... Waktu Shalat
...
Shubuh
...
Dzuhur
...
Ashar
...
Maghrib
...
Isya
...

News

Ketegangan Arab Saudi-Iran Ancam Upaya Damai di Suriah

KIBLAT.NET, Riyadh – Keputusan Arab Saudi mengakhiri hubungan diplomatik dengan Iran akan berdampak pada pembatalan hingga ditiadakannya sama sekali lalu lintas udara antar kedua negara, diakhirinya hubungan perdagangan, serta pembatasan bagi warga negaranya untuk berkunjung ke Republik Syiah Iran. Demikian pernyataan Menlu Saudi, Adel al-Jubeir pada hari Senin (04/01). Sementara, otoritas penerbangan sipil Saudi telah menindaklanjuti kebijakan tersebut dengan mengkonfirmasi bahwa seluruh penerbangan dari dan ke Iran telah dibatalkan.

Menlu Saudi: Iran Harus Seperti Negara Yang Normal

Menlu Jubeir saat wawancara dengan Reuters mengatakan, para peziarah haji Iran akan tetap diterima di Mekah dan Madinah. Namun ia menambahkan, Iran harus bersikap seperti sebuah “negara yang normal”, bukan “negara revolusi”, serta mau menghormati norma-norma internasional sebelum hubungan diplomatik bisa di-normalisasi kembali.

Ketegangan antara kedua aktor utama di kawasan itu semakin memanas dipicu oleh keputusan penguasa Saudi mengeksekusi 47 tahanan yang dianggap menentang kerajaan. Dari jumlah itu, mayoritas justru berasal dari Muslim Sunni termasuk sejumlah tokoh ulama jihadis, sisanya 4 orang dari Syiah termasuk ada nama Nimr al-Nimr yang memicu sejumlah protes di Iran dan di beberapa tempat lainnya dari kalangan Syiah.

Saudi mengklaim pada hari Senin (04/01), keputusan untuk mengakhiri hubungan diplomatik dengan Iran dilakukan menyusul insiden penyerangan terhadap kantor kedutaan Saudi di Teheran oleh para demonstran.

BACA JUGA  Sepanjang 2019, Banyak WNA Dieksekusi oleh Kerajaan Arab Saudi

Bahrain, Sudan, UEA

Bahrain sebagai sekutu dekat Riyadh, dilaporkan juga melakukan langkah yang sama pada hari Senin (04/01) dengan memberi kesempatan 2 kali 24 jam bagi para diplomat di kedutaan dan konsulat Iran untuk meninggalkan negara itu.

Setelah Bahrain, menyusul Sudan dengan mengusir duta besar Iran untuk meninggalkan negaranya, dan Uni Emirat Arab yang mengumumkan bahwa mereka menurunkan level hubungan diplomatik dengan Teheran.

Arab Saudi – Iran Saling Tuding

Pemerintah Saudi mengatakan sudah meminta kepada para pejabat Iran untuk memastikan keamanan di kantor kedutaan mereka di Teheran, namun Iran gagal memenuhi permintaan tersebut. Kemudian Riyadh membalas dengan memerintahkan para diplomat termasuk para staf konsulat dan kedutaan Iran untuk meninggalkan negara itu dalam waktu 48 jam.

Tidak mau kalah, pada hari Senin (04/01) melalui juru bicara kementerian , Hossein Jaberi Ansari, Iran menuding Arab Saudi mengeksploitasi insiden serangan di kantor kedutaannya untuk menambah panas situasi politik di kawasan, sambil menyatakan bahwa negaranya tetap berkomitmen untuk melindungi misi diplomatik asing.

Hubungan antara Arab Saudi yang Sunni dengan negara Syiah Iran selama beberapa dekade terus mengalami ketegangan, di mana Riyadh kerap menuding Teheran terlalu mencampuri urusan domestik negara-negara Arab.

Upaya Damai Di Suriah Semakin Mengkhawatirkan

Kedua negara tersebut juga beradu kepentingan dalam konflik di Suriah yang sudah memasuki tahun kelima di mana Iran merupakan aktor negara asing yang mendukung penuh rezim Assad, sementara Saudi berada di belakang sejumlah faksi oposisi Sunni penentang Assad dan sekutu-sekutunya.

BACA JUGA  Putra Mahkota Saudi Dituding Retas Ponsel Pendiri Amazon

Bulan lalu Riyadh mensponsori konferensi internasional yang mendorong dilakukannya negosiasi antara kelompok-kelompok oposisi dengan rezim dalam rangka mengakhiri perang. Perundingan damai ini diharapkan akan membawa Suriah menuju suatu transisi politik dengan platform yang sesuai dengan sistem politik internasional yang komitmen terhadap demokrasi, hak asasi manusia, dan perlindungan kelompok minoritas di bawah pengawasan PBB beserta Dewan Keamanan badan dunia tersebut.

Selama ini sudah muncul sejumlah masalah terkait upaya damai di Suriah, di antaranya: mundurnya salah satu faksi utama (Ahrarus Syam) dari konferensi di Riyadh, terbunuhnya pemimpin salah satu faksi terkuat (Jaisyul Islam), termasuk tidak adanya kesepakatan internasional tentang definisi “terorisme”, dan sebagaimnya. Dengan semakin memanasnya situasi dan ketegangan antara Arab Saudi dan Iran, banyak pihak mengkhawatirkan perundingan damai Suriah terancam gagal.

Sumber: France24
Penulis: Yasin Muslim

Share on Facebook Share on Twitter

Apa Reaksi Anda Tentang Artikel Ini?

Ikuti Topik:

Berikan komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *

 

Berita Lainnya

Indonesia

Dibawa Densus 88 Sendirian Terpisahkan dari Suaminya, Muslimah Poso Ini Gemetar Ketakutan

Tulisan ini merupakan lanjutan dari halaman sebelumnya KIBLAT.NET – “Tidak ada pikiranku itu Densus, setelah...

Rabu, 06/01/2016 10:47 0

Indonesia

Muslimah Poso Dicegat Densus 88 di Pinggir Jalan, Lalu Diangkut Paksa ke Dalam Mobil

KIBLAT.NET, Poso – Faizah Lakawati, S.E (42 tahun), warga Desa Labuan Kecamatan Lage Kabupaten Poso,...

Rabu, 06/01/2016 10:40 0

Indonesia

Temui Jokowi, MUI Pusat Berpesan Agar Toleransi Dijaga Tanpa Terjebak Sinkretisme

KIBLAT.NET, Jakarta – Sejumlah permasalahan dibahas dalam agenda kunjungan sejumlah pengurus MUI Pusat ke istana. Menag...

Rabu, 06/01/2016 08:30 0

Indonesia

Kapolda Kalimantan Barat Himbau Masyarakat Waspadai Ajaran Sesat

KIBLAT.NET, Pontianak – Kapolda Kalimantan Barat, Brigjen Arief Sulistyanto, mengimbau masyarakat khususnya di Provinsi Kalbar...

Rabu, 06/01/2016 07:00 0

Wilayah Lain

Bahrain Juga Tutup Penerbangan Sipil dari dan ke Iran

KIBLAT.NET, Manama – Otoritas Penerbangan Sipil Bahrain mengumumkan menghentikan penerbangan dari dan ke Iran mulai...

Rabu, 06/01/2016 06:40 0

Rohah

Cara Unik Abdullah bin Mubarak Menegur Kesalahan Orang

KIBLAT.NET – Abdullah bin Mubarak adalah seorang mujtahid dan ahli ibadah. Selain itu, dia paham...

Selasa, 05/01/2016 16:00 0

Suara Pembaca

Nurul Husna, Anak Takmir Masjid Penderita Kanker Selama 9 Tahun

KIBLAT.NET – Nurul Husna (13 th) kini hanya bisa berbaring lemah disebabkan kanker di kepala...

Selasa, 05/01/2016 15:30 0

Indonesia

Selama 2015 terdapat 15 Candaan terkait Ancaman Bom di Pesawat

KIBLAT.NET, Jakarta – Direktorat Jenderal Perhubungan Udara Kementerian Perhubungan mencatat terdapat 15 gurauan terkait ancaman...

Selasa, 05/01/2016 14:00 0

Indonesia

Komnas HAM Minta Kemenag Investigasi Kasus Sajadah untuk Alas Tari

KIBLAT.NET, Jakarta – Terkait sajadah yang digunakan sebagai alas tari di Hari Amal Bhakti (HAB)...

Selasa, 05/01/2016 13:22 0

Video Kajian

Tabligh: Pendidikan Surga [DR. M. Faqihuddin, M.M]

KIBLAT.NET- Pendidikan adalah proses memanusiakan manusia untuk mengabdi kepada Allah SWT agar tetap lurus seperti...

Selasa, 05/01/2016 11:00 0

Close