... Waktu Shalat
...
Shubuh
...
Dzuhur
...
Ashar
...
Maghrib
...
Isya
...

News

Kisah Derita Warga Suriah di Kota Madhaya yang Diblokade Rezim

Foto: Demo warga Suriah di wilayah-wilayah yang dibebaskan menuntut saudara mereka di Madhaya dibebaskan dari blokadi

KIBLAT.NET, Damaskus – Blokade mencekik yang diberlakukan militer Suriah terhadap warga sipil di Kota Madhaya, pedesaan Damaskus, menyebabkan krisis makanan pokok dan susu balita.  Musim salju yang bulan ini menghampiri Suriah semakin menambah penderitaan warga di kota yang dikepung lebih dari tujuh bulan itu.

Tidak cukup sampai di situ, peluru-peluru dan bom militer Suriah dan milisi Syiah Hizbullah Lebanon yang mengepung mereka selalu mengintai. Dilaporkan sudah empar ribu warga meninggal akibat blokade dan serangan rezim di kota di utara Damaskus itu. Warga Suriah pun kini menyebut kota tersebut “penjara kota”.

Dalam laporan yang diturunkan  Al-Jazeera pada Rabu (06/01), pengepungan membuat realita kehidupan di kota Madhaya dalam keadaan tragis. Risiko mengancam warga, mulai dari luka bahkan cacat permanen akibat ranjau darat yang dipasang militer. Mereka pun harus menggadaikan nyawa demi mendapatkan sesuap nasi dari luar kota Madhaya.

Ummu Muhammad, salah satu penduduk Madhaya menuturkan, saya dan delapan anak saya sudah menghadapi berbagai penderitaan yang tak terhitung di Madhaya. Kami hanya makan satu kali sehari. Kami hidup dari bantuan berupa tepung. Setelah gencatan senjata gagal, kami tidak memiliki apa-apa lagi.

“Di sini kami bagaikan tahanan di penjara besar. Kami tidak bisa keluar masuk kota. Setiap usaha untuk menyelinap keluar kota untuk mencari makanan, justeru yang didapatkan adalah kematian. Seperti yang terjadi terhadap banyak warga kota ini,” kisahnya sedih.

BACA JUGA  Ismail Haniyeh Pimpin Hamas dari Luar Jalur Gaza Hingga Setahun Ke Depan

Kisah itu pun diamini oleh Mohammad Al-Dibus, tokoh masyarakat dan Dewan bantuan untuk sipil Madaya. Ia menyalahkan lembaga-lembaga kemanusiaan dunia yang tidak peduli nasib warga Madhaya.

“Kami di Madaya berada dalam kelaparan. (Hal ini disebabkan) lembaga, organisasi, serta pihak berwenang enggan membela hak asasi manusia,” ujarnya.

Di Madhaya, lanjutnya, kami hidup dengan harga pangan di atas rata-rata harga bahan pangan dunia. Di sini harga makanan bisa mencapai seratus dollar. “Satu kilo beras saja setara dengan delapan puluh dollar,” tegasnya.

Dia juga menjelaskan bahwa ratusan keluarga di Madhaya, rata-rata hanya makan dua kali sehari. Makanan terbaik ialah sisa-sisa makanan yang dimasak dengan garam.

Seorang aktivis juga mengungkapkan bahwa melalui jejaring sosial banyak orang yang merespon dan mendukung demontrasi masa di Madhaya. Mereka menyeru PBB dan seluruh lembaga HAM menanggapi  tuntuntan mereka berupa pembebasan dari pengepungan dan blokade makanan ke dalam kota.

Ketua tim medis Madaya, Dr. Mohammad Yusuf, mengatakan bahwa mereka adalah satu-satunya tim medis yang meroperasi untuk melayani empat puluh ribu orang di kota tersebut. Penderitaan sipil Madaya diperparah dengan kekurangan obat-obatan bagi para pasien.

Yusuf menambahkan bahwa lebih dari 850 balita menyusui terancam kekurangan gizi. Hal itu akibat kurangnya persediaan formula bayi di pasaran semenjak bulan lalu. Ia melihat, para orang tua bayi rela mempertaruhkan nyawa demi berusaha mendapatkan makanan di luar kota.

BACA JUGA  Kabar Siswi di Solo Dikeluarkan karena Ucapan Ultah Hoaks

Dia melanjutkan, selama pengepungan sudah lebih dari dua puluh kasus ledakan yang menimpa sejumlah sipil yang mencoba keluar kota. Ditambah lagi, 5 orang meninggal dunia dan lebih seratus orang koma akibat malnutrisi dan kurangnya bahan pangan selama berhari-hari.

Sumber: Al-Jazeera
Penulis: Syafi’i Iskandar

Share on Facebook Share on Twitter

Apa Reaksi Anda Tentang Artikel Ini?

Ikuti Topik:

Berikan komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *

 

Berita Lainnya

Indonesia

Temui Jokowi, MUI Pusat Berpesan Agar Toleransi Dijaga Tanpa Terjebak Sinkretisme

KIBLAT.NET, Jakarta – Sejumlah permasalahan dibahas dalam agenda kunjungan sejumlah pengurus MUI Pusat ke istana. Menag...

Rabu, 06/01/2016 08:30 0

Indonesia

Kapolda Kalimantan Barat Himbau Masyarakat Waspadai Ajaran Sesat

KIBLAT.NET, Pontianak – Kapolda Kalimantan Barat, Brigjen Arief Sulistyanto, mengimbau masyarakat khususnya di Provinsi Kalbar...

Rabu, 06/01/2016 07:00 0

Wilayah Lain

Bahrain Juga Tutup Penerbangan Sipil dari dan ke Iran

KIBLAT.NET, Manama – Otoritas Penerbangan Sipil Bahrain mengumumkan menghentikan penerbangan dari dan ke Iran mulai...

Rabu, 06/01/2016 06:40 0

Rohah

Cara Unik Abdullah bin Mubarak Menegur Kesalahan Orang

KIBLAT.NET – Abdullah bin Mubarak adalah seorang mujtahid dan ahli ibadah. Selain itu, dia paham...

Selasa, 05/01/2016 16:00 0

Suara Pembaca

Nurul Husna, Anak Takmir Masjid Penderita Kanker Selama 9 Tahun

KIBLAT.NET – Nurul Husna (13 th) kini hanya bisa berbaring lemah disebabkan kanker di kepala...

Selasa, 05/01/2016 15:30 0

Indonesia

Selama 2015 terdapat 15 Candaan terkait Ancaman Bom di Pesawat

KIBLAT.NET, Jakarta – Direktorat Jenderal Perhubungan Udara Kementerian Perhubungan mencatat terdapat 15 gurauan terkait ancaman...

Selasa, 05/01/2016 14:00 0

Indonesia

Komnas HAM Minta Kemenag Investigasi Kasus Sajadah untuk Alas Tari

KIBLAT.NET, Jakarta – Terkait sajadah yang digunakan sebagai alas tari di Hari Amal Bhakti (HAB)...

Selasa, 05/01/2016 13:22 0

Video Kajian

Tabligh: Pendidikan Surga [DR. M. Faqihuddin, M.M]

KIBLAT.NET- Pendidikan adalah proses memanusiakan manusia untuk mengabdi kepada Allah SWT agar tetap lurus seperti...

Selasa, 05/01/2016 11:00 0

Wilayah Lain

Biksu Wirathu Hasut Pelarangan Upacara di Masjid Jami’ Yangon

KIBLAT.NET, Yangon – Pemerintah daerah Yangon, negara bagian Myanmar, melarang adanya perayaan di sebuah masjid...

Selasa, 05/01/2016 08:01 0

Analisis

Kenapa Saudi Eksekusi Tokoh Syiah dan Ideolog Al-Qaidah Bersamaan?

KIBLAT.NET – Bagaimanapun juga eksekusi terhadap 47 orang tahanan di Arab Saudi masih menyisakan kebingungan...

Selasa, 05/01/2016 06:56 0

Close