Inilah Kengerian Kota Homs Pasca Dibombardir Rezim Suriah dan Sekutu

KIBLAT.NET, Homs – Kota terbesar ketiga di Suriah, Homs yang mewariskan keragaman arsitektur lintas masa dari peradaban manusia, kini tampak seperti kota Berlin di Jerman yang hancur lebur pada Perang Dunia II. Setiap puing dari reruntuhan bangunan di sepanjang kota seakan menjadi cerita bagi penontonnya, tentang dampak kerusakan yang ditimbulkan jet-jet milik Rezim dan sekutunya dalam lima tahun ini.

Sebagaimana dilansir Al-Jazeera pada Kamis (11/02), pemandangan suram itu didokumentasikan oleh situs berita Rusia yang merilis sebuah video dokumenter berdurasi pendek, yang diambil langsung mengunakan kamera drone berkualitas tinggi. Secara lengkap, video tersebut dapat Anda saksikan di sini. 

Kota Homs
Video yang menampilkan Kota Homs berjudul “Syria, Homs 2016”

Video yang beredar luas melalui jejaring sosial ini diambil mengunakan mini drone oleh Rusiawork.RU dengan judul “Syiria, Homs 2016”. Sepekan setelah Rusia merilis video tersebut, Moskow kembali merilis dokumentasi penghancuran Masjid Khalid bin Walid di jantung Kota Homs.

Beberapa pengamat memandang bahwa gambar ini dipublikasikan untuk memberi ancaman kepada orang-orang yang masih menetap di Suriah. Maknanya, “Jika bukan air laut atau antrian suaka, maka inilah yang akan menantimu.”

Di sisi lain, latar belakang reruntuhan bangunan di Homs, justru dimanfaatkan militer Rezim untuk merayakan pesta pernikahan anggotanya. Dalam video tersebut, didokumentasikan pasangan pengantin anggota militer rezim yang mengambil pose pre wedding di balik reruntuhan dan penderitaan rakyat sipil Suriah.

Kota Homs yang telah dibmbardir Rezim Suriah dan sekutunya
Kota Homs yang telah dibmbardir Rezim Suriah dan sekutunya

Pasangan pengantin tersebut diketahui bernama Nada Mehri (18) dan Hassan Youssef (27) yang diambil gambar oleh seorang fotografer bernama Jafar Meray. Foto-foto pernikahannya diambil pada Jum’at lalu menurut AFP.

Mengetahui foto tersebut, warga Suriah yang berasal dari Homs menghujani kecaman terhadap Rezim Assad melalui jejaring sosial. Sepanjang Mei 2011 sampai Mei 2014, rezim Suriah telah melancarkan blokade di Homs, memotong jalur pasokan makanan dan obat-obatan, serta meneror penduduk melalui baik darat dan udara.

Sumber: Al-Jazeera, ABC News
Penulis: Syafi’i Iskandar

Ingin Langganan Artikel?
Daftarkan emailmu di sini untuk mendapatkan update artikel terbaru.
Anda dapat berhenti langganan kapan saja.
Anda mungkin juga berminat