Ini Jawaban Kepala Kanwil Kemenag DKI Soal Tarian di Atas Sajadah

KIBLAT.NET, Jakarta – Kepala Kanwil Kemenag DKI Jakarta Abdurrahman berkilah bahwa sajadah yang digunakan untuk alas tari Bali tersebut bukan sajadah yang biasa digunakan untuk shalat di Masjid.

“Karpet yang digunakan itu bukan diambil dari Masjid, melainkan karpet aula yang digunakan untuk kegiatan sosial,” katanya kepada kiblat.net, Senin (04/01), Jakarta.

“Tidak ada unsur kesengajaan, mulanya digunakan untuk tari saman, setelah itu para penari Bali sudah maju ke depan sebelum karpet itu dilipat,” tambahnya.

Sebelumnya telah beredar informasi bahwa adanya aksi tari Bali diatas sajadah dalam rangkaian peringatan Hari Amal Bhakti (HAB) di kantor Kanwil DKI Jakarta, pada Ahad (03/01) kemarin.

Dalam kesempatan tersebut, diberikan penghargaan berupa Lencana Karya Satya kepada sejumlah aparatur Kemenag Kanwil yang telah mengabdikan dirinya selama 30 tahun, 20 tahun, dan 10 tahun. Acara itu kemudian dilanjutkan ramah tamah yang diiringi pertunjukan seni tari Saman dan Tari Kanyaka Sura.

Menanggapi hal tersebut, Abdurahman beserta segenap panitia HAB ke-70 meminta maaf atas keteledoran masalah ini.

“Ini murni adalah keteledoran, tidak ada unsur kesengajaan dari kami dan ini juga akan menjadi pembelajaran untuk lebih baik lagi di masa yang akan datang,” pungkasnya.

 

Reporter: Furqon & Taufiq
Editor: Fajar Shadiq

Ingin Langganan Artikel?
Daftarkan emailmu di sini untuk mendapatkan update artikel terbaru.
Anda dapat berhenti langganan kapan saja.
Anda mungkin juga berminat