... Waktu Shalat
...
Shubuh
...
Dzuhur
...
Ashar
...
Maghrib
...
Isya
...

In Depth

Kolaborasi Jihadis Afrika Utara (Bag. 2-Habis): Hambatan dan Peluang

Tulisan ini adalah sambungan dari halaman sebelumnya.

Jalur Utama yang Diperebutkan

Rute penyelundupan yang disisir oleh patroli militer Perancis termasuk salah satu jalur utama mobilitas para jihadis, penyelundupan senjata, dan narkoba. Meski tidak memiliki lintasan yang tetap dan “lajur” jalannya kerap berubah akibat badai pasir, pasukan Perancis menyebutnya sebagai “autoroute” atau jalur utama menuju wilayah selatan Libya yang mereka gambarkan sebagai “supermarket besar” perdagangan senjata.

Rute tersebut menghubungkan ke salah satu daerah paling terpencil di atas bumi. Tidak adanya kehidupan manusia ataupun sumber air dalam radius ratusan mil, menjadikan wilayah itu sebagai daerah berbahaya dengan suhu udara sangat ekstrim di saat musim panas dan hampir tidak memungkinkan dilakukan navigasi secara manual. Meski sangat berbahaya, masih tetap ada sejumlah kecil konvoi para penyelundup yang beberapa kali mencoba menyeberangi daerah tersebut dalam seminggu.

Wilayah gurun di Afrika

Misi Sulit Perancis

Bagi Perancis, misi yang mereka lakukan itu ibarat mencari sebuah benda yang kecil di tengah samudera, demikian menurut Letnan Kolonel Étienne du Peyroux, perwira pelaksana yang memimpin operasi di Niger. “Ini seperti sebuah pertempuran laut,” katanya, dengan membayangkan target buruan di atas peta yang berskala kecil, lalu menyusurinya hanya dengan jeep di gurun yang luas di dunia nyata. “Daerah operasi kami seluas 40.000 kilometer persegi, sebuah area seluas negeri Belanda dan itu hanya di-cover oleh 300 personil.”

“Kami mencoba temukan mereka, menghadang, dan memaksa, untuk mengetahui bagaimana cara mereka saling terhubung melalui suatu jalur tertentu,” katanya.

s02-sahe-480

Faktanya Perancis jarang menemukan sesuatu seperti yang sedang mereka cari. Terakhir yang bisa mereka temukan pada bulan Juni lalu ternyata bukan “teroris” melainkan pengedar narkoba. Meski demikian, operasi yang mereka lakukan minimal sudah mengganggu pergerakan dan mobilitas para jihadis. Terbukti dengan semakin sedikitnya lalu lintas dan juga ditemukannya bekas-bekas jejak ban mobil para penyelundup yang berbalik arah. Demikian menurut asumsi para pejabat militer Perancis.

Mustahil Hentikan Para Jihadis

“Kami ingin mereka menghentikan peperangan, sampai mereka tidak lagi mampu melakukannya, atau sampai upaya ini berjalan cukup jauh,” kata Kolonel tersebut. Namun demikian hal itu sangat mustahil. “Pemerintahan yang lemah dan situasi chaos selalu menjadi lahan kondusif bagi terorisme,” kata Hans-Jakob Schindler, koordinator komite dalam DK PBB yang memonitor daftar sanksi Al-Qaidah. “Kelompok-kelompok semacam ini akan dapat mengambil keuntungan dari situasi semacam itu,” imbuhnya.

BACA JUGA  Ghazwatul Hindi: Nusantara, Front Utama Melawan Cina (Bag. 3)

Dalam laporan terbaru, ia memperingatkan bahwa pertumbuhan kamp-kamp pelatihan jihadis di Libya selama empat tahun terakhir ini menunjukkan level ancaman yang semakin meningkat baik secara regional maupun internasional, dan secara signifikan mengancam Afrika.

aqim1

Terutama yang mengkhawatirkan, menurutnya adalah meningkatnya jumlah para pejuang teroris asing serta munculnya kelompok-kelompok teroris yang semakin mengglobal dengan latar belakang non Al-Qaidah.

Afrika Utara – Sahel, Lahan Subur Para Jihadis

Para analis baik sipil maupun militer memandang bahwa Afrika Utara dan wilayah Sahel, keduanya merupakan suatu area yang sangat luas seluas negara Amerika. Dengan kondisi geografis yang dimilikinya, ditambah penduduk yang mayoritas didera kemiskinan, serta banyaknya negara yang gagal, menjadikan wilayah itu menjadi sangat rentan.

Adam Thiam, seorang kolumnis harian Le Républicain di Mali mengatakan, “Kemiskinan, korupsi, pemerintahan yang lemah, dan pemilu yang tidak adil, akan mendorong masyarakat rentan terhadap propaganda Islamis”.
“Pemilunya kacau, pelayanan publik juga berantakan,” katanya, dan anak-anak muda sudah tidak percaya lagi dengan pemerintah, “maka mereka akan mencari dan mendengarkan apa kata para pemimpin agama, bukan lagi mengikuti para pemimpin politik.”

Sementara sejumlah pihak lain menyalahkan intervensi asing di Libya dan Mali, juga kebijakan represif rezim yang otoriter terhadap gerakan revolusi rakyat seperti yang terjadi di Mesir, yang menyebabkan semakin tingginya dukungan rakyat kepada para jihadis.

AQIM-2014

Yang pasti, meskipun sudah ada intervensi asing (Barat) dan juga berbagai upaya pemulihan keamanan, kelompok-kelompok baru dan proses rekrutmen terus saja berjalan. AQIM dan kelompok-kelompok afiliasinya masih terus aktif di Mali, dan mereka juga mensponsori sebuah kelompok baru bernama MLF (Massina Liberation Front) yang baru saja muncul beberapa bulan terakhir. “Mereka tidak butuh banyak hal, mereka hanya butuh determinasi,” kata Kolonel Louis Pena, komandan pasukan Perancis di N’Djamena, Chad.

Semakin luasnya jangkauan Al-Qaidah maupun ISIS merupakan alarm tanda bahaya. Sementara antar kelompok-kelompok jihadis itu mereka saling bersaing, namun kompetisi itu bisa jadi merupakan tantangan signifikan dari sudut kemanan secara lebih luas. Hal itu karena para jihadis akan berusaha membuktikan potensi dan relevansi kelompok mereka masing-masing, menginspirasi dan menarik para calon anggota, serta akan bermain dalam kancah yang lebih besar.

BACA JUGA  Ghazwatul Hindi: Nusantara, Front Utama Melawan Cina (Bag. 3)

Fenomena Boko Haram

Efek ini bisa kita lihat secara mencolok dalam kasus pemberontakan enam tahun Boko Haram di Nigeria yang menurut media Barat telah menewaskan 17.000 orang dan menyebabkan lebih dari sejuta orang mengungsi.
Boko Haram telah eksis selama kurang lebih dua dekade. Tetapi uang dan pelatihan yang diberikan oleh AQIM cabang Al-Qaidah telah mendorong pemimpin mereka, Abu Bakar Shekau, memiliki pengaruh yang sangat besar saat ia diduga memimpin kelompok itu pada tahun 2010.

Militan Boko Haram

Militan Boko Haram

Tahun 2015 yang lalu, Boko Haram beralih baiat/ afiliasi ke kelompok Daulah (ISIS) yang mengklaim cabang Afrika Barat-nya itu telah membunuh lebih dari 1.000 orang sejak November, sebagaimana pantauan situs SITE yang aktif memonitor para jihadis.

Meskipun asal mulanya dari Nigeria, Boko Haram telah menjadi kelompok “teroris” yang ditakuti di kawasan regional karena kemampuan mereka memanfaatkan hubungan dengan jaringan jihadis lain yang lebih luas. Sehingga saat ini kelompok itu pun hadir di Chad, Kamerun, dan Niger.

Pos Jaga Militer Perancis Awasi Jalur ke Libya

Di Madama, sebuah oase yang berjarak 50 mil di selatan Libya, terdapat sebuah benteng pertahanan yang dibangun Perancis pada tahun 1931 untuk menjaga gurun di sebelah utara Niger. Dua tahun terakhir, Perancis kembali membangun sebuah basis militer yang formasinya agak renggang menjadikan benteng tua yang sudah ada sebelumnya terlihat kecil dan masih dijadikan pangkalan oleh tentara Niger.

Militer Perancis di Afrika

Militer Perancis di Afrika

Tentara-tentara Niger bersama dengan pasukan Perancis melakukan misi gabungan dengan meluncur menaiki mobil pick-up menyeberangi daerah gurun, persis seperti yang dilakukan oleh para jihadis musuh mereka. Banyak di antara tentara-tentara lokal itu sudah pernah mengikuti program pelatihan oleh militer Amerika. Di timur jauh, pasukan Chad bertugas menjaga wilayah perbatasan mereka.

Di titik lokasi yang sepi inilah, pasukan Perancis mengawasi gurun pasir yang kosong dari pos jaga mereka ke arah Libya di utara. Para komandan Perancis sepakat bahwa akar masalahnya ada di sana, di Libya, sehingga menyebabkan seluruh kawasan menjadi terancam. “Di kawasan ini pula masih banyak negara-negara yang pemerintahannya lemah,” kata Kolonel Pena, kemudian ia melanjutkan, “Itulah bahaya yang sesungguhnya.”

Sumber: NYTimes
Penulis: Yasin Muslim


Jika tulisan ini bermanfaat bagi Anda dan banyak orang, dukung kami membantu terus menginformasikan berita dan tulisan terbaik untuk Anda. Kiblat.net adalah media Islam independen non-partisan yang dikelola mandiri. Anda dapat memberikan donasi terbaik supaya kami dapat terus bekerja di bidang dakwah media.

Donasi Sekarang

Share on Facebook Share on Twitter

Apa Reaksi Anda Tentang Artikel Ini?

Ikuti Topik:

Berikan komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *

 

Berita Lainnya

Indonesia

Manager Nasution: Hati-Hati dalam Merevisi UU Terorisme

KIBLAT.NET, Jakarta – Wacana revisi Undang-Undang Nomor 15 Tahun 2003 tentang terorisme terus bergulir. Hari...

Selasa, 19/01/2016 19:07 0

Afrika

Hendak Membantu, Tentara AS Malah Diserang Sekutu Sendiri di Libya

KIBLAT.NET, Libya – Kali ini Amerika Serikat dibuat frustasi oleh sekutunya di Libya. Pada Kamis,...

Selasa, 19/01/2016 18:30 0

Indonesia

CIIA: Revisi UU Terorisme Bukan Solusi Atasi Gerakan Radikal

KIBLAT.NET, Jakarta – Direktur The Community of Ideological Islamic Analisyst (CIIA) Harist Abu Ulya mengungkapkan...

Selasa, 19/01/2016 18:00 0

Indonesia

Kehabisan Akal Tangkap Bahrun Naim, Kapolri: Satu-satunya Cara Tunggu Bahrun Pulang Sendiri

KIBLAT.NET, Jakarta – Kapolri Jenderal Badrodin Haiti mengatakan rencana polisi untuk mencari keberadaan Muhammad Bahrunnaim...

Selasa, 19/01/2016 17:36 0

Indonesia

Setara: Revisi UU Terorisme Dinilai Bertentangan dengan Sistem Penegakan Hukum

KIBLAT.NET, Jakarta – Direktur Riset Setara Institute, Ismail Hasani menyatakan bahwa pihaknya tidak setuju adanya...

Selasa, 19/01/2016 17:09 0

Rohah

Mau Tahu Tips Menjaga Persahabatan Ala Imam Syafi’i?

KIBLAT.NET – Sahabat adalah seseorang yang dekat dengan kita. Kehilangannya adalah sesuatu yang tidak kita...

Selasa, 19/01/2016 16:30 0

Afghanistan

Kekuatan Internasional Undang Taliban Negosiasi di Kabul

KIBLAT.NET, Kabul – Para pejabat Afghanistan, Pakistan, Cina dan Amerika Serikat, Senin kemarin (18/01), menutup...

Selasa, 19/01/2016 16:26 0

Suriah

Pekan Lalu, Lima Warga Kembali Meninggal Kelaparan di Madaya

KIBLAT.NET, Damaskus – Menurut laporan PBB yang dikeluarakan pada hari Ahad (17/01), bahwa minggu lalu...

Selasa, 19/01/2016 15:45 0

Suriah

ISIS Tewaskan 57 Tentara Suriah di Pertempuran Dier Zour

KIBLAT.NET, Dier Zour – Kantor berita Daulah Islamiyah, ‘Amaq, mengumumkan pejuangnya menewaskan sedikitnya 57 tentara...

Selasa, 19/01/2016 15:02 0

Irak

56 Milisi Syiah Aktif di Diyala, Warga Sunni Terintimidasi

KIBLAT.NET, Diyala – Sebanyak 56 faksi milisi Syiah aktif di Provinsi Diyala yang terletak di...

Selasa, 19/01/2016 13:12 0

Close