... Waktu Shalat
...
Shubuh
...
Dzuhur
...
Ashar
...
Maghrib
...
Isya
...

News

Terbelit Banyak Masalah, Tentara Afghanistan Ramai-ramai Undurkan Diri

Foto: Non Commissioned Officers of the Afghan National Army, recite the oath ceremony of the first term bridmals, July 15th, at the Gazi Military Training Center, Kabul, Afghanistan. Gazi Military Training Center was established February 2, 2010, by Turkish Armed Forces, Afghan National Army Training and Doctrine Command's, and NATO's Training Mission-Afghanistan. (U.S. Air Force Photo by Staff Sgt. Bradley Lail) (Released)

KIBLAT.NET – Setelah terungkap bahwa 40 persen dari daftar nama-nama seluruh pasukan nasional Afghanistan merupakan virtual soldiers alias “tentara hantu” yang eksistensinya dalam dunia nyata sama sekali tidak ada, orang akan berpikir barangkali pemerintah boneka di Kabul akan lebih berhati-hati dan akan mengefektif-efisienkan jumlah sisa 60 persennya.

Ironisnya, hal itu tidak terjadi dan tidak dilakukan oleh pemerintahan sekutu lokal Amerika ini. Malahan dikabarkan, institusi militer Afghan saat ini tengah menghadapi masalah meningkatnya jumlah disersi di kalangan anggota-anggotanya.

Minim pasukan serta tidak adanya pelatihan yang memadai mendorong banyak di antara personil militer Afghan yang menganggap keterlibatan mereka dalam perang tak ubahnya seperti “misi bunuh diri”.

Di sebuah negara yang ekonominya telah hancur akibat invasi dan penjajahan asing selama beberapa generasi, masalah seperti itu sepertinya wajar. Namun banyak juga yang mengatakan para serdadu itu tidak menerima gaji secara reguler.

Menjadi anggota militer Afghanistan yang tidak digaji secara layak di mana kasus korupsi sudah sebegitu akut, bukan sesuatu yang luar biasa bahwa dana untuk membayar gaji prajurit sudah lama menguap jauh sebelum para tentara itu menjadi tentara dan bertugas di kamp masing-masing. Kasus serupa juga terjadi dalam urusan amunisi dan pangan, menjadikan para tentara sekutu lokal Amerika itu terus menerus memprihatinkan.

Gaji yang tidak tentu dengan jumlah yang tidak layak akan menyebabkan sebagian unit pasukan militer Afghan tidak akan mampu bekerja secara lebih baik terutama saat ditugaskan untuk melakukan misi-misi berbahaya di garis depan pertempuran.

BACA JUGA  Kabul Bebaskan Anggota Taliban, Termasuk Komandan

Kasus korupsi yang sudah lama menggerogoti institusi militer Afghan ini nampaknya menjadi semakin parah. Daftar jumlah personil yang diklaim sangat banyak ternyata hanya di atas kertas. Sementara para komandan itulah orang-orang yang meraup keuntungan dengan membabi buta merampok para donator asing. Berharap terjadi reformasi militer, nampaknya Amerika perlu menghitung ulang mimpinya itu.

 

Penulis: Yasin Muslim
Sumber: Antiwar

Share on Facebook Share on Twitter

Apa Reaksi Anda Tentang Artikel Ini?

Ikuti Topik:

Berikan komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *

 

Berita Lainnya

Indonesia

Ada Festival Lintas Iman, ANNAS Bekasi Raya Pertanyakan Perhatian Pemkot Bekasi

KIBLAT.NET – Aliansi Nasional Anti Syiah (ANNAS) Bekasi Raya mempertanyakan perhatian Pemerintah Kota Bekasi terkait legalitas Festival...

Rabu, 20/01/2016 10:53 0

Wilayah Lain

Raja Salman Sambut Rombongan Presiden Cina di Riyadh

KIBLAT.NET, Riyadh – Raja Arab Saudi Salman bin Abdul Aziz, Selasa (19/01), menyambut kunjungan Presiden...

Rabu, 20/01/2016 09:02 0

Wilayah Lain

Ranjau Tewaskan Enam Tentara Niger

KIBLAT.NET, Niamey – Sumber media dan pemerintah lokal pada Senin (18/01) mengatakan bahwa sedikitnya enam...

Rabu, 20/01/2016 08:15 0

Indonesia

Jika BIN Diberi Kewenangan Menangkap, Korban Salah Tangkap Akan Bertambah

KIBLAT.NET, Jakarta – Kejadian salah tangkap dan para korban di dalamnya mendapat perhatian dari Direktur...

Rabu, 20/01/2016 07:35 0

Indonesia

Pengamat Intelijen Ungkap Kejanggalan-Kejanggalan Bom Sarinah

KIBLAT.NET, Jakarta – Kejadian bom Sarinah pada Kamis (14/01) lalu menyisakan beberapa kejanggalan yang terbilang konyol....

Rabu, 20/01/2016 05:06 2

Artikel

Jibril dan Kaum Liberal yang Hipokrit: Informasi Jibril Repotkan Siapa?

Artikel ini merupakan lanjutan dari halaman sebelumnya KIBLAT.NET – Jibril ragu melihat kapabilitas Bahrun Naim...

Selasa, 19/01/2016 21:09 0

Artikel

Jibril dan Kaum Liberal yang Hipokrit; Studi Kasus Pemberitaan Pascaserangan Sarinah

KIBLAT.NET – Bagai tersengat aliran listrik berkekuatan ribuan volt, sejumlah tokoh pengusung ide-ide liberal tersentak...

Selasa, 19/01/2016 21:01 0

Analisis

Kolaborasi Jihadis Afrika Utara (Bag. 2-Habis): Hambatan dan Peluang

Tulisan ini adalah sambungan dari halaman sebelumnya. Jalur Utama yang Diperebutkan Rute penyelundupan yang disisir...

Selasa, 19/01/2016 20:00 0

Indonesia

Manager Nasution: Hati-Hati dalam Merevisi UU Terorisme

KIBLAT.NET, Jakarta – Wacana revisi Undang-Undang Nomor 15 Tahun 2003 tentang terorisme terus bergulir. Hari...

Selasa, 19/01/2016 19:07 0

Indonesia

CIIA: Revisi UU Terorisme Bukan Solusi Atasi Gerakan Radikal

KIBLAT.NET, Jakarta – Direktur The Community of Ideological Islamic Analisyst (CIIA) Harist Abu Ulya mengungkapkan...

Selasa, 19/01/2016 18:00 0

Close