... Waktu Shalat
...
Shubuh
...
Dzuhur
...
Ashar
...
Maghrib
...
Isya
...

Titian

Konsisten dengan Sasaran Strategis

Foto: Konsisten dengan Sasaran

KIBLAT.NET – Sebuah pekerjaan atau aktivitas akan berjalan dengan lancar serta hasil yang memuaskan jika dilaksanakan dengan fokus dan konsisten. Pekerjaan akan berjalan lebih maksimal pula jika dilaksanakan dengan bersama-sama daripada bekerja sendiri-sendiri. Begitu pula amal Islami yang ada saat ini. Membutuhkan sikap konsisten dan fokus sasaran serta dikerjakan bersama-sama.

Pada zaman ini kita membutuhkan mujahid-mujahid seperti Muhammad Atha, Ziyad Al Jarrrah, Marwan As Syahyi, Ahmad Al Ghomidiy dan para ikhwan mereka. Bukan semata karena keberanian mereka,  sebab umat Islam hari ini tidak kekurangan para pemberani.

Bukan juga karena kesiapan mereka untuk maju dan berkorban saja, karena di tengah umat ini banyak yang bercita-cita untuk bisa bertindak seperti yang  dilakukan para pemuda itu dan berkorban seperti pengorbanan mereka. Akan tetapi karena amal jama’i mereka yang tenang, rapi, berkesinambungan dan tidak terpengaruh oleh gangguan kondisi dan perubahan keadaan.

Pada zaman ini kita menderita karena krisis amal jama’i. Alangkah susah menemukan mereka yang serius dan tenang tanpa banyak omong, yang berjalan terus secara terarah, tidak goyah dan mudah terpengaruh.

Kelompok yang penuh berkah itu terprogram dengan proyeknya. Selama beberapa tahun mereka tidak melenceng dari tujuan yang telah digariskan. Mereka berhati-hati dan mengekang lidah dari banyak bicara sementara berlatih menerbangkan pesawat dan hal lain yang dibutuhkan  untuk operasi itu.

Mereka terus melakukan tadrib walaupun kondisi dunia terus berubah sampai mencapai tujuannya tercapai. Semua itu adalah hal yang jarang ditemui dalam amal jama’i di zaman ini. Hal-hal itu wajib diperhatikan oleh para mujahidin dan orang-orang yang bekerja untuk kejayaan dien ini.

Orang yang pernah terjun di medan-medan jihad dan dakwah serta berinteraksi dengan berbagai jamaah tentu mengetahui kekurangan umat Islam. Umat Islam tidak kekurangan orang-orang yang berani, shalih, taqwa, wara’ dan siap berkorban di jalan Allah. Sungguh di tengah umat ini ada para lelaki yang jujur terhadap apa yang mereka janjikan kepada Allah. Mereka hidup demi membela agama Allah sedang mati di jalan Allah itu adalah cita-cita mereka yang tertinggi. Di antara mereka ada yang meninggal dan di antara mereka ada yang masih menunggu giliran dan mereka sama sekali tidak berubah.

Akan tetapi bukan dengan sifat-sifat itu saja dien ini dibela. Kita bisa sampai pada tujuan bila kita bergerak dengan berjamaah. Tujuan kita adalah apa yang dibutuhkan oleh Islam dan kaum Muslimin hari ini. Yaitu tamkin (kekuasaan di muka bumi), nushrah dan nikayah (pukulan balasan terhadap musuh). Semuanya hanya bisa diwujudkan dengan amal jama’i, sementara amal jama’i  tidak akan membuahkan hasil kecuali dengan dua hal

pertama,  kitman  (menjaga kerahasiaan)

kedua,     aktivitas bersinambungan dengan target tertentu yang terus menerus.

Amal Fardi dan Amal Jama’i

Amal jama’i memiliki ciri khas, jalan serta ushul (pokok-pokok) yang wajib diperhatikan. Hal-hal  ini berbeda dengan apa yang di butuhkan oleh amal fardi (kegiatan individu), meskipun keduanya disyari’atkan.

Jika kita berjihad sendirian saat tidak ada jamaah yang bersih seraya berpatokan pada firmannya, ”Maka berperanglah kamu di jalan Allah, tidaklah kamu dibebani melainkan dengan kewajiban kamu sendiri …” (An Nisa’ : 84)

Kemudian kita memberikan pukulan kepada musuh sesuai yang  kemampuan,  itu adalah amal shalih yang disyari’atkan.

Namun yang lebih sempurna dan Allah cintai bagi dien ini dan pemeluknya adalah keberadaan jihad dan qital itu lewat jalan jamaah atau shaf (barisan). Hal ini  sebagaimana yang telah Allah Ta’ala firmankan, ”Sesungguhnya Allah menyukai orang yang berperang dijalan-Nya dalam barisan yang teratur seakan-akan mereka seperti suatu bangunan yang tersusun kokoh.”(As Shaff  : 4)

Tidak seorangpun yang berakal meragukan bahwa amal jama’i yang rapi dan jelas targetnya lebih baik daripada kegiatan pribadi. Apalagi Allah Ta’ala telah menegaskan bahwa dia mencintai amal jama’i itu.Dari sisi tabiat masing-masing, melawan musuh secara sendiri-sendiri juga sangat berbeda dengan berperang secara jama’i dalam suatu barisan.

Amal Jama'i

Amal Jama’i

Individu biasanya tidak terikat dengan manhaj dan strategi yang jelas. Seorang mujahid yang berperang sendirian, Engkau akan mendapati dia hari ini berperang di Afganistan, besok ia pindah ke Chechnya dan lusa engkau melihatnya mencari ilmu di Yaman atau di Pakistan. Kemudian tiba-tiba ia pindah untuk berperang di Bosnia kemudian di Filipina terus Irak…. begitulah seterusnya. Ia adalah salah seorang dari tentara Islam yang di mana saja ia mendengar kecamuk perang maka ia mendatanginya mencari kesyahidan, membela dien dan memukul musuh dimana saja mereka berada.

Tidak diragukan bahwa ini adalah amalan terbaik dan para pelakunya termasuk ansharuddien, dan inilah keadaan banyak pemuda Islam di hari ini, bihamdillah. Akan tetapi ada hal yang lebih baik dari cara itu. Lebih utama dan sempurna bagi dienullah. Yaitu beramal atau berjihad lewat jalan jamaah yang memiliki manhaj jelas serta menggunakan skala prioritas sesuai tipu daya musuh dan level peperangan mereka.

Juga jamaah yang para pemimpinnya menguasai ilmu syar’i dan waqi’ mendalam lagi terperinci, sehingga ia tidak memandang realita dengan dangkal dan lugu tetapi dengan pandangan yang dalam, jeli dan jauh. Para pemimpin yang tidak menyikapi urusan-urusan dengan perasaan dan semangat kosong. Yang paham bahwa  suatu jamaah tidak boleh bergerak seperti individu yang selalu berubah tujuan dan metode sesuai kondisi.

Oleh sebab itu, dien ini tidak kekurangan bibit-bibit pemberani yang siap berkorban demi Rabbnya. Dien ini dipenuhi orang-orang yang siap berjuang demi tegaknya Islam dan syariat-Nya. Namun, perjuangan akan berjalan terarah jika dilaksanakan dengan matang, fokus dan secara jama’i. Sehingga totalitas dalam pekerjaan dapat tercapai dan menghasilkan kualitas kerja yang memuaskan. Serta Allah mencintai hamba-hamba-Nya yang berjuang secara jama’i bagaikan bangunan yang tersusun kokoh.

Wallahu a’lam bi showab

Penulis : Dhani El_Ashim

Diambil dari buku Mereka Mujahid tapi Salah Langkah karya Syaikh Abu Muhammad Al-Maqdisiy.


Jika tulisan ini bermanfaat bagi Anda dan banyak orang, dukung kami membantu terus menginformasikan berita dan tulisan terbaik untuk Anda. Kiblat.net adalah media Islam independen non-partisan yang dikelola mandiri. Anda dapat memberikan donasi terbaik supaya kami dapat terus bekerja di bidang dakwah media.

Donasi Sekarang

Share on Facebook Share on Twitter

Apa Reaksi Anda Tentang Artikel Ini?

Ikuti Topik:

Berikan komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *

 

Berita Lainnya

Turki

Di Turki, 51 Pengungsi Terpaksa Tinggal dalam Satu Rumah

KIBLAT.NET, Ankara – Sebuah rumah sempit di Propinsi Sanliurfa, Turki tenggara dihuni oleh dua keluarga...

Senin, 25/01/2016 14:30 0

Suriah

Syam Adalah Amanah di Pundak Kalian

KIBLAT.NET – Media As-Sahab, divisi media Tanzhim Al-Qaidah, Rabi’ul Awwal 1437, merilis rekaman Dr. Aiman...

Senin, 25/01/2016 14:19 0

Rusia

Untuk Pertama Kalinya, Rusia Agendakan Latihan Militer bersama Pakistan

KIBLAT.NET, Moskow – Pemerintah Rusia dan Pakistan berencana melakukan latihan militer bersama akhir tahun ini....

Senin, 25/01/2016 13:40 0

Wilayah Lain

Warga Kashmir: HUT India Adalah Hari Pelecehan dan Penangkapan

KIBLAT.NET, Jammu Kashmir – Menjelang Hari Ulang Tahun (HUT) India, pasukan India melakukan operasi besar-besaran...

Senin, 25/01/2016 11:40 0

Irak

Kelompok Warga Sunni Iraq Ungkap Pembunuhan Puluhan Ulama

KIBLAT.NET, Baghdad – Sekelompok warga Sunni Iraq membeberkan sejumlah pembunuhan yang dilakukan milisi Syiah menargetkan...

Senin, 25/01/2016 10:59 0

Iran

Dua Puluh Ribu Milisi Syiah Afghanistan Bertempur di Suriah

KIBLAT.NET, Teheran – Iran merekrut pengikut Syiah Afghanistan untuk bertempur di Suriah. Mereka diperkirakan berjumlah...

Senin, 25/01/2016 10:19 0

Amerika

Cegah “Teroris” Masuk, AS Terapkan Sistem Baru Pemberian Visa

KIBLAT.NET, Washington – Pemerintah Amerika Serikat menerapkan amandemen baru dalam Program Pelepasan Visa/ Visa Waiver...

Senin, 25/01/2016 09:54 0

Afghanistan

Sebelum Bernegosiasi, Taliban Minta Dihapus dari Daftar Hitam PBB

KIBLAT.NET, Peshawar – Imarah Islam Afghanistan (Taliban) mengajukan syarat untuk bersedia berpartisipasi dalam negosiasi damai...

Senin, 25/01/2016 09:16 0

Suriah

Mujahidin Kehilangan Kontrol Kota Rabia, Lattakia

KIBLAT.NET, Damaskus – Pertempuran di wilayah pesisir Lattakia terus bergulir. Mujahidin dan militer Suriah yang...

Senin, 25/01/2016 08:41 0

Indonesia

Draft Revisi UU Terorisme Diharapkan Selesai Selasa Pekan Ini, Bertepatan Sidang PK Ustadz ABB

KIBLAT.NET, Jakarta – Ketua DPR Ade Komarudin menegaskan bahwa parlemen tengah menunggu kejelasan dari pemerintah...

Ahad, 24/01/2016 20:09 0

Close