padahal usianya masih kurang dari satu bulan. Bayi itu kekurangan oksigen, namun sayang, pihak rumah sakit pemerintah setempat menolak bayi itu, lantaran mereka berasal dari keluarga muslim, sebagaimana penjelasan John Ging yang dikutip Anadolu .

“Jika kembali mempelajari sejarah, segala bentuk kebijakan isolasi dan perampasan hak-hak selalu akan berakhir dengan kegagalan di setiap waktunya,” ujarnya mengacu kepada kebijakan deskriminasi pemerintah Myanmar terhadap muslim Rohingya.

BACA JUGA  FAO: 820 Juta Orang di Dunia Menderita Kelaparan

Dia juga mendesak semua tokoh terkemuka di dunia agar mengunjungi kamp-kamp etnis Rohingya di Myanmar serta mendorong nilai-nilai toleransi dan saling memahami. Ia juga menegaskan bahwa para pengungsi Rohingya belum kehilangan harapan untuk kembali ke kampung halaman mereka.

John Ging mengutarakan pendapatnya, bahwa satu-satunya cara untuk menyelesaikan deskriminasi tersebut adalah kerja sama masyarakat internasional dan pemerintah myanmmar. Untuk menciptakan kondisi yang nyaman untuk semua kalangan masyarakat.

Sumber: Anadolu Agency
Penulis: Syafi’i Iskandar

Share on Facebook Share on Twitter

Apa Reaksi Anda Tentang Artikel Ini?

Berikan komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *

 

Berita Lainnya

Video News

Detik-Detik Insiden Penembakan Syaikh Aidh Al-Qarni

KIBLAT.NET, Zamboanga – TV Kabel Menhasa mendapat video eksklusif detik-detik insiden penembakan Syaikh Aidh Al-Qarni...

Kamis, 03/03/2016 06:20 0

Indonesia

“Hati-Hati dalam Mempelajari Ilmu Kalam dan Filsafat”

KIBLAT.NET, Jakarta – Dahulu aqidah umat Islam pada masa sahabat tidak serumit setelah umat Islam...

Rabu, 02/03/2016 21:00 0

Philipina

IUMS Kecam Penembakan terhadap Syaikh Aidh Al-Qarni di Filipina

KIBLAT.NET, Manila – International Union of Muslim Scholars (IUMS) atau lebih dikenal Persatuan Ulama Muslim...

Rabu, 02/03/2016 20:30 0

Opini

Islamophobia ala Obama

KIBLAT.NET – Saat Obama terpilih menjadi presiden, banyak komentar positif tertuju kepadanya. Harapan pun seolah...

Rabu, 02/03/2016 20:00 0

Myanmar

Bantu Etnis Rohingya, Aktivis Perancis Dipenjara Pemerintah Bangladesh

KIBLAT.NET, Dhaka – Seorang aktivis asal Perancis yang fokus membantu etnis Rohingya dipenjara di Bangladesh....

Rabu, 02/03/2016 19:30 0

Suriah

Rusia Serang Idlib di Tengah Gencatan Senjata, 6 Orang Tewas

KIBLAT.NET, Damaskus – Sedikitnya sudah terdata 6 orang tewas dan 8 lainnya luka-luka akibat serangan...

Rabu, 02/03/2016 19:00 0

Palestina

Pasukan Israel Serang Kamp Pengungsi, 1 Warga Palestina Terbunuh

KIBLAT.NET, Yerusalem – Kebrutalan pasukan Israel terus berlanjut. Sejumlah tentara dan polisi Zionis melancarkan serangan...

Rabu, 02/03/2016 18:30 0

Indonesia

Luhut Sebut BIN Tak Bisa Langsung Tambah Wewenang Interogasi

KIBLAT.NET, Jakarta – Menteri Koordinator Politik Hukum dan Keamanan Luhut Binsar Pandjaitan mengatakan pemerintah akan menimbang permintaan...

Rabu, 02/03/2016 18:00 0

Suriah

Perundingan Suriah Jilid II: Oposisi Tegaskan Syarat yang Harus Dipenuhi Rezim

KIBLAT.NET, Damaskus – Perkembangan situasi di Suriah saat ini menjadi patokan bagi Oposisi untuk maju...

Rabu, 02/03/2016 17:30 0

Indonesia

UBN: Kegagalan Ayah dalam Memimpin Rumah Tangga Mendorong Perilaku LGBT

KIBLAT.NET, Jakarta – Pimpinan Ar-Rahman Qur’anic Learning (AQL) Islamic Center ustadz Bachtiar Nasir (UBN) mengaku miris...

Rabu, 02/03/2016 17:00 0

Close