... Waktu Shalat
...
Shubuh
...
Dzuhur
...
Ashar
...
Maghrib
...
Isya
...

News

Amnesty Sebut Iran Munafik karena Tutup-Tutupi Hukuman Mati Anak di Bawah Umur

Foto: Amnesty International

KIBLAT.NET, New York – Amnesty Internasional mengecam langkah Iran dan menyebutnya munafik karena telah menutup-nutupi prosesi hukuman mati remaja di bawah umur.

“Pihak berwenang Iran berusaha menutupi pelanggaran dan kejahatan mereka terhadap hukuman mati untuk anak-anak,” kata Organisasi HAM tersebut pada Rabu (27/01).

Wakil direktur Amnesty Internasional, Boumedouha menyatakan bahwa selama ini pemerintah Teheran telah mengabaikan hak-hak anak di bawah umur.

“Iran telah mengabaikan hak-hak anak, mereka merupakan salah satu yang terus mengeksekusi para remaja di bawah umur,” katanya.

Dia juga mengkritisi hukum mutlak Teheran dalam menghukum mati  orang-orang di bawah usia 18 tahun.

“Meskipun ada reformasi peradilan anak, Iran terus mempertahankan undang-undang yang mengizinkan gadis 9 tahun dan anak laki-laki 15 tahun dapat dihukum mati,” jelasnya.

Amnesty Internasional juga melaporkan, pemerintah Iran telah mengeksekusi 73 remaja dalam kurun waktu 10 tahun ini. Sedangkan dalam pernyataan PBB dijelaskan bahwa Iran telah mengeksekusi mati 160 anak di bawah umur.

Teheran sendiri baru saja terbebas dari sanksi nuklir yang selama ini menjerat mereka. Hal tersebut dimanfaatkan untuk mendekati negara-negara Eropa.

Sumber: Arabnews
Penulis: Dio Alifullah

Share on Facebook Share on Twitter

Apa Reaksi Anda Tentang Artikel Ini?

Ikuti Topik:

Berikan komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *

 

Berita Lainnya

Artikel

Solusi Ibnu Taimiyah bagi Mereka yang Berbeda Pendapat soal Bacaan Basmalah dalam Shalat Jahriyah

KIBLAT.NET – Berbicara masalah perbedaan tata cara pelaksanaan shalat, salah satu yang sering menimbulkan perdebatan...

Rabu, 27/01/2016 18:30 0

Eropa

Barang Berharga Milik Pengungsi di Denmark Akan Disita untuk Memenuhi Kebutuhan Mereka

KIBLAT.NET, Kopenhagen – Parlemen Denmark meloloskan RUU kontroversial yang bertujuan untuk menghalau arus imigran pencari...

Rabu, 27/01/2016 17:00 0

Indonesia

Tim Advokat: ABB Dituduh Latihan Militer, Tapi Aturannya Baru Mau Dimasukkan Lewat Revisi UU Terorisme

KIBLAT.NET, Cilacap – Sidang peninjauan kembali (PK) Ustadz Abu Bakar Baasyir di PN Cilacap pada...

Rabu, 27/01/2016 14:17 0

Indonesia

Pak Polisi, Ada Orang Sudah Meninggal Kok Masuk DPO Lagi???

KIBLAT.NET, Surakarta – Islamic Study and Action Center (ISAC) menemukan sejumlah kejanggalan dalam  pemberitaan media online...

Rabu, 27/01/2016 12:21 0

Indonesia

Bersaksi di PN Cilacap, Habib Rizieq: Abu Bakar Baasyir Tak Pernah Ajarkan Kami Terorisme

KIBLAT.NET, Cilacap – Imam Besar Front Pembela Islam (FPI) Habib Rizieq Shihab selaku saksi dalam...

Rabu, 27/01/2016 12:00 0

Indonesia

Jaksa Keberatan dengan Sidang PK Abu Bakar Baasyir, Ini Alasannya

KIBLAT.NET, Cilacap – Tim jaksa penuntut umum menyatakan keberatan dengan peninjauan kembali (PK) yang diajukan...

Rabu, 27/01/2016 11:30 0

Indonesia

KH Hasyim Muzadi Jelaskan Sikap ICIS Terhadap Iran dan Syiah

KIBLAT.NET, Jakarta –  Sekjen International Conference of Islamic Scholar (ICIS) KH Hasyim Muzadi menegaskan kehadirannya dalam konferensi internasional...

Rabu, 27/01/2016 11:10 0

Wilayah Lain

Mantan Presiden Sudan Bersedia Tengahi Konflik IM dan Rezim

KIBLAT.NET, Khartoum – Mantan presiden Sudan bersedia untuk menjadi penengah antara rezim Mesir dan Ikhwanul...

Rabu, 27/01/2016 10:15 0

Indonesia

Temui Kejanggalan pada Selebaran DPO Teroris, ISAC Minta Klarifikasi dari Kapolri

KIBLAT.NET, Jakarta – Terkait pemberitaan media online aceh.tribunnews.com tentang instruksi dari Mabes Polri dan Polda...

Rabu, 27/01/2016 06:45 0

Indonesia

Menyerupai Lambang PKI, Tujuh Spanduk PDI-P Dicopot Satpol PP

KIBLAT.NET, Jakarta – Satpol PP Kota Magelang mencopot tujuh spanduk ucapan ulang tahun PDI Perjuangan...

Rabu, 27/01/2016 06:14 0

Close