... Waktu Shalat
...
Shubuh
...
Dzuhur
...
Ashar
...
Maghrib
...
Isya
...

News

Amnesty: Sejak 2005, Iran Telah Eksekusi Mati 73 Anak di Bawah Umur

Foto: Hukuman mati

KIBLAT.NET, Teheran – Amnesty Internasional mengungkapkan bahwa dalam dekade terkhir ini, Iran telah mengeksekusi mati 73 anak di bawah umur. Sedangkan saat ini, sekitar 160 anak di bawah umur masih mendekam di penjara dalam masa penantian hukuman mati.

Laporan ini dirilis oleh Lembaga HAM yang berbasis di London tersebut pada Selasa (26/01). Di dalamnya dijelaskan bahwa Iran telah melakukan pelanggaran HAM secara terang-terangan.

“Sangat jelas ini merupakan pelangaran, dan laporan itu dibenarkan oleh Badan Perlindungan Anak Milik PBB,” tegas Amnesty Internasional.

Laporan ini menyatakan bahwa 73 anak di bawah umur dieksekusi sepanjang tahun 2005-2015, di antara mereka masih berumur 15-17 tahun. Sedangkan delapan orang dari mereka masih berumur 12-14 tahun. Namun informasi terkait hal ini sangat minim, karena berkas-berkas terkait telah dimusnahkan.

Menurut Amnesty, Pemerintah Iran telah berbohong karena negeri Mullah ini mengaku bahwa penerapan eksekusi mati hanya akan berlaku mulai umur 18 tahun. Kendati demikian, fakta menunjukan sebaliknya.

“Pernyataan para pejabat Iran mencerminkan kebohongan, faktanya delapan orang telah dieksekusi mati dalam sepuluh tahun terakhir. Umur mereka masih di bawah delapan belas tahun,” jelas Amnesty Internasional.

Dalam laporan itu, juga dijelaskan bahwa Rezim Iran sengaja memenjarakan ank-anak di bawah umur hingga berumur 18 tahun. Setelah itu, pihak Rezim Iran pun memulai proses hukum yang akan menghantarkan mereka pada hukuman mati. Tak ayal, menjelang umur 18 tahun anak-anak di bawah umur harus menanggung hidup 7-10 tahun di dalam penjara.

BACA JUGA  Aplikasi Zoom Diselidiki Kejaksaan Agung New York, Ada Apa?

Sulitnya akses informasi mengenai hukuman mati di negara Iran, memungkinkan jumlah orang yang dieksekusi lebih besar dari pada yang terlampir dalam laporan tersebut.

Said Bomduhah, salah seorang pejebat Subkomite Timur Tengah dan Afrika Utara mengatakan bahwa tindakan Iran terhadap anak di bawah umur sangat memalukan dan merupakan pelanggaran HAM yang mencolok.

Ia juga menambahkan bahwa Iran telah memvonis mati gadis pada umur sembilan tahun, sedangkan laki-laki pada umur lima belas tahun. “Beberapa anak yang dijatuhi hukuman mati di bawah umur sebelumnya telah mengalami penyiksaan dan perlakuan kejam,” ungkap Said.

Amnesty Internasional melalui laporannya, menuntut Iran agar menangguhkan hukuman mati terhadap anak di bawah umur dan seluruh penerapan hukuman mati. Serta melakukan pembaharuan hukum.

Sumber: Arabi21
Penulis: Syafi’i Iskandar

Share on Facebook Share on Twitter

Apa Reaksi Anda Tentang Artikel Ini?

Ikuti Topik:

Berikan komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *

 

Berita Lainnya

Eropa

Barang Berharga Milik Pengungsi di Denmark Akan Disita untuk Memenuhi Kebutuhan Mereka

KIBLAT.NET, Kopenhagen – Parlemen Denmark meloloskan RUU kontroversial yang bertujuan untuk menghalau arus imigran pencari...

Rabu, 27/01/2016 17:00 0

Indonesia

Tim Advokat: ABB Dituduh Latihan Militer, Tapi Aturannya Baru Mau Dimasukkan Lewat Revisi UU Terorisme

KIBLAT.NET, Cilacap – Sidang peninjauan kembali (PK) Ustadz Abu Bakar Baasyir di PN Cilacap pada...

Rabu, 27/01/2016 14:17 0

Indonesia

Pak Polisi, Ada Orang Sudah Meninggal Kok Masuk DPO Lagi???

KIBLAT.NET, Surakarta – Islamic Study and Action Center (ISAC) menemukan sejumlah kejanggalan dalam  pemberitaan media online...

Rabu, 27/01/2016 12:21 0

Indonesia

Bersaksi di PN Cilacap, Habib Rizieq: Abu Bakar Baasyir Tak Pernah Ajarkan Kami Terorisme

KIBLAT.NET, Cilacap – Imam Besar Front Pembela Islam (FPI) Habib Rizieq Shihab selaku saksi dalam...

Rabu, 27/01/2016 12:00 0

Indonesia

Jaksa Keberatan dengan Sidang PK Abu Bakar Baasyir, Ini Alasannya

KIBLAT.NET, Cilacap – Tim jaksa penuntut umum menyatakan keberatan dengan peninjauan kembali (PK) yang diajukan...

Rabu, 27/01/2016 11:30 0

Indonesia

KH Hasyim Muzadi Jelaskan Sikap ICIS Terhadap Iran dan Syiah

KIBLAT.NET, Jakarta –  Sekjen International Conference of Islamic Scholar (ICIS) KH Hasyim Muzadi menegaskan kehadirannya dalam konferensi internasional...

Rabu, 27/01/2016 11:10 0

Wilayah Lain

Mantan Presiden Sudan Bersedia Tengahi Konflik IM dan Rezim

KIBLAT.NET, Khartoum – Mantan presiden Sudan bersedia untuk menjadi penengah antara rezim Mesir dan Ikhwanul...

Rabu, 27/01/2016 10:15 0

Indonesia

Temui Kejanggalan pada Selebaran DPO Teroris, ISAC Minta Klarifikasi dari Kapolri

KIBLAT.NET, Jakarta – Terkait pemberitaan media online aceh.tribunnews.com tentang instruksi dari Mabes Polri dan Polda...

Rabu, 27/01/2016 06:45 0

Indonesia

Menyerupai Lambang PKI, Tujuh Spanduk PDI-P Dicopot Satpol PP

KIBLAT.NET, Jakarta – Satpol PP Kota Magelang mencopot tujuh spanduk ucapan ulang tahun PDI Perjuangan...

Rabu, 27/01/2016 06:14 0

Indonesia

Tim Advokat Abu Bakar Baasyir Keberatan Para Saksi Hanya Dihadirkan Via Telekonferensi

KIBLAT.NET, Jakarta – Tim Advokat Abu Bakar Baasyir menegaskan pihaknya merasa keberatan para saksi dalam sidang-sidang...

Selasa, 26/01/2016 13:29 0

Close