... Waktu Shalat
...
Shubuh
...
Dzuhur
...
Ashar
...
Maghrib
...
Isya
...

Fokus

Cerita Anak-Anak Rohingya di Negeri Jiran Malaysia

KIBLAT.NET, Kuala Lumpur – Nur Kaidah Nur Alam sangat ingin membuka toko roti. Ketika ditanya alasan tentang cita-citanya tersebut, dengan polosnya anak 13 tahun ini menjawab, “Karena aku suka makan kue cokelat.”

Nur Kaidah adalah salah satu anak dari keluarga asal Rohingya. Bersama keluarganya, ia melarikan diri dari rezim rasis Myanmar yang tidak pernah menganggap mereka sebagai bagian dari negara. Ia mengaku telah bermimpi memiliki toko roti sendiri, sejak mencicipi sepotong kue cokelat yang diberikan kepadanya oleh seorang teman.

“Aku tahu aku harus melakukannya dengan baik di sekolah pertama, kemudian belajar untuk membuat kue dan membuka toko. Kemudian, aku bisa makan semua kue yang aku inginkan dan mendapatkan uang untuk keluargaku,” kata anak itu dengan pandangan yang berbinar-binar.

Nur kaidah sendiri menjadi salah satu murid di Muslim Aid Knowledge Center (PIMA), sebuah sekolah khusus untuk anak-anak Rohingya di Kampung Ampang Tambahan, Ampang, Selangor. Sekolah ini dikelola oleh Yayasan Bantuan Kemanusiaan Muslim Malaysia.

Dahulu, Nur Kaida merupakan penduduk Trengganu sebelum keluarganya pindah ke Kuala Lumpur untuk mencari kehidupan yang lebih baik dan pendidikan bagi anak-anaknya.

Tak jauh berbeda dengan Nur Kaida. Amin Syarif Hasan Sharif yang juga memiliki cita-cita yang tinggi. Ia memiliki keinginan kuat untuk mengikuti jejak astronot Malaysia, Datuk Dr. Sheikh Musztaphar.

“Aku akan belajar keras sehingga saya aku bisa menjadi astronot nasional,” kata anak muda yang bersemangat dengan impiannya tersebut.

BACA JUGA  Terbitkan Hasil Wawancara Dengan Pemberontak, Jurnalis Ini Malah Dikenai UU Anti-Terror

Amin Syarif yang telah menjadi murid di PIMA selama dua tahun ini menyadari bahwa, keluarganya mungkin akan ditempatkan di Negara Ketiga. Tetapi ia mengatakan, bila ada peluang ia lebih memilih untuk tinggal di tempatnya saat ini.

Tentang lika-liku perjalanannya, empat tahun yang lalu ibunya membawanya beserta kedua adiknya melakukan perjalanan panjang yang sulit untuk melintasi Myanmar, Bangladesh, India, dan Thailand menuju Malaysia untuk bertemu ayahnya.

Ayahnya telah bekerja di Malaysia selama beberapa tahun. Dia mengatakan bahwa ayahnya telah membantu saudaranya bekerja dalam bisnis kabel listrik, sementara ibunya adalah pengangguran.

Sekolah untuk Anak-Anak Rohingya

Sekitar puluhan ribu anak-anak pengungsi Rohingya telah terdaftar di Komisi Tinggi PBB untuk pengungsi (UNHCR) di Malaysia.

Dikutip dari rohingyablogger.com, Ahad (03/01), diperkirakan ada 33.710 anak-anak pengungsi Rohinya yang berusia di bawah 18 tahun telah terdaftar di UNHCR Malaysia.

Jubir UNHCR, Yante Ismail mengatakan bahwa, ada 126 pusat belajar masyarakat untuk membantu anak-anak pengungsi, termasuk 31 yang dikhususkan untuk remaja Rohingya.

Dia mengatakan 29% dari anak-anak pengungsi di Malaysia memiliki akses ke pusat-pusat pembelajaran, yang menyediakan pra-sekolah dasar dan pendidikan menengah.

Di Malaysia sendiri, sebelas dari pusat pembelajaran telah dijalankan oleh LSM, sedangkan sisanya dioperasikan oleh kelompok agama dan lainnya.

Selain memperluas hibah keuangan ke pusat-pusat pembelajaran masyarakat, UNHCR juga membantu membekali transportasi guru dan relawan yang berjalan kaki, konsumsi untuk anak-anak dan peralatan tulis menulis untuk menunjang proses belajar.

BACA JUGA  Terbitkan Hasil Wawancara Dengan Pemberontak, Jurnalis Ini Malah Dikenai UU Anti-Terror

Yante juga mengungkapkan, anak-anak yang berusia antara empat sampai tujuh belas tahun akan diajarkan empat mata pelajaran utama, yaitu Bahasa Inggris, Bahasa Malaysia, Matematika dan Ilmu Pengetahuan.

Namun saat ini, ia mengungkapkan bahwa pihaknya masih terbatas untuk menangani masalah pendidikan bagi anak-anak Rohingya, karena kurangnya stok guru yang berkualitas.

Tulisan ini bersambung ke halaman selanjutnya.

Share on Facebook Share on Twitter

Apa Reaksi Anda Tentang Artikel Ini?

Ikuti Topik:

Berikan komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *

 

Berita Lainnya

Irak

11 Pembom Bunuh Diri ISIS Serang Markas Pelatihan Polisi Iraq di Ninawa

KIBLAT.NET, Tikrit – Sekelompok pembom bunuh diri ISIS telah meledakkan diri di sebuah pangkalan militer...

Senin, 04/01/2016 19:03 0

Prancis

Pengamanan Ketat Akan Kawal Peringatan Serangan Charlie Hebdo

KIBLAT.NET, Paris – Di bawah pengamanan ketat, pekan ini Perancis akan menggelar upacara untuk memperingati...

Senin, 04/01/2016 19:00 0

Lebanon

Ini Tanggapan Pemimpin Syiah Lebanon atas Eksekusi Namr Al-Namr oleh Saudi

KIBLAT.NET, Beirut – Pemimpin organisasi militan Syiah Hizbullah Lebanon, Hasan Nasrullah pada Ahad (04/01) melalui...

Senin, 04/01/2016 18:30 0

Suriah

Oposisi “Politik” Suriah Dukung Saudi Putus Hubungan dengan Iran

KIBLAT.NET, Damaskus – Koalisi Nasional untuk Oposisi Suriah (SNC) mendukung sikap Saudi memutus hubungan deplomatik...

Senin, 04/01/2016 18:00 0

Amerika

Tewas Dua Pekan Lalu, Mayat Tentara AS ini Baru Dipulangkan

KIBLAT.NET, Long Island – Isak tangis rekan dan keluarga mengiringi kedatangan mayat tentara AS, Louis...

Senin, 04/01/2016 16:50 0

Irak

ISIS Lancarkan Serangan Masif di Anbar, Iraq

KIBLAT.NET, Anbar – Para pejuang jihadis Daulah (ISIS) pada akhir pekan lalu melancarkan serangan serempak...

Senin, 04/01/2016 16:09 0

Indonesia

Gunakan Karpet Shalat untuk Pentas Tari, Kemenag DKI Jakarta Tuai Protes

KIBLAT.NET, Jakarta – Kemenag DKI Jakarta mendapat sorotan tajam dari sejumlah tokoh agama usai menggelar...

Senin, 04/01/2016 12:34 0

Indonesia

Majelis Mujahidin Gencarkan Dakwah Penegakan Syariah di Institusi Negara

KIBLAT.NET, Jakarta – Wakil Amir Majelis Mujahidin Ustadz Abu Muhammad Jibril menyatakan penegakan syariah Islam...

Senin, 04/01/2016 12:01 0

Asia

Pejuang Kashmir Jaish-e-Muhammad Serang Pangkalan Udara India Selama 14 Jam

KIBLAT.NET, Pathankot – Kelompok pejuang bersenjata Kashmir menyerang pangkalan udara pemerintahan India di dekat perbatasan...

Senin, 04/01/2016 11:20 0

News

Peretas Turki Bobol Akun Media Sosial Menteri Komunikasi Rusia

KIBLAT.NET, Ankara – Kelompok peretas Turki dikabarkan telah meretas akun Instagram dan media massa milik Menteri...

Senin, 04/01/2016 10:52 0

Close