... Waktu Shalat
...
Shubuh
...
Dzuhur
...
Ashar
...
Maghrib
...
Isya
...

News

Perundingan Suriah Jilid II: Oposisi Tegaskan Syarat yang Harus Dipenuhi Rezim

Foto: Korban serangan Rezim Suriah dan sekutu di Homs

KIBLAT.NET, Damaskus – Perkembangan situasi di Suriah saat ini menjadi patokan bagi Oposisi untuk maju ke perundingan putaran kedua, yang dikabarkankan akan dimulai pada tanggal 9 bulan ini. Demikian pertimbangan oposisi seperti dilansir Aljazeera pada Rabu (04/03).

Anehnya, Riad Nassan Agha selaku Jubir Komisi Tinggi Oposisi mengaku bahwa pihaknya belum dikonfirmasi, terkait kapan dimulainya kelanjutan perundingan Jenewa tersebut. Ia mengaku informasi perundingan pada tanggal 9 bulan ini didapatinya justru dari awak media, bukan dari PBB.

Menurut informasi yang dirilis Al-Jazeera, utusan PBB untuk Suriah Staffan de Misture mengatakan, bahwa perundingan putaran kedua ditunda, yang awalnya dicanangkan pada 7 Maret menjadi 9 Maret 2016, dengan alasan logistik dan artistik.

Menurut de Misture, apabila gencatan senjata dan penyaluran bantuan tidak menuai perubahan di lapangan, ia bisa saja menunda tanggal dimulainya kembali perundingan. .

Negosiator Suriah dari pihak Oposisi menganggap, keputusan de Misture untuk memulai perundingan putaran kedua terlalu terburu-buru. Selain itu, Nassan Agha memandang belum melihat adanya realisasi hasil resolusi DK PBB no. 2245, dimana pada perundingan sebelumnya, pihak oposisi menekankan agar resolusi tersebut dapat terealisasi secepatnya.

Terkait hal ini, menjelang dimulainya perundingan, Oposisi pun kembali mengajukan syarat serupa. Oposisi meminta agar Rezim Suriah dan sekutunya mencabutt seluruh blokade, dan melepaskan tahanan sipil dari penjara Rezim.

Pada awalnya, de Misture mengumumkan perundingan putaran kedua akan berlangsung di hari keempat gencatan senjata. Namun sampai hari keempat, pihak rezim dan Rusia melakukan beberapa pelanggaran.

BACA JUGA  Pengamat: Amerika Kembali Mengkhianati Kurdi

Dia menginginkan saat berlangsungnya perundingan, situasi lapangan terbebas dari segala operasi. De Misture juga meminta agar AS dan Rusia bekerjasama untuk menyukseskan perundingan tersebut.

Gencatan senjata mulai diberlakukan sejak Sabtu pekan lalu, yang direncanakan akan berlangsung selama dua pekan. Sayangnya, di beberapa hari pertama pihak Rezim dan sekutunya telah melakukan pelanggaran gencatan. Oposisi telah memperingatkan bahwa pelanggaran rezim dan Rusia dapat meruntuhkan kesepatakan gencatan senjata.

Putaran pertama perundingan di Jenewa dianggap gagal dan tidak menghasilkan apapun. Perundingan Jenewa sengaja dihentikan karena Rezim dan Rusia sibuk membombardir Aleppo dan wilayah lainnya di Suriah.

Sumber: Al-Jazeera
Penulis: Syafi’i Iskandar

Share on Facebook Share on Twitter

Apa Reaksi Anda Tentang Artikel Ini?

Ikuti Topik:

Berikan komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *

 

Berita Lainnya

Indonesia

UBN: Kegagalan Ayah dalam Memimpin Rumah Tangga Mendorong Perilaku LGBT

KIBLAT.NET, Jakarta – Pimpinan Ar-Rahman Qur’anic Learning (AQL) Islamic Center ustadz Bachtiar Nasir (UBN) mengaku miris...

Rabu, 02/03/2016 17:00 0

Foto

Suasana Sebelum dan Pasca Penembakan Syaikh Aidh Al-Qarni

KIBLAT.NET, Zamboanga – Sejumlah orang tak dikenal menembaki rombongan Syaikh Aidh Al-Qarni selepas beranjak dari...

Rabu, 02/03/2016 15:26 1

Indonesia

Pencabutan Paspor Masuk Dalam Revisi UU Terorisme

KIBLAT.NET, Jakarta – Saat ini pemerintah tengah membuat rancangan revisi Undang-Undang Pemberantasan Tindak Pidana Terorisme....

Rabu, 02/03/2016 15:00 0

Philipina

Filipina Ungkap Identitas Enam Teroris Syiah Asal Yaman dan Iran

KIBLAT.NET, Manila –  Sehari sebelum insiden penembakan Syaikh Aidh Al-Qarni pada Selasa malam (01/03), pihak...

Rabu, 02/03/2016 14:30 0

Profil

Adam Yahiye Gadahn, Pahlawan Islam yang Lahir dari Rahim Lawan (2/3)

KIBLAT.NET – Pada edisi sebelumnya telah dibahas bagaimana kondisi keluarga Adam yang unik dan perjalanan sulit...

Rabu, 02/03/2016 10:30 0

Video Kajian

Tadzkirah: Ketika Iman Berbicara

KIBLAT.NET – Ingatkah kita kisah Sumayyah wanita yang pertama kali syahid dalam Islam ? Kenapa...

Rabu, 02/03/2016 10:00 0

Philipina

Penembak Syaikh Aidh Al-Qarni Berhasil Dilumpuhkan

KIBLAT.NET, Zamboanga – Pelaku penyerangan Syaikh Aidh Al-Qarni dilaporkan berhasil dilumpuhkan oleh polisi Fipilina. Seorang...

Rabu, 02/03/2016 09:45 0

Profil

Mengenal Dr Aidh Al-Qarni, Ulama Saudi yang Ditembak di Filipina

KIBLAT.NET – Pada 1 Maret 2016, syaikh Aidh Al-Qarni, seorang ulama Arab Saudi ditembak di...

Rabu, 02/03/2016 09:30 0

Indonesia

KPI: SE Larangan Tayangan Kebanci-Bancian Bukan Hal Baru

KIBLAT.NET, Jakarta – Kelompok Pro LGBT mendatangi gedung Komisi Penyiaran Indonesia untuk menuntut dicabutnya Surat Edaran KPI No...

Rabu, 02/03/2016 09:00 0

Philipina

Dubes Saudi: Tak Ada Pengawal Syaikh Al-Qarni yang Terbunuh

KIBLAT.NET, Zamboanga – Duta Besar Arab Saudi untuk Filipina, Abdullah Al-Bashiri, menegaskan bahwa Syaikh Dr...

Rabu, 02/03/2016 08:44 0

Close