... Waktu Shalat
...
Shubuh
...
Dzuhur
...
Ashar
...
Maghrib
...
Isya
...

News

KH Hasyim Muzadi Jelaskan Sikap ICIS Terhadap Iran dan Syiah

Foto: KH. Hasyim Muzadi dalam acara konpers di Kantor ICIS, Jakarta Selatan, Rabu (03/12).

KIBLAT.NET, Jakarta –  Sekjen International Conference of Islamic Scholar (ICIS) KH Hasyim Muzadi menegaskan kehadirannya dalam konferensi internasional yang pernah digelar Iran beberapa waktu lalu merupakan bentuk hubungan diplomatis bukanlah ideologis.

ICIS telah mengadakan empat kali konferensi internasional, pesertanya hingga saat ini beranggotakan sebanyak 67 negara termasuk negara Iran. Sehingga Iran hanya salah satu dari 67 Negara yang senantiasa hadir pada kegiatan ICIS.

“Hubungan ICIS dengan Iran sama sekali bukanlah hubungan ideologi syiah antara ICIS (Hasyim Muzadi) dengan Iran,” demikian pernyataan KH Hasyim Muzadi dalam pers rilis yang diterima Kiblat.net pada Selasa, (26/01).

Hasyim menegaskan bahwa ICIS pernah membela Iran dalam hak proyek nuklirnya ke Dunia Internasional dan pandangan ICIS ini didukung pemerintah Indonesia. ICIS juga menyokong gerakan perlawanan terhadap Israel di perbatasan Lebanon Selatan yang dipimpin oleh Hasan Nashrullah.

Menurutnya, hasil dari dukungan terhadap proyek nuklir Iran, sekarang embargo dari Barat sudah dicabut. Sedangkan sokongan ICIS terhadap perjuangan perlawanan terhadap Israel yaitu bersama sama dengan kontingen pasukan garuda yang berjaga-jaga di perbatasan Lebanon Selatan.

“Saya sendiri (A. Hasyim Muzadi) sampai saat ini masih menjadi pengurus Rabithah ‘Alam Islami yang berpusat di Mekkah. Sedangkan saya juga melakukan konsolidasi gerakan moderat Islam/sunni di Kawasan ASEAN misalnya : Thailand, Malaysia dan Brunei Darussalam. Malaysia dan Brunei Darussalam termasuk negara yang melarang pengembangan faham syiah, karena menurut negara tersebut kalau syiah menjadi besar dan sebanding besarnya dengan Ahlussunnah wal jamaah bisa terjadi konflik terbuka di kalangan masyarakat, seperti juga yang terjadi pertikaian di Timur Tengah,” jelasnya.

BACA JUGA  Apresiasi Kinerja Polda Metro Jaya, Ketua MPR Serukan Jihad

Hal tersebut yang dilakukan oleh Malayasia dan Brunei Darussalam sama dengan yang dilakukan oleh Sudan dan beberapa Negara Timur Tengah.

“Saya tidak pernah bersedia dan menyutujui ajakan syiah untuk bekerjasama dengan Indonesia di dalam bidang pendidikan dan haji, karena hal tersebut akan menjadikan kegoncangan umat Islam sunni di Indonesia,” kata Anggota Dewan Pertimbangan Presiden ini.

Dengan demikian, sambungnya, gerakan internasional ICIS adalah gerakan diplomasi bukan gerakan pemihakan ideologi dari negara-negara peserta.

“Sehingga kalau saya ke Saudi bukan berarti saya ini Wahabi, kalau saya ke China bukan berarti saya setuju neo komunisme, kalau saya ke Eropa barat dan Eropa Timur bukan berarti saya menyetujui Neo Liberalisme, begitu juga kalau sayake Iran bukan saya setuju dengan syiah : Karena tentu saya tidak mungkin menyalahkan atau mencaci maki sahabat Nabi,” kata dia.

Kehadiran ICIS di Indonesia dan Internasional adalah untuk memperjuangkan Islam Rahmatan Lil Alamin dan pengenalan Pancasila sebagi alternatif ideologi negara yang penduduknya plural (tidak satu agama) agar tidak terjerumus menjadi negara sekuler. Embrio dari Islam Rahmatan Lil Alamin adalah Ahlussunnah wal jama’ah Annahdliyah.

 

Reporter: Bunyanun Marsus
Editor: Fajar Shadiq

 


Jika tulisan ini bermanfaat bagi Anda dan banyak orang, dukung kami membantu terus menginformasikan berita dan tulisan terbaik untuk Anda. Kiblat.net adalah media Islam independen non-partisan yang dikelola mandiri. Anda dapat memberikan donasi terbaik supaya kami dapat terus bekerja di bidang dakwah media.

Donasi Sekarang

Share on Facebook Share on Twitter

Apa Reaksi Anda Tentang Artikel Ini?

Ikuti Topik:

Berikan komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *

 

Berita Lainnya

Afghanistan

Taliban Gurlikan Operasi di Boldak, 30 Tentara Tewas

KIBLAT.NET, Kandahar – Imarah Islam Afghanistan (Taliban) melancarkan operasi besar-besaran di wilayah Boldak, dekat kota...

Rabu, 27/01/2016 11:08 0

Wilayah Lain

Mantan Presiden Sudan Bersedia Tengahi Konflik IM dan Rezim

KIBLAT.NET, Khartoum – Mantan presiden Sudan bersedia untuk menjadi penengah antara rezim Mesir dan Ikhwanul...

Rabu, 27/01/2016 10:15 0

Palestina

Banyak Warga Eropa Percaya Ada Pembantaian di Palestina, Israel Khawatir

KIBLAT.NET, Jerusalem – Menteri Pendidikan Israel mengumumkan, lebih dari 40 persen orang Eropa percaya bahwa...

Rabu, 27/01/2016 09:45 0

Palestina

Organisasi HAM Arab Tuding Mesir Terlibat Pelanggaran di Gaza

KIBLAT.NET, London – Organisasi Arab untuk HAM (AOHR UK) di Inggris mendesak Mahkamah Pidana Internasional...

Rabu, 27/01/2016 09:12 0

Suriah

Menlu Rusia: Kami Membantu Assad Merebut Wilayah Oposisi

KIBLAT.NET, Damaskus – Menteri Luar Negeri Rusia, Sergei Lavrov, mengatakan bahwa kekuatan udara Rusia telah...

Rabu, 27/01/2016 08:49 0

News

AS-Rusia Jalin Koalisi Bersama untuk Perangi Islamis di Libya

KIBLAT.NET, Libya – Pasukan Amerika Serikat, Inggris dan Rusia mulai terjun ke Libya untuk memerangi...

Selasa, 26/01/2016 16:05 1

News

Kominfo Kembali Blokir 24 Situs yang Dianggap Radikal

KIBLAT.NET, Jakarta – Usai serangan bom Thamrin yang terjadi Kamis 14 Januari 2016 lalu, masyarakat...

Selasa, 26/01/2016 15:30 0

Rusia

Jet Canggih Rusia Jatuh di Siberia

KIBLAT.NET, Moskow – Jet tempur Rusia jenis MIG-31 jatuh saat latihan terbang di langit Siberia,...

Selasa, 26/01/2016 15:00 0

News

Rusia Kuatkan Hubungan dengan Perancis di Tengah Sanksi Uni Eropa

KIBLAT.NET, Moskow – Pemerintah Perancis telah memperkuat hubungan dengan Rusia walaupun Moskow telah mendapat sanksi...

Selasa, 26/01/2016 14:30 0

News

Rangkul Pasukan Peshmerga, Jerman Kembali Gelontorkan Ribuan Alutsista

KIBLAT.NET, Baghdad – Pemerintah Jerman tengah gencar-gencarnya memasok alutsista kepada pasukan Kurdi Peshmerga di Iraq. Wakil...

Selasa, 26/01/2016 14:00 0

Close