... Waktu Shalat
...
Shubuh
...
Dzuhur
...
Ashar
...
Maghrib
...
Isya
...

News

Afghanistan Masih Menjadi Tempat Bahaya Bagi Amerika

KIBLAT.NET, Kabul – Gelombang operasi militer baru-baru ini yang dilancarkan Imarah Islam Taliban di Kabul dan di sejumlah wilayah lainnya di seluruh Afghanistan menunjukkan bahwa Mujahidin masih mampu secara efektif menargetkan para penjajah asing kapanpun mereka mau. Menyusul sejumlah serangan yang mengguncang ibukota Kabul, negara penjajah Amerika kembali harus mengalami tragedi lain di propinsi Helmand.

Pengumuman Yang Dipaksakan: Misi Tempur Telah Usai

Meskipun AS sudah secara resmi mengumumkan telah mengakhiri misi tempur mereka di Afghanistan lebih dari setahun yang lalu, perkembangan di lapangan justru menunjukkan bahwa eskalasi pertempuran masih terus berlangsung dan meluas. Hal itu merupakan titik balik di mana satu per satu distrik termasuk beberapa propinsi jatuh ke tangan Mujahidin Taliban, membuat Pentagon terpaksa berpura-pura mengakui bahwa mereka tidak lagi bertempur melainkan hanya melakukan misi pelatihan dan konsultasi kepada sekutu lokal mereka, tentara nasional Afghan.  Sementara fakta bahwa pasukan penjajah Amerika masih terus mengebom rumah-rumah penduduk di banyak tempat serta mengoyak sensitifitas rakyat Afghanistan.

Terbaru, Insiden Marjah Permalukan Pentagon

Dua pekan yang lalu, unit pasukan khusus AS tiba di daerah Chur Charahi di distrik Marjah untuk membantu pasukan rezim Kabul. Mereka menyerang sejumlah posisi Mujahidin melalui serangan udara dan tembakan artileri. Setelah pejuang-pejuang Mujahidin berhasil melakukan kontra-serangan terhadap posisi musuh-musuh mereka, korban pun berjatuhan di barisan pasukan asing tersebut.

BACA JUGA  Penyusup Tewaskan 24 Tentara Afghanistan dan Bawa Kabur Senjata Satu Truk

Pada saat itu, sebuah helikopter Amerika mencoba mendarat untuk membantu evakuasi sebagian pasukan infanteri  mereka yang tewas dan luka-luka. Namun serangan gencar Mujahidin membuat helikopter tersebut gagal melaksanakan misinya dan memutuskan untuk terbang kembali. Di bawah hujan tembakan Mujahidin, menyebabkan helikopter itu panik menyenggol sebuah dinding bangunan dan akhirnya jatuh menyebabkan jatuhnya banyak korban tentara Amerika di dalamnya.

Pasca insiden itu, muncul sejumlah laporan bahwa pasukan Amerika telah dievakuasi dari distrik Marjah dan meninggalkan sekutu lokal mereka pasukan rezim Kabul sendirian menghadapi kepungan Mujahidin.

Tekanan Publik Amerika

Banyaknya  jumlah korban yang menimpa pasukan elit Amerika itu telah memberikan dampak yang besar terhadap negara mereka. Harian Daily Beast mempublikasi sebuah artikel yang secara tajam menyoroti insiden tragis tersebut, dengan membuat judul “Perang Afghanistan Kembali Berdarah Dan Semakin Suram”. Terdapat juga sub-judul “Dua orang atau lebih tentara AS yang tewas dan Terluka Masih Terselubung Kabut Misteri.” Artikel tersebut mengkritisi bahkan menuding Pentagon menolak menjelaskan misi militer mereka yang tidak jelas itu.

Narasi Gedung Putih Yang Tidak Naratif

Juru bicara Gedung Putih, Josh Ernest, menyinggung tentang insiden terbaru jatuhnya korban tentara elit Amerika baru-baru ini dengan mengatakan bahwa Afghanistan masih menjadi tempat yang berbahaya. Jubir kantor pemerintahan AS itu mencoba membuat justifikasi mengenahi banyaknya jumlah korban dalam misi militer negaranya, bahwa menurutnya pasukan Amerika mempertaruhkan nyawa mereka di Afghanistan dalam rangka melindungi keamanan dalam negeri AS. Sayangnya, ia tidak bisa menjelaskan bagaimana konflik Afghanistan akan menjadikan Amerika lebih aman.

BACA JUGA  Rezim Kabul dan Taliban Gelar Diskusi Pertama Bahas Pertukaran Tahanan

Hingga hari ini, tidak ada satupun orang Afghanistan yang datang ke Amerika untuk menyerang negara itu, tidak juga mereka membunuh warga Amerika yang berada di luar negaranya. Jika ada orang-orang Afghanistan yang membunuh orang Amerika, itu hanya terjadi karena orang Amerika tersebut datang ke bumi Afghanistan dan mencoba menjajah negara itu. Bahkan Gedung Putih sendiri mengakui bahwa rakyat Afghanistan hanya akan memerangi Amerika selama Amerika menjajah negeri mereka.

Sumber: shahamat
Penulis: Yasin Muslim

Share on Facebook Share on Twitter

Apa Reaksi Anda Tentang Artikel Ini?

Ikuti Topik:

Berikan komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *

 

Berita Lainnya

Profil

Syaikh Khalid Rasyid, Ulama Pembela Nabi yang Dipenjara Saudi

KIBLAT.NET – Rasulullah adalah junjungan sekaligus teladan bagi umat Islam. Mencintainya adalah suatu kewajiban. Cinta...

Jum'at, 22/01/2016 14:48 0

Turki

Cegat Milisi Kurdi, Militer Turki Sebrangi Suriah

KIBLAT.NET, Ankara – Sejumlah media Turki baru-baru ini melaporkan bahwa pasukan dalam jumlah besar menyeberangi...

Jum'at, 22/01/2016 12:00 0

Turki

Turki Keluarkan Izin Kerja Bagi Pengungsi Suriah

KIBLAT.NET, Jakarta – Badan PBB yang yang mengurusi buruh internasional (ILO) menyambut baik keputusan pemerintah...

Jum'at, 22/01/2016 10:50 0

Artikel

Apakah Serangan Bom Sarinah Bisa Disebut Jihad?

KIBLAT.NET – Terorisme dan sikap seorang Muslim dalam memegang dan mengamalkan ajarannya, kembali menjadi buah...

Kamis, 21/01/2016 20:34 0

Indonesia

Universitas Indonesia Bantah Kerjasama dengan SRGC, Kelompok Pro-LGBT

KIBLAT.NET, Jakarta – Belum lama ini beredar publikasi layanan konseling bagi kaum Lesbian Gay, Biseksual...

Kamis, 21/01/2016 18:09 0

Wilayah Lain

Kanada Mundur dari Koalisi Internasional Serang ISIS

KIBLAT.NET, Davos – Perdana Menteri Kanada Justin Trudeau menyatakan bahwa negaranya akan berhenti terlibat dalam...

Kamis, 21/01/2016 17:12 0

Indonesia

Buku TK-nya Dituding Berisi Ajaran Teroris, Ini Klarifikasi Penulis

KIBLAT.NET, Jakarta – Belum lama ini GP Anshor menemukan sebuah buku ajar di sebuah TK...

Kamis, 21/01/2016 14:30 0

Indonesia

Komisi III DPR: Katanya Kami Tidak Takut, Kok UU Terorisme Minta Direvisi?

KIBLAT.NET, Jakarta – Pemerintah berencana untuk mengusulkan revisi UU Terorisme untuk memperkuat regulasi terkait aksi...

Kamis, 21/01/2016 14:00 0

Indonesia

Angkatan Muda FUI Yogyakarta Desak Kepolisian Seriusi Aksi Vandalisme di Masjid Wiworo Tjipto

KIBLAT.NET, Yogyakarta – Terkait aksi kejahatan vandalisme yang terjadi di Masjid Wiworo Tjipto, Mantrijeron, Kabupaten Bantul,...

Kamis, 21/01/2016 13:10 0

Indonesia

Setara Institute Sebut Revisi UU Terorisme Manjakan BIN

KIBLAT.NET, Jakarta – Rencana revisi Undang-undang nomor 15 tahun 2003 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Terorisme...

Kamis, 21/01/2016 12:56 0

Close